Beranda » Bantuan Sosial » Cara Daftar dan Cek Bansos PKH Balita dan Dokumen yang Perlu Disiapkan

Cara Daftar dan Cek Bansos PKH Balita dan Dokumen yang Perlu Disiapkan

Kabar gembira buat keluarga penerima manfaat (KPM) yang punya balita.

Pencairan Bansos Balita dan PKH tahap 4 tahun 2025 sudah mulai bergulir di sejumlah daerah per Selasa (02/12/2025).

Pertanyaannya, apakah nama sudah masuk daftar penerima atau belum?

Banyak masyarakat yang masih bingung soal cara mengecek status bansos lewat NIK KTP.

Padahal prosesnya cukup simpel dan bisa dilakukan langsung dari HP tanpa perlu ke kantor kelurahan.

Artikel ini akan membahas tuntas mulai dari link resmi pengecekan, cara cek desil DTKS, hingga panduan daftar PKH online bagi yang belum terdaftar.

Cara Cek Bansos PKH Balita Lewat HP

Bansos Balita merupakan bagian dari komponen kesehatan dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

Jadi pengecekannya menggunakan sistem yang sama dengan PKH reguler.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka browser di HP, lalu akses cekbansos.kemensos.go.id
  2. Pilih wilayah secara berurutan: provinsi → kabupaten/kota → kecamatan → kelurahan/desa
  3. Masukkan 16 digit NIK sesuai KTP
  4. Ketik kode captcha yang muncul di layar
  5. Tekan tombol Cari Data

Kalau data terdaftar, sistem akan menampilkan nama balita, status bantuan, periode pencairan dan lokasi penyaluran.

Simpel kan? 😊

PKH Balita Tahap 4 2025: Jadwal dan Status Pencairan

Berdasarkan pola pencairan tahun-tahun sebelumnya, PKH tahap 4 biasanya direalisasikan pada periode Oktober hingga Desember.

Per 2 Desember 2025, sebagian daerah sudah mulai menyalurkan bantuan melalui bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN) maupun PT Pos Indonesia.

Baca Juga:  300 KPM Tolak Terima Bansos Lagi, Pilih Graduasi dan Bangun Usaha Sendiri

Berikut status yang mungkin muncul saat pengecekan:

Status Keterangan
Selesai Disalurkan Dana sudah masuk rekening atau diambil di kantor pos
Siap Salur Menunggu jadwal pencairan dari bank/PT Pos
Dalam Penyaluran Proses transfer sedang berlangsung
Tidak Memenuhi Syarat Data tidak lolos verifikasi DTKS

Jika status sudah “Siap Salur”, tinggal menunggu jadwal penyaluran di masing-masing daerah.

Cara Cek NIK KTP Penerima Bansos

Pengecekan NIK berlaku untuk semua jenis bantuan sosial — baik PKH, BPNT, BLT Balita, maupun program Kemensos lainnya.

Prosesnya sama seperti cek Bansos Balita di atas.

Masukkan NIK di situs resmi, lalu sistem akan menampilkan informasi lengkap tentang status kepesertaan.

Bagaimana kalau NIK tidak ditemukan dalam pencarian?

Ada beberapa kemungkinan penyebabnya:

  • Data belum masuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)
  • NIK belum sinkron dengan database Dukcapil
  • Terjadi kesalahan input saat pendataan awal
  • Status ekonomi keluarga sudah tidak memenuhi kriteria

Untuk kasus seperti ini, langkah selanjutnya adalah melakukan pendaftaran ulang atau pemutakhiran data.

Besaran Bantuan PKH 2025 Per Komponen

Setiap komponen dalam PKH memiliki nominal bantuan yang berbeda-beda.

Berikut rincian lengkapnya per tahun:

Komponen Penerima Bantuan/Tahun
Balita / Anak Usia Dini (0-6 tahun) Rp3.000.000
Ibu Hamil / Nifas Rp3.000.000
Lansia (60+ tahun) Rp2.400.000
Penyandang Disabilitas Berat Rp2.400.000
Anak SD/Sederajat Rp900.000
Anak SMP/Sederajat Rp1.500.000
Anak SMA/Sederajat Rp2.000.000

Perlu dicatat bahwa nominal di atas adalah total per tahun yang dicairkan dalam 4 tahap.

Jadi setiap tahap, penerima mendapat seperempat dari nilai total tersebut.

Cara Daftar Bansos PKH Balita

PKH memiliki kriteria khusus yang harus dipenuhi.

Program ini ditujukan untuk keluarga miskin rentan yang memiliki komponen tertentu seperti balita, ibu hamil, anak sekolah, lansia, atau penyandang disabilitas.

Baca Juga:  Alasan Kenapa Nama Hilang dari Penerima Bansos, Ini Penyebab dan Cara Atasinya

Prosedur pendaftarannya mirip dengan daftar bansos umum:

  1. Buka aplikasi Cek Bansos
  2. Masuk ke menu Usul PKH
  3. Isi data lengkap kepala keluarga dan anggota keluarga
  4. Pilih komponen PKH yang sesuai (balita, ibu hamil, pendidikan, lansia, disabilitas)
  5. Upload dokumen pendukung
  6. Kirim pengajuan

Yang perlu dipahami, mendaftar tidak otomatis menjamin langsung jadi penerima ya.

Keputusan akhir tetap ditentukan oleh Kemensos berdasarkan verifikasi DTKS dan status desil ekonomi keluarga.

Dokumen yang Perlu Disiapkan

Sebelum melakukan pendaftaran online, siapkan dulu dokumen-dokumen berikut:

  • KTP elektronik (asli untuk foto, fotokopi untuk arsip)
  • Kartu Keluarga terbaru
  • Surat Keterangan Tidak Mampu dari RT/RW setempat
  • Foto kondisi rumah bagian luar dan dalam
  • Bukti pendapatan atau surat keterangan penghasilan (jika ada)
  • Foto anggota keluarga yang menjadi komponen PKH

Kelengkapan dokumen akan mempercepat proses verifikasi di tingkat desa atau kelurahan. 📋

Imbauan Penting dari Kemensos

Dilansir dari laman resmi Kemensos, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan masyarakat:

Yang Harus Dilakukan:

  • Selalu gunakan kanal resmi untuk pengecekan dan pendaftaran
  • Pastikan data NIK dan KK sudah valid dan sinkron dengan Dukcapil
  • Lakukan pengecekan berkala menjelang jadwal pencairan
  • Simpan bukti pencairan untuk keperluan administrasi

Yang Harus Dihindari:

  • Jangan percaya akun yang menawarkan “jasa daftar bansos berbayar”
  • Jangan pernah mengirim foto KTP atau KK ke orang tidak dikenal
  • Hindari mengklik link mencurigakan yang beredar di WhatsApp atau media sosial
  • Jangan memberikan PIN ATM atau kode OTP kepada siapapun

Semua layanan pendaftaran dan pengecekan bansos bersifat GRATIS tanpa dipungut biaya apapun. 🆓

Itulah panduan lengkap cara cek Bansos Balita 2025, verifikasi NIK KTP, hingga prosedur daftar PKH online.

Baca Juga:  Cara Cek Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP Terdaftar Bansos 2025 di Cekbansos.kemensos.go.id

Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu masyarakat yang membutuhkan untuk mendapatkan haknya dengan mudah. 🙏

Andrea Hirata
Jurnalis

Andrea Hirata Seman Said Harun atau lebih dikenal sebagai Andrea Hirata adalah novelis dan jurnalis yang berasal dari Pulau Belitung, provinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah Laskar Pelangi yang menghasilkan tiga sekuel.