Beranda » Bansos Kemensos » Bansos Tak Cair karena Desil? Ini Dia Cara Mengajukan Perubahan Data yang Benar dan Mudah Dilakukan Sendiri

Bansos Tak Cair karena Desil? Ini Dia Cara Mengajukan Perubahan Data yang Benar dan Mudah Dilakukan Sendiri

Bantuan sosial (bansos) yang tidak cair meski dirasa layak sering kali disebabkan oleh salah satu faktor teknis: desil. Desil adalah angka yang digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan ekonomi keluarga berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Semakin tinggi angka desil, semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan. Artinya, jika desil terlalu tinggi, seseorang bisa secara otomatis tidak memenuhi syarat untuk menerima bansos.

Padahal, banyak kasus di mana desil yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Misalnya, seseorang yang sebenarnya sudah tidak memiliki kendaraan atau lahan, tapi masih terdata sebagai pemilik. Ini bisa terjadi karena data Regsosek yang digunakan belum diperbarui. Kabar baiknya, desil ini bisa diubah. Banyak orang yang berhasil memperbaikinya dan akhirnya bisa menerima bantuan yang seharusnya didapat.

Mengapa Desil Bisa Salah?

Desil ditentukan dari data yang dikumpulkan melalui survei atau Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek). Proses ini dilakukan oleh petugas lapangan yang mengunjungi rumah-rumah untuk mengumpulkan informasi terkait kondisi ekonomi keluarga. Namun, tidak semua proses survei berjalan mulus.

1. Petugas Tidak Bertemu Penghuni Rumah

Salah satu penyebab utama kesalahan data adalah ketidakhadiran penghuni rumah saat kunjungan petugas. Jika rumah kosong, petugas biasanya mengisi data berdasarkan informasi dari tetangga atau sumber lain yang belum tentu akurat.

2. Data Aset Tidak Diperbarui

Data Regsosek tidak selalu langsung ter-update. Misalnya, seseorang pernah memiliki sepeda motor atau tanah, tapi sudah menjualnya bertahun-tahun lalu. Jika data tidak diperbarui, sistem masih menganggap keluarga tersebut memiliki aset tersebut.

3. Kesalahan Input atau Interpretasi

Petugas juga bisa saja salah memasukkan data atau salah menafsirkan kondisi rumah tangga. Kesalahan ini bisa terjadi karena faktor subjektif atau kurangnya pelatihan yang memadai.

Syarat dan Ketentuan Perubahan Desil

Sebelum mengajukan perubahan desil, penting untuk memahami syarat dan ketentuannya. Proses ini tidak bisa dilakukan sembarangan karena ada aturan yang harus dipenuhi agar pengajuan tidak ditolak.

Baca Juga:  BLT Kesra Rp900 Ribu Bakal Cair Lagi di 2026? Fakta dan Penjelasan Resmi yang Perlu Anda Ketahui!

1. Data Harus Menunjukkan Ketidaksesuaian

Perubahan desil hanya bisa diajukan jika ada ketidaksesuaian antara data yang tercatat dan kondisi nyata di lapangan. Misalnya, rumah tercatat sebagai milik sendiri padahal sebenarnya kontrak, atau tercatat memiliki kendaraan yang sudah tidak dimiliki lagi.

2. Pengajuan Dilakukan oleh Kepala Keluarga

Hanya kepala keluarga yang berhak mengajukan perubahan data. Jika tidak, pengajuan bisa ditolak karena tidak memenuhi prosedur.

3. Melengkapi Dokumen Pendukung