Beranda » Bansos Kemensos » 35 Juta KPM Terima BLT Kesra Rp900 Ribu, Penyaluran Tetap Jalan Meski Bencana

35 Juta KPM Terima BLT Kesra Rp900 Ribu, Penyaluran Tetap Jalan Meski Bencana

Sebanyak 35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia bakal menerima Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat atau BLT Kesra senilai Rp900.000 per keluarga. Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan anggaran sekitar Rp31 triliun untuk program ini.

Nah, yang menarik adalah penyaluran tetap berjalan meski Indonesia tengah menghadapi bencana alam secara bersamaan. Banjir, longsor, dan gempa bumi melanda sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Kondisi ini tentu menambah tantangan distribusi bantuan sosial. Jalan tertutup longsor, listrik padam, jaringan telekomunikasi terganggu, bahkan sebagian warga kehilangan dokumen kependudukan.

Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, menegaskan komitmen pemerintah.

“Pertama-tama soal penyaluran ini adalah soal data. Data yang sudah terverifikasi kami serahkan ke Pos untuk disalurkan. Dan untuk daerah bencana, penyaluran tetap dilakukan sambil melihat situasi di lapangan,” ujar Mensos saat meninjau langsung penyaluran di Kantorpos Jatinegara, Jakarta Timur.

Nominal dan Mekanisme Pencairan BLT Kesra 2025

Berapa sebenarnya nominal yang diterima setiap KPM? Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar Rp900.000 yang dicairkan sekaligus.

Pencairan dilakukan melalui dua jalur utama: bank penyalur (Himbara) dan PT Pos Indonesia (PosIND). Mekanisme ini memastikan jangkauan lebih luas, terutama bagi warga yang tidak memiliki rekening bank.

Komponen Keterangan
Nama Program BLT Kesra (Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat)
Nominal Bantuan Rp900.000 per KPM
Total Anggaran Rp31 Triliun
Jumlah Penerima 35 Juta KPM
Penyalur Bank Himbara & PosIND
Target Selesai Pertengahan Desember 2025
Baca Juga:  PIP SMP November 2025 Sudah Cair? Begini Cara Cek Penerima Lewat HP Tanpa Ribet

Data penerima bersumber dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yang dikelola Kemensos dan terverifikasi melalui sistem DTSEN.

Jadi, bagi yang sudah terdaftar dan terverifikasi, tinggal menunggu undangan dari RT/RW atau notifikasi dari pihak penyalur. Informasi nominal dan jadwal di atas berdasarkan data Kemensos per Desember 2025, dan dapat berubah sesuai kebijakan terbaru.

Realisasi Nasional: Capaian Rp26 Triliun

Sejauh mana progres penyaluran BLT Kesra hingga saat ini?

Hingga awal Desember 2025, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar Rp26 triliun dari total anggaran Rp31 triliun. Artinya, masih terdapat sekitar 15-20 persen sisa bantuan yang harus segera disalurkan.

Pemerintah menargetkan seluruh bansos selesai disalurkan sebelum pertengahan Desember 2025. Target ini cukup ambisius mengingat kondisi bencana yang melanda beberapa wilayah.

Untuk memastikan tidak ada keluarga miskin atau rentan yang terlewat, Kemensos dan PosIND membuka ruang verifikasi ulang data melalui DTSEN. Langkah ini sekaligus menjaga akuntabilitas publik agar bantuan tepat sasaran.

PosIND Jangkau Daerah Terisolasi dengan Skema “Jemput Bola”

Bagaimana caranya menyalurkan bantuan ke daerah yang infrastrukturnya lumpuh?

Plt Direktur Utama PosIND, Haris, menjelaskan tantangan nyata di lapangan. “Saat ini ada sembilan kantor cabang pembantu kami di Aceh Tamiang yang belum bisa beroperasi,” ungkapnya.

Penyebabnya bukan hal sepele: akses jalan terputus, listrik padam, dan banyak lokasi terisolasi. Namun PosIND tidak menyerah.

PosIND menerapkan tiga pola penyaluran di daerah bencana:

  1. Pengantaran langsung ke lokasi penerima
  2. Pembayaran di kantor pos yang masih beroperasi
  3. Pembayaran berbasis komunitas melalui koordinasi dengan Kodim

Singkatnya, skema “jemput bola” ini memastikan bantuan tetap sampai meski warga tidak bisa mendatangi kantor pos.

“Kalau kita datang ke posko pengungsian dan membagikan di sana, ada risiko yang tidak nyaman, karena tidak semua penerima terdata,” jelas Haris.

Baca Juga:  Syarat dan Cara Mendapatkan BSU BPJS Ketenagakerjaan, Hanya Butuh NIK KTP

Strategi ini menjaga dua hal sekaligus: ketertiban sosial dan ketepatan sasaran. Haris menargetkan penyaluran di daerah bencana rampung dalam dua minggu ke depan.

