Beranda » Asuransi » Skrining Kesehatan BPJS 2026 Ditanggung Penuh: Jenis, Syarat, dan Cara Daftar

Skrining Kesehatan BPJS 2026 Ditanggung Penuh: Jenis, Syarat, dan Cara Daftar

Pernah dengar program skrining gratis dari BPJS Kesehatan tapi bingung cara daftarnya?

Program skrining kesehatan BPJS 2026 merupakan layanan deteksi dini penyakit yang ditanggung penuh tanpa biaya tambahan bagi peserta JKN aktif. Berdasarkan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2024, layanan ini mencakup pemeriksaan diabetes melitus, hipertensi, kanker serviks, kanker payudara, hingga TBC.

Nah, banyak peserta BPJS yang belum tahu kalau pemeriksaan ini sepenuhnya gratis. Beberapa bahkan mengira harus bayar tambahan atau hanya tersedia di rumah sakit besar. Faktanya, skrining bisa dilakukan di Faskes Tingkat 1 seperti puskesmas atau klinik tempat peserta terdaftar.

Artikel ini membahas lengkap jenis skrining yang ditanggung, syarat kepesertaan, hingga cara daftar via Mobile JKN maupun langsung di faskes.

Apa Itu Skrining Kesehatan BPJS 2026?

Sebelum masuk ke teknis pendaftaran, penting untuk memahami apa sebenarnya program skrining ini.

Skrining kesehatan BPJS adalah program pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi penyakit sejak dini sebelum muncul gejala serius. Program ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Tujuannya sederhana: mencegah penyakit berkembang ke tahap yang lebih parah dan membutuhkan biaya pengobatan lebih besar. Dengan deteksi dini, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.

Siapa yang Berhak Mengikuti Skrining Gratis?

Program ini terbuka untuk seluruh peserta JKN yang memenuhi kriteria tertentu berdasarkan usia dan faktor risiko.

Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) maupun peserta mandiri (PBPU) memiliki hak yang sama untuk mengakses layanan skrining. Syarat utamanya adalah status kepesertaan aktif dan tidak memiliki tunggakan iuran.

Daftar Skrining Kesehatan yang Ditanggung BPJS 2026

BPJS Kesehatan menanggung beberapa jenis skrining untuk penyakit tidak menular (PTM) dan penyakit menular. Berikut rincian lengkapnya berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan.

Skrining Diabetes Melitus

Pemeriksaan gula darah merupakan salah satu skrining yang paling banyak diakses peserta BPJS.

Skrining diabetes melitus ditujukan untuk peserta berusia 15 tahun ke atas dengan faktor risiko tertentu. Pemeriksaan meliputi pengecekan gula darah puasa atau gula darah sewaktu di Faskes Tingkat 1.

Faktor risiko yang menjadi pertimbangan:

  • Riwayat keluarga dengan diabetes
  • Indeks massa tubuh (IMT) di atas normal
  • Tekanan darah tinggi
  • Riwayat diabetes gestasional (untuk perempuan)
  • Gaya hidup kurang aktif
Baca Juga:  Cara Daftar BPJS Kesehatan PBI Gratis 2025 Via Online & Offline, Ini Syarat Lengkapnya

Jika hasil skrining menunjukkan kadar gula darah tidak normal, peserta akan dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan dan penanganan sesuai prosedur BPJS.

Skrining Hipertensi

Tekanan darah tinggi sering disebut “silent killer” karena jarang menunjukkan gejala di tahap awal.

Skrining hipertensi tersedia untuk peserta JKN berusia 15 tahun ke atas. Pemeriksaan dilakukan dengan mengukur tekanan darah menggunakan alat tensimeter di puskesmas atau klinik.

Peserta dengan hasil tekanan darah di atas 140/90 mmHg akan mendapat edukasi dan tindak lanjut berupa:

  • Konseling perubahan gaya hidup
  • Pengaturan pola makan rendah garam
  • Pemberian obat antihipertensi jika diperlukan
  • Pemantauan berkala

Skrining Kanker Serviks dan Payudara

Khusus untuk perempuan, BPJS Kesehatan menanggung skrining kanker serviks dan payudara secara gratis.

Skrining Kanker Serviks (IVA Test atau Pap Smear)

Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) ditujukan untuk perempuan usia 30-50 tahun yang sudah menikah atau pernah melakukan hubungan seksual. Prosedur ini dilakukan di puskesmas dengan waktu sekitar 10-15 menit.

Pap smear juga tersedia sebagai alternatif di faskes yang memiliki fasilitas laboratorium memadai.

Skrining Kanker Payudara (Sadanis/CBE)

SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) atau CBE (Clinical Breast Examination) dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih. Sasarannya adalah perempuan usia 30-50 tahun.

Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi benjolan atau kelainan pada payudara sejak dini.

Skrining TBC

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia.

Skrining TBC tersedia untuk seluruh peserta JKN tanpa batasan usia, terutama yang memiliki gejala batuk lebih dari 2 minggu, penurunan berat badan, atau kontak erat dengan penderita TBC.

Metode pemeriksaan yang ditanggung:

  • Pemeriksaan dahak (BTA)
  • Tes cepat molekuler (TCM) GeneXpert di fasilitas tertentu
  • Foto rontgen dada (jika diperlukan)

Program ini merupakan bagian dari upaya eliminasi TBC nasional yang ditargetkan tercapai pada 2030.

Syarat Peserta Skrining BPJS Kesehatan

Tidak semua peserta BPJS bisa langsung mengakses layanan skrining. Ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi.

Syarat Umum:

  • Terdaftar sebagai peserta JKN-KIS aktif
  • Tidak memiliki tunggakan iuran BPJS Kesehatan
  • Memenuhi kriteria usia sesuai jenis skrining
  • Melakukan pemeriksaan di Faskes Tingkat 1 tempat terdaftar

Syarat Khusus Berdasarkan Jenis Skrining:

Jenis Skrining Kriteria Usia Syarat Tambahan
Diabetes Melitus ≥15 tahun Memiliki faktor risiko
Hipertensi ≥15 tahun
Kanker Serviks (IVA) 30-50 tahun Perempuan, sudah menikah/aktif secara seksual
Kanker Payudara (Sadanis) 30-50 tahun Perempuan
TBC Semua usia Gejala batuk ≥2 minggu atau kontak erat

Peserta yang tidak memenuhi kriteria usia tetap bisa berkonsultasi dengan dokter di Faskes Tingkat 1 untuk evaluasi faktor risiko individual.

Dokumen yang Perlu Disiapkan

Persiapkan dokumen berikut sebelum datang ke faskes untuk skrining:

  • Kartu BPJS Kesehatan atau KIS (asli)
  • KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  • Kartu berobat faskes (jika sudah pernah berobat sebelumnya)
  • Hasil pemeriksaan sebelumnya (jika ada)
Baca Juga:  Update! Cara Cek Tunggakan BPJS Kesehatan Online, Cukup Lewat HP

Peserta juga bisa menunjukkan kartu digital BPJS melalui aplikasi Mobile JKN sebagai pengganti kartu fisik.

Cara Daftar Skrining BPJS 2026

Ada dua metode pendaftaran yang bisa dipilih: secara online melalui aplikasi Mobile JKN atau langsung datang ke Faskes Tingkat 1.

Via Mobile JKN

Pendaftaran online lebih praktis dan bisa dilakukan kapan saja tanpa harus antre.

Langkah-langkah Daftar Skrining via Mobile JKN:

  1. Download aplikasi Mobile JKN di Play Store (Android) atau App Store (iOS)
  2. Login menggunakan NIK dan password yang sudah terdaftar
  3. Pilih menu “Pendaftaran” di halaman utama
  4. Pilih “Pendaftaran Pelayanan”
  5. Pilih Faskes Tingkat 1 tempat peserta terdaftar
  6. Pilih poli atau layanan “Skrining Kesehatan” atau “Prolanis” (jika tersedia)
  7. Pilih tanggal dan jam kunjungan yang diinginkan
  8. Konfirmasi pendaftaran dan simpan bukti pendaftaran

Setelah pendaftaran berhasil, peserta akan mendapat nomor antrean digital yang bisa ditunjukkan saat datang ke faskes.

Tips Pendaftaran Online:

  • Pastikan aplikasi Mobile JKN sudah versi terbaru
  • Daftar minimal 1 hari sebelum jadwal kunjungan
  • Screenshot bukti pendaftaran sebagai cadangan

Langsung di Faskes Tingkat 1

Bagi yang kurang familiar dengan aplikasi, pendaftaran langsung di faskes tetap bisa dilakukan.

Prosedur Pendaftaran Langsung:

  1. Datang ke puskesmas atau klinik tempat peserta terdaftar
  2. Ambil nomor antrean di loket pendaftaran
  3. Serahkan kartu BPJS dan KTP ke petugas
  4. Sampaikan kepada petugas bahwa ingin melakukan skrining kesehatan
  5. Tunggu hingga dipanggil untuk pemeriksaan
  6. Ikuti proses skrining sesuai arahan tenaga kesehatan

Waktu pelayanan skrining biasanya mengikuti jam operasional faskes, umumnya Senin-Sabtu pukul 08.00-12.00 WIB. Sebaiknya datang pagi untuk menghindari antrean panjang.

Tabel Perbandingan Jenis Skrining dan Sasaran

Berikut ringkasan lengkap jenis skrining BPJS 2026 beserta sasaran, metode pemeriksaan, dan frekuensi yang direkomendasikan.

Jenis Skrining Sasaran Metode Pemeriksaan Frekuensi
Diabetes Melitus Usia ≥15 tahun dengan faktor risiko Gula darah puasa/sewaktu 1x per tahun
Hipertensi Usia ≥15 tahun Pengukuran tekanan darah 1x per tahun
Kanker Serviks Perempuan usia 30-50 tahun IVA Test / Pap Smear 1x per 3-5 tahun (jika hasil normal)
Kanker Payudara Perempuan usia 30-50 tahun SADANIS/CBE 1x per tahun
TBC Semua usia dengan gejala/kontak erat Pemeriksaan dahak, TCM, Rontgen Sesuai indikasi medis

Frekuensi skrining dapat berbeda tergantung hasil pemeriksaan sebelumnya dan rekomendasi dokter. Data di atas berdasarkan pedoman Kementerian Kesehatan dan dapat berubah sesuai kebijakan terbaru.

Tindak Lanjut Setelah Skrining

Apa yang terjadi setelah hasil skrining keluar? Berikut alur tindak lanjutnya.

Jika Hasil Normal

Peserta akan mendapat edukasi untuk menjaga pola hidup sehat dan jadwal skrining berikutnya. Tidak ada biaya tambahan untuk konsultasi edukasi ini.

Jika Hasil Tidak Normal

Peserta akan dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan atau masuk program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) jika memenuhi kriteria. Seluruh biaya pengobatan lanjutan ditanggung BPJS sesuai prosedur rujukan berjenjang.

Baca Juga:  Cara Pindah Fasilitas Kesehatan (Faskes) BPJS Secara Online Lewat Mobile JKN

Kontak Layanan dan Pengaduan BPJS Kesehatan

Jika mengalami kendala dalam proses skrining atau ada pertanyaan seputar layanan, berikut kanal resmi yang bisa dihubungi.

Kanal Layanan Kontak Jam Operasional
Care Center BPJS Kesehatan 165 24 jam
WhatsApp Pandawa 08118165165 24 jam
Aplikasi Mobile JKN Menu “Pengaduan” 24 jam
Website Resmi bpjs-kesehatan.go.id 24 jam
Kantor Cabang BPJS Kesehatan Sesuai domisili Senin-Jumat, 08.00-15.00
Email [email protected] Respon 1×24 jam kerja

Untuk pengaduan terkait pelayanan di faskes, peserta juga bisa menghubungi Dinas Kesehatan setempat atau menggunakan aplikasi LAPOR! milik pemerintah.

Penutup

Program skrining kesehatan BPJS 2026 memberikan kesempatan bagi seluruh peserta JKN untuk melakukan deteksi dini penyakit tanpa biaya tambahan. Manfaatkan fasilitas ini secara rutin sesuai jadwal yang direkomendasikan.

Seluruh informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan Peraturan BPJS Kesehatan dan Permenkes yang berlaku. Ketentuan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah, sehingga disarankan untuk mengonfirmasi langsung ke Care Center 165 atau faskes terdekat sebelum melakukan skrining.

Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu menjaga kesehatan keluarga. Terima kasih sudah membaca sampai akhir!

FAQ

Apakah skrining BPJS 2026 benar-benar gratis?

Ya, seluruh jenis skrining yang tersedia di Faskes Tingkat 1 ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan tanpa biaya tambahan, selama peserta dalam status aktif dan tidak memiliki tunggakan iuran.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk skrining?

Waktu pemeriksaan bervariasi tergantung jenis skrining. Pemeriksaan tekanan darah dan gula darah biasanya selesai dalam 15-30 menit, sedangkan IVA test membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit.

Apakah bisa skrining di faskes selain tempat terdaftar?

Tidak, skrining harus dilakukan di Faskes Tingkat 1 tempat peserta terdaftar. Jika ingin skrining di faskes lain, peserta harus melakukan mutasi faskes terlebih dahulu melalui aplikasi Mobile JKN.

Apa yang harus dilakukan jika hasil skrining tidak normal?

Peserta akan dirujuk oleh dokter faskes untuk pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan tingkat lanjut (rumah sakit). Seluruh biaya pengobatan lanjutan ditanggung BPJS sesuai prosedur rujukan berjenjang.

Apakah peserta BPJS kelas 3 bisa ikut skrining?

Ya, semua peserta JKN-KIS baik kelas 1, 2, maupun 3 memiliki hak yang sama untuk mengakses layanan skrining kesehatan di Faskes Tingkat 1.

Bagaimana jika faskes menolak memberikan layanan skrining?

Peserta bisa melaporkan ke Care Center BPJS Kesehatan di nomor 165 atau melalui aplikasi Mobile JKN menu “Pengaduan”. BPJS akan menindaklanjuti laporan tersebut.

Eva Agustin
Jurnalis

Eva Agustin adalah seorang jurnalis profesional, penulis, dan wartawan berpengalaman yang kini berkarya di banjoo.id, salah satu media online terbesar di Indonesia. Lahir pada Juli 1999, Eva telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam dunia jurnalistik dan penulisan kreatif.