Beranda » Bansos Kemensos » Cara Menurunkan Desil yang Sudah Naik dar Prosedur, Syarat, dan Cara Ajukan Keberatan 2026

Cara Menurunkan Desil yang Sudah Naik dar Prosedur, Syarat, dan Cara Ajukan Keberatan 2026

Desil naik tiba-tiba padahal kondisi ekonomi tidak berubah—apakah ini berarti pintu bansos sudah tertutup selamanya?

Kabar baiknya, tidak. Kementerian Sosial membuka jalur resmi bagi masyarakat yang merasa data desil tidak sesuai kondisi aktual untuk mengajukan keberatan dan meminta pemutakhiran.

Fenomena kenaikan desil menjadi keluhan yang marak di berbagai daerah sepanjang 2025 hingga awal 2026. Ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan status desil mereka berubah dari 4 menjadi 6, bahkan ada yang langsung loncat ke desil 8, tanpa ada perubahan signifikan pada kondisi ekonomi rumah tangga.

Berdasarkan penjelasan resmi Kemensos.go.id, perubahan desil terjadi karena pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) secara berkala setiap 3 bulan. Sistem ini menggunakan sekitar 29 indikator sosial ekonomi untuk menghitung peringkat kesejahteraan setiap keluarga.

Nah, bagi yang mengalami kenaikan desil dan merasa tidak sesuai, artikel ini akan membahas prosedur lengkap untuk menurunkan desil kembali beserta cara mengajukan keberatan ke Kemensos. Semua informasi disusun berdasarkan regulasi terbaru Kepmensos No. 79/HUK/2025 dan panduan resmi dari Dinas Sosial.

Memahami Sistem Desil 1-10 dan Cara Kerjanya

Desil Menentukan Bansos November 2025! Desil Berapa? Ini Cara Cek di Cekbansos.Kemensos.go.id

Desil adalah sistem pengelompokan masyarakat menjadi 10 kategori berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi. Angka desil 1 menunjukkan kelompok paling miskin (10% terbawah), sedangkan desil 10 merupakan kelompok paling sejahtera (10% teratas).

Penetapan desil dilakukan oleh BPS melalui kegiatan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek). Data yang dikumpulkan mencakup berbagai aspek kehidupan rumah tangga.

Indikator yang Digunakan BPS untuk Menghitung Desil

Penentuan peringkat kesejahteraan melibatkan sekitar 29 variabel. Berikut beberapa indikator utamanya:

  • Kondisi fisik bangunan tempat tinggal (dinding, lantai, atap)
  • Luas bangunan per kapita
  • Sumber air minum dan sanitasi
  • Sumber penerangan dan daya listrik
  • Bahan bakar memasak utama
  • Kepemilikan aset (kendaraan, elektronik, tanah)
  • Status kepemilikan rumah
  • Pendapatan dan pengeluaran rumah tangga
  • Tingkat pendidikan kepala keluarga
  • Status pekerjaan anggota keluarga

Setiap indikator memiliki bobot nilai tertentu. Total skor dari seluruh indikator kemudian diurutkan dan dibagi menjadi 10 kelompok yang disebut desil.

Kategori Desil dan Estimasi Pengeluaran

Desil Kategori Kesejahteraan Estimasi Pengeluaran/Kapita/Bulan Status Bansos
1 Sangat Miskin (Ekstrem) < Rp500.000 ✓ Prioritas Utama
2 Miskin Rp500.000 – Rp650.000 ✓ Prioritas Utama
3 Hampir Miskin Rp650.000 – Rp800.000 ✓ Berhak PKH & BPNT
4 Rentan Miskin Rp800.000 – Rp1.000.000 ✓ Berhak PKH & BPNT
5 Pas-pasan Rp1.000.000 – Rp1.200.000 ✓ Berhak BPNT & PBI JKN
6 Cukup Rp1.200.000 – Rp1.500.000 ✗ Tidak Prioritas
7-8 Menengah Rp1.500.000 – Rp2.500.000 ✗ Tidak Prioritas
9-10 Mampu/Sejahtera > Rp2.500.000 ✗ Tidak Prioritas

Estimasi pengeluaran di atas berdasarkan standar BPS dan dapat berbeda di setiap daerah tergantung biaya hidup regional.

Sifat Dinamis Data Desil

Poin penting yang perlu dipahami: status desil bukan angka permanen. Berdasarkan sistem DTSEN, data diperbarui setiap 3 bulan sekali mengikuti hasil verifikasi lapangan dan pemutakhiran Regsosek.

Artinya, desil yang hari ini tercatat 4 bisa saja berubah menjadi 5 atau 6 di periode berikutnya jika ada perubahan pada indikator-indikator di atas. Sebaliknya, desil tinggi juga bisa turun jika kondisi ekonomi memburuk dan data diperbarui.

Kenapa Desil Bisa Naik? Faktor Internal dan Eksternal

Banyak masyarakat bertanya-tanya mengapa desil bisa naik padahal merasa tidak ada perubahan kondisi ekonomi. Ada dua kategori faktor yang perlu dipahami.

Faktor Internal (Dari Kondisi Rumah Tangga)

Perubahan sekecil apapun pada indikator kesejahteraan bisa memengaruhi skor desil:

  • Perbaikan rumah – Mengganti lantai tanah menjadi keramik, dinding kayu menjadi tembok, atau atap bocor menjadi layak
  • Penambahan aset – Membeli motor, TV, kulkas, atau peralatan elektronik lainnya
  • Peningkatan daya listrik – Upgrade dari 450 watt ke 900 watt atau lebih tinggi
  • Perubahan status pekerjaan – Anggota keluarga yang tadinya pengangguran mulai bekerja
  • Perubahan komposisi keluarga – Anggota yang bekerja pindah ke KK tersebut
Baca Juga:  Error "Tidak Terdapat Peserta PM" di Aplikasi Cek Bansos? Ini Arti dan Solusinya

Faktor Eksternal (Dari Sistem Pendataan)

Terkadang kenaikan desil bukan karena kondisi membaik, melainkan karena faktor teknis:

  • Kesalahan input petugas – Data yang dimasukkan tidak sesuai kondisi aktual saat verifikasi lapangan
  • Data tidak diperbarui – Kondisi sudah memburuk tapi belum tercatat di sistem
  • Perubahan metodologi BPS – Penyesuaian bobot indikator atau formula penghitungan
  • Perbedaan baseline regional – Standar kemiskinan berbeda antar daerah
  • NIK atau data tidak sinkron – Kesalahan pencocokan dengan database Dukcapil

Jika merasa kenaikan desil tidak wajar, ada baiknya mengidentifikasi faktor mana yang mungkin menjadi penyebab sebelum mengajukan keberatan. Langkah ini akan dibahas lebih lanjut di bagian berikutnya.

Batas Desil yang Lolos Bansos per Program

Setiap program bantuan sosial memiliki kriteria desil berbeda. Memahami batas ini penting untuk mengetahui program mana yang masih bisa diakses meskipun desil sudah naik.

Program Bansos Desil yang Lolos Desil Tidak Lolos Keterangan
Program Keluarga Harapan (PKH) Desil 1 – 4 Desil 5 – 10 Wajib punya komponen (bumil, balita, anak sekolah, lansia, disabilitas)
Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Desil 1 – 5 Desil 6 – 10 Bantuan sembako via KKS
PBI JKN (BPJS Kesehatan Gratis) Desil 1 – 5 Desil 6 – 10 Iuran BPJS ditanggung pemerintah
BLT Kesra Desil 1 – 4 Desil 5 – 10 Bantuan tunai langsung
ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) Desil 1 – 5* Desil 6 – 10 *Ditentukan juga oleh hasil asesmen khusus

Data berdasarkan Kepmensos No. 79/HUK/2025 dan dapat berubah sesuai kebijakan terbaru Kementerian Sosial.

Jadi, jika desil naik dari 4 ke 5, status PKH dan BLT Kesra akan terdampak, tapi masih berhak menerima BPNT dan PBI JKN. Sementara jika naik ke desil 6 atau lebih, seluruh program bansos reguler tidak lagi bisa diakses kecuali ada pemutakhiran data.

Langkah 1: Cek Status Desil Terkini

Sebelum mengajukan keberatan, langkah pertama adalah memastikan status desil yang tercatat di sistem. Ada dua cara resmi untuk mengeceknya.

Melalui Website Cek Bansos Kemensos

  1. Buka situs cekbansos.kemensos.go.id
  2. Pilih wilayah: Provinsi → Kabupaten/Kota → Kecamatan → Desa/Kelurahan
  3. Masukkan nama lengkap sesuai KTP (huruf kapital)
  4. Isi kode captcha yang muncul
  5. Klik tombol “Cari Data”
  6. Hasil akan menampilkan status pendaftaran dan kategori desil

Melalui Aplikasi Cek Bansos

Cara ini lebih detail karena bisa melihat riwayat perubahan desil:

  1. Unduh aplikasi Cek Bansos dari Play Store (Android) atau App Store (iOS)
  2. Buat akun baru dengan mengisi NIK, nomor KK, nama lengkap, email, dan nomor HP
  3. Cek email untuk verifikasi akun (kadang masuk folder spam)
  4. Login menggunakan username dan password dari email
  5. Akses menu “Profil” di bagian bawah
  6. Lihat kolom “Peringkat Kesejahteraan Keluarga” untuk mengetahui desil terkini

Jika aplikasi menunjukkan desil lebih tinggi dari yang diharapkan, catat angkanya dan lanjutkan ke langkah berikutnya.

Langkah 2: Identifikasi Penyebab Kenaikan Desil

Setelah mengetahui status desil terkini, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi kemungkinan penyebab kenaikan. Proses ini penting agar pengajuan keberatan lebih terarah.

Pertanyaan untuk Evaluasi Diri

Jawab pertanyaan berikut dengan jujur:

  • Apakah ada perbaikan kondisi rumah dalam 6 bulan terakhir?
  • Apakah ada pembelian aset baru (motor, TV, kulkas, HP)?
  • Apakah ada anggota keluarga yang mulai bekerja?
  • Apakah daya listrik sudah di-upgrade?
  • Apakah ada perubahan komposisi anggota dalam Kartu Keluarga?

Jika jawaban semua pertanyaan di atas adalah “tidak”, kemungkinan besar kenaikan desil disebabkan oleh faktor eksternal seperti kesalahan input data atau metodologi pendataan.

Bandingkan dengan Data Sebelumnya

Jika memiliki bukti kondisi ekonomi dari periode sebelumnya, kumpulkan sebagai bahan perbandingan:

  • Screenshot status desil lama dari aplikasi
  • Slip gaji atau bukti penghasilan
  • Tagihan listrik beberapa bulan terakhir
  • Foto kondisi rumah periode sebelumnya

Dokumentasi ini akan sangat membantu saat mengajukan keberatan.

Langkah 3: Siapkan Dokumen Pendukung

Kelengkapan dokumen menjadi faktor penentu keberhasilan pengajuan penurunan desil. Semakin kuat bukti yang dilampirkan, semakin besar peluang keberatan disetujui.

Dokumen Wajib

  • KTP asli dan fotokopi (semua anggota keluarga dewasa)
  • Kartu Keluarga asli dan fotokopi
  • Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari RT/RW dan kelurahan

Dokumen Pendukung Tambahan

  • Foto kondisi rumah – tampak depan, ruang tamu, dapur, kamar mandi, atap, dan dinding
  • Bukti penghasilan – slip gaji, surat keterangan penghasilan, atau surat keterangan tidak bekerja
  • Tagihan listrik 3 bulan terakhir – menunjukkan daya listrik dan pemakaian
  • Kartu BPJS PBI – jika sebelumnya sudah terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran
  • Surat keterangan PHK – jika ada anggota keluarga yang kehilangan pekerjaan
  • Surat keterangan sakit/disabilitas – dari dokter atau rumah sakit jika ada kondisi khusus
  • Bukti tanggungan – seperti biaya pendidikan anak atau perawatan lansia

Tips Dokumentasi

Saat mengambil foto kondisi rumah, pastikan:

  • Pencahayaan cukup agar detail terlihat jelas
  • Ambil dari beberapa sudut berbeda
  • Sertakan tanggal pengambilan foto
  • Fokus pada bagian yang menunjukkan kondisi ekonomi (lantai, dinding, atap, perabotan)
Baca Juga:  7 Kendala Aplikasi Cek Bansos Paling Sering Terjadi Beserta Solusi Praktisnya

Semua dokumen sebaiknya disiapkan dalam format fisik (untuk pengajuan offline) dan digital/scan (untuk pengajuan via aplikasi).

Langkah 4: Ajukan Keberatan Melalui 3 Jalur Resmi

Kemensos menyediakan beberapa kanal untuk mengajukan sanggahan data. Pilih jalur yang paling sesuai dengan kondisi dan kemudahan akses.

Jalur 1: Aplikasi Cek Bansos (Rekomendasi)

Pengajuan via aplikasi lebih mudah dilacak dan terintegrasi langsung dengan sistem Kemensos.

Prosedur:

  1. Buka aplikasi Cek Bansos dan login
  2. Pilih menu “Pengaduan” atau “Usul/Sanggah”
  3. Pilih jenis pengaduan: “Usul” untuk mengajukan diri sebagai calon penerima, atau “Sanggah” untuk melaporkan data tidak sesuai
  4. Isi formulir dengan lengkap dan jelas
  5. Unggah dokumen pendukung (foto KTP, KK, kondisi rumah, bukti penghasilan)
  6. Tulis kronologi singkat mengapa merasa desil tidak sesuai kondisi aktual
  7. Kirim pengajuan dan simpan nomor tiket untuk tracking

Keuntungan: Bisa memantau status pengajuan secara real-time melalui aplikasi.

Jalur 2: Kantor Desa/Kelurahan

Jalur ini cocok bagi yang lebih nyaman dengan pengurusan tatap muka atau tidak familiar dengan aplikasi.

Prosedur:

  1. Datang ke kantor desa/kelurahan dengan membawa dokumen lengkap
  2. Temui bagian Kesejahteraan Sosial atau Operator SIKS-NG
  3. Sampaikan maksud untuk mengajukan pemutakhiran data desil
  4. Isi formulir pengajuan yang disediakan
  5. Serahkan dokumen pendukung
  6. Minta tanda terima atau bukti pengajuan
  7. Tanyakan jadwal Musyawarah Desa (Musdes) terdekat karena pemutakhiran data akan dibahas di forum tersebut

Tips: Minta bantuan RT/RW untuk mendampingi dan memberikan rekomendasi.

Jalur 3: Dinas Sosial Kabupaten/Kota

Jika pengajuan di tingkat desa tidak mendapat respons atau butuh penanganan lebih cepat, bisa langsung ke Dinsos.

Prosedur:

  1. Datang ke kantor Dinas Sosial kabupaten/kota
  2. Cari loket Pemutakhiran DTKS/DTSEN atau Pengaduan Bansos
  3. Ambil nomor antrian dan tunggu dipanggil
  4. Sampaikan keluhan dan serahkan dokumen pendukung
  5. Petugas akan melakukan verifikasi awal
  6. Minta nomor pengaduan dan estimasi waktu proses
  7. Simpan semua bukti pengajuan

Keuntungan: Proses cenderung lebih cepat dibanding jalur desa karena langsung ditangani petugas verifikasi.

Perbandingan Ketiga Jalur

Aspek Aplikasi Cek Bansos Kantor Desa Dinas Sosial
Kemudahan Akses Dari rumah via HP Perlu datang langsung Perlu datang langsung
Estimasi Waktu Proses 2-4 bulan 3-6 bulan 2-4 bulan
Kemudahan Tracking ✓ Real-time di aplikasi Perlu follow-up manual Via nomor pengaduan
Cocok Untuk Familiar teknologi Butuh pendampingan Butuh penanganan cepat

Langkah 5: Monitor Perkembangan dan Follow-up

Setelah mengajukan keberatan, proses tidak berhenti di situ. Pemantauan aktif diperlukan untuk memastikan pengajuan ditindaklanjuti.

Cara Memantau Status Pengajuan

Via Aplikasi Cek Bansos:

  • Buka aplikasi secara berkala (minimal seminggu sekali)
  • Cek menu “Riwayat Pengaduan” atau “Status Usul/Sanggah”
  • Lihat apakah ada update status: Diterima → Diproses → Verifikasi → Selesai

Via Kontak Langsung:

  • Hubungi Call Center Kemensos 021-171 dengan menyebutkan nomor tiket pengaduan
  • Datang ke kantor Dinsos atau desa untuk menanyakan perkembangan

Kapan Harus Follow-up

  • Minggu ke-2: Pastikan pengajuan sudah diterima sistem
  • Bulan ke-1: Tanyakan apakah sudah masuk tahap verifikasi
  • Bulan ke-2: Konfirmasi jadwal verifikasi lapangan (jika diperlukan)
  • Bulan ke-3: Tanyakan hasil verifikasi dan estimasi keputusan final

Jika Pengajuan Tidak Direspons

Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Ajukan ulang melalui jalur berbeda (misal: sudah via aplikasi, coba via Dinsos)
  2. Laporkan ke portal LAPOR! (lapor.go.id) dengan menyertakan bukti pengajuan sebelumnya
  3. Hubungi pendamping PKH di wilayah domisili untuk bantuan advokasi
  4. Sampaikan keluhan melalui media sosial resmi Kemensos dengan cara yang sopan

Timeline Proses Penurunan Desil

Berdasarkan pengalaman dan informasi dari Kemensos, berikut estimasi waktu proses pengajuan penurunan desil:

Tahap Aktivitas Estimasi Waktu Pihak yang Terlibat
1 Pengajuan dan penerimaan berkas 1-7 hari Pemohon, Operator Desa/Dinsos
2 Verifikasi kelengkapan dokumen 1-2 minggu Operator SIKS-NG, Dinsos
3 Verifikasi lapangan (jika diperlukan) 2-4 minggu Petugas Dinsos, Pendamping Sosial
4 Pembahasan di Musdes (jalur desa) Tergantung jadwal Perangkat Desa, RT/RW, Warga
5 Input data ke sistem SIKS-NG 1-2 minggu Operator SIKS-NG Dinsos
6 Sinkronisasi ke DTSEN nasional 1-2 bulan Kemensos, BPS
Total Estimasi 2-6 bulan

Waktu proses bisa lebih cepat jika dokumen lengkap dan tidak ada kendala verifikasi. Sebaliknya, bisa lebih lama jika terjadi backlog pengaduan di wilayah tersebut.

Kontak Layanan dan Pengaduan Resmi

Kemensos Itu Lembaga Apa? Simak Fungsi, Tujuan, dan Program Bantuan Sosial yang Mereka Kelola

Berikut daftar lengkap kanal pengaduan yang bisa dihubungi jika mengalami kendala terkait data desil atau status bansos:

Kanal Kontak Jam Operasional Keterangan
Call Center Kemensos 021-171 24 Jam Layanan informasi dan pengaduan
Hotline Bansos 1500-799 Jam Kerja Khusus pengaduan bansos
WhatsApp Kemensos 0811-1795-979 24 Jam Chat dan kirim dokumen
Email Pengaduan [email protected] 24 Jam Sertakan foto pendukung
Portal LAPOR! lapor.go.id 24 Jam Pilih instansi Kemensos
Aplikasi Cek Bansos Play Store / App Store 24 Jam Fitur Usul/Sanggah
Dinas Sosial Kabupaten/Kota Sesuai wilayah masing-masing Jam Kerja Bawa dokumen lengkap
Kantor Desa/Kelurahan Operator SIKS-NG desa Jam Kerja Pengajuan via Musdes
Baca Juga:  Terdaftar DTSEN Tapi Tidak Terima Bansos? Ini Penyebab dan Solusinya Menurut Kemensos

Saat menghubungi kanal pengaduan, siapkan informasi berikut: NIK, nomor KK, nama lengkap sesuai KTP, alamat domisili, dan nomor tiket pengajuan sebelumnya (jika ada).

Solusi Alternatif Jika Desil Tidak Bisa Diturunkan

Dalam beberapa kasus, pengajuan penurunan desil mungkin tidak disetujui karena kondisi ekonomi memang sudah membaik menurut standar BPS. Jika situasi ini terjadi, ada beberapa alternatif yang bisa dipertimbangkan.

Program Bansos Lain yang Tidak Berbasis Desil

Beberapa bantuan tidak sepenuhnya bergantung pada status desil:

  • Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa – Kriteria ditentukan melalui Musdes, bukan hanya desil
  • Program Sembako dari Pemda – Beberapa daerah memiliki program lokal dengan kriteria berbeda
  • Subsidi Pupuk dan Pertanian – Untuk petani dengan lahan terbatas
  • Bantuan UMKM – Untuk pelaku usaha mikro dan kecil

Mengajukan Ulang di Periode Berikutnya

Jika kondisi ekonomi kembali memburuk (misal: PHK, usaha bangkrut, bencana), kumpulkan bukti baru dan ajukan pemutakhiran data di periode berikutnya. Ingat, data DTSEN diperbarui setiap 3 bulan.

Koordinasi dengan Lembaga Sosial

Beberapa LSM dan yayasan menyediakan bantuan untuk keluarga prasejahtera yang tidak tercakup program pemerintah. Cari informasinya melalui kantor desa atau Dinsos setempat.

Penutup

Kenaikan desil memang bisa berdampak signifikan pada status kepesertaan bantuan sosial. Namun, penting untuk dipahami bahwa kondisi ini bukan akhir dari segalanya.

Kementerian Sosial telah menyediakan mekanisme resmi bagi masyarakat untuk mengajukan keberatan jika merasa data desil tidak sesuai kondisi aktual. Kuncinya adalah kelengkapan dokumen, kesabaran dalam menunggu proses, dan konsistensi dalam melakukan follow-up.