Respons Kemensos: Dapur Umum hingga Assessment Pasca Bencana

Kemensos saat ini bergerak di dua front sekaligus.

Front pertama: Penanganan darurat.

Koordinasi lintas lembaga bersama BPBD, BNPB, TNI, dan Polri terus berjalan. Sebanyak 39 dapur umum aktif beroperasi dan memproduksi hingga 400.000 porsi makanan per hari untuk warga terdampak.

Logistik yang disalurkan meliputi makanan siap saji, obat-obatan, pakaian, kebutuhan bayi, perlengkapan tidur, hingga perlindungan tempat tinggal darurat.

Front kedua: Validasi ulang penerima terdampak bencana.

Kondisi warga terdampak mengubah mekanisme administratif. Sebagian kehilangan dokumen kependudukan dari Dukcapil, kartu undangan, atau tidak dapat kembali ke alamat terdaftar.

“Setelah fase penyelamatan ini, kami akan masuk tahap assessment dan memetakan kebutuhan warga secara jangka panjang pasca bencana,” kata Mensos Saifullah Yusuf.

Mensos juga menegaskan akan ada bantuan tali asih bagi keluarga korban meninggal serta dukungan bagi yang mengalami luka-luka. Pendekatan ini memastikan BLT Kesra menjadi bagian dari jalur pemulihan sosial yang lebih komprehensif.

Kisah Nyata KPM di Kantorpos Jatinegara

Berbeda dengan kondisi di daerah bencana, suasana di Kantorpos Jatinegara, Jakarta Timur, berjalan lebih tertib. Antrean warga terlihat sejak pagi, sebagian membawa kertas undangan, menunggu giliran dipanggil.

Dewi, warga Tebet yang sedang tidak bekerja, mengaku lega saat namanya dipanggil.

“Prosesnya cukup mudah dan tidak lama. Alhamdulillah senang karena untuk tambahan sehari-hari, apalagi saya sedang tidak bekerja,” ujarnya.

Dewi berharap program ini diperluas karena masih banyak tetangganya yang belum menerima.

Rudi Ramli mendapat informasi dari RT dan langsung menerima undangan. “Senang buat nyambung keperluan,” katanya singkat. Bantuan ini akan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan modal kecil usaha.

Baca Juga:  Pengertian PIP: Syarat, Cara Daftar, dan Cara Ceknya

Sementara Susanti datang menggendong bayinya. Ia mengelola warung nasi kecil di depan rumah.

“Uangnya dipakai buat kebutuhan sehari-hari dan tambahan modal usaha. Terima kasih sudah banyak membantu warga yang kurang mampu, semoga terus berlanjut,” tuturnya.

Bantuan Rp900.000 itu menjadi stok pertama warungnya menjelang liburan akhir tahun.

Ketiga kesaksian ini mencerminkan fungsi fundamental BLT Kesra: bukan sekadar bantalan finansial sementara, tapi penggerak ekonomi rumah tangga kecil.

Cara Cek Status Penerima BLT Kesra

Belum dapat undangan tapi merasa berhak menerima? Begini cara mengecek status kepesertaan:

  1. Kunjungi situs cekbansos.kemensos.go.id
  2. Masukkan NIK dan data yang diminta
  3. Lihat status kepesertaan di hasil pencarian
  4. Jika terdaftar, tunggu undangan dari RT/RW atau penyalur

Alternatif lain, bisa menghubungi Dinsos setempat atau kantor kelurahan untuk konfirmasi data. Jika merasa layak namun belum terdaftar, ajukan usulan melalui musyawarah desa/kelurahan untuk dimasukkan dalam DTKS.

BLT Kesra sebagai Nafas Ekonomi Rumah Tangga

Bagi warga ibu kota seperti Dewi, Rudi, dan Susanti, BLT Kesra adalah tambahan daya beli untuk menyambung kebutuhan harian. Namun bagi wilayah bencana di Sumatera, bantuan ini menjadi ruang untuk bertahan.

Ketika Rp900.000 sampai di tangan penerima, angka itu berubah menjadi kebutuhan nyata: beras, lauk, buku pelajaran, seragam sekolah, bahkan modal untuk membeli minyak goreng dan gas. BLT Kesra menyapa dalam bahasa sehari-hari—bahasa dapur warga.

Seperti pesan Mensos Saifullah Yusuf: “Pemerintah terus bekerja. Tidak semua mudah, tetapi pemulihan bisa dilakukan bertahap.”

Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Semoga informasi ini bermanfaat dan bantuan segera sampai ke tangan yang membutuhkan. Aamiin.

Andrea Hirata
Jurnalis

Andrea Hirata Seman Said Harun atau lebih dikenal sebagai Andrea Hirata adalah novelis dan jurnalis yang berasal dari Pulau Belitung, provinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah Laskar Pelangi yang menghasilkan tiga sekuel.