Langkah-langkah yang dibahas dalam artikel ini mulai dari pengecekan status desil, identifikasi penyebab, persiapan dokumen, hingga pengajuan melalui tiga jalur resmi merupakan prosedur standar yang diakui Kemensos. Dengan mengikuti panduan ini, peluang keberatan untuk diterima akan lebih besar.

Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan Kepmensos No. 79/HUK/2025, panduan resmi dari Kemensos.go.id, dan regulasi terkait yang berlaku hingga Januari 2026. Kebijakan dan prosedur dapat berubah sewaktu-waktu sesuai ketentuan pemerintah, sehingga disarankan untuk selalu memantau informasi terbaru melalui kanal resmi Kementerian Sosial.

Terima kasih sudah membaca hingga tuntas. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu menyelesaikan kendala terkait data desil. Semoga segala urusan dimudahkan dan bantuan yang menjadi hak bisa segera diterima.

Sumber dan Referensi Berita:


FAQ

Ya, bisa. Kemensos menyediakan mekanisme pemutakhiran data melalui fitur Usul/Sanggah di Aplikasi Cek Bansos, koordinasi dengan Dinas Sosial, atau pengajuan via musyawarah desa. Syaratnya, kondisi ekonomi aktual memang tidak sesuai dengan data desil yang tercatat dan didukung dokumen bukti yang valid.

Estimasi waktu proses berkisar 2-6 bulan, tergantung kelengkapan dokumen, jalur pengajuan yang dipilih, dan beban kerja petugas di wilayah masing-masing. Pengajuan via Dinsos cenderung lebih cepat (2-4 bulan) dibanding jalur musyawarah desa (3-6 bulan).

Dokumen wajib meliputi KTP, KK, dan SKTM dari RT/RW. Dokumen pendukung tambahan yang memperkuat pengajuan antara lain: foto kondisi rumah, bukti penghasilan/slip gaji, tagihan listrik 3 bulan terakhir, kartu BPJS PBI, dan surat keterangan khusus seperti PHK atau sakit jika ada.

Ada beberapa kemungkinan penyebab: kesalahan input data oleh petugas saat verifikasi lapangan, perubahan metodologi penghitungan BPS, data yang belum diperbarui sesuai kondisi terkini, atau faktor kecil seperti penambahan aset atau perbaikan rumah yang tercatat di sistem. Identifikasi penyebab penting sebelum mengajukan keberatan.

Desil 5 masih berhak menerima BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) dan PBI JKN (BPJS Kesehatan gratis). Namun, tidak lagi berhak menerima PKH dan BLT Kesra yang hanya diperuntukkan bagi desil 1-4 sesuai Kepmensos No. 79/HUK/2025.

Ada dua cara resmi: pertama, melalui website cekbansos.kemensos.go.id dengan memasukkan data wilayah dan nama sesuai KTP. Kedua, melalui Aplikasi Cek Bansos yang bisa diunduh di Play Store atau App Store, lalu lihat menu “Profil” setelah login untuk melihat kolom Peringkat Kesejahteraan Keluarga.

Beberapa langkah yang bisa ditempuh: ajukan ulang melalui jalur berbeda, laporkan ke portal LAPOR! (lapor.go.id) dengan menyertakan bukti pengajuan sebelumnya, hubungi pendamping PKH di wilayah domisili, atau sampaikan keluhan melalui media sosial resmi Kemensos dengan cara sopan.

Bisa, melalui fitur “Sanggah” di Aplikasi Cek Bansos. Fitur ini memungkinkan siapa saja melaporkan penerima bansos yang dinilai tidak tepat sasaran. Namun, pelapor tetap harus menyertakan data dan bukti pendukung yang valid untuk ditindaklanjuti.

Berdasarkan sistem DTSEN, data desil diperbarui setiap 3 bulan sekali mengikuti hasil verifikasi BPS dan pemutakhiran Regsosek. Artinya, desil bisa berubah di setiap periode pemutakhiran jika ada perubahan pada indikator-indikator kesejahteraan rumah tangga.

Tidak ada biaya sama sekali. Seluruh proses pengajuan pemutakhiran data desil melalui kanal resmi Kemensos, Dinsos, maupun kantor desa/kelurahan bersifat gratis. Waspadai pihak-pihak yang meminta bayaran untuk “mempercepat” proses karena berpotensi penipuan.

Andrea Hirata
Jurnalis

Andrea Hirata Seman Said Harun atau lebih dikenal sebagai Andrea Hirata adalah novelis dan jurnalis yang berasal dari Pulau Belitung, provinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah Laskar Pelangi yang menghasilkan tiga sekuel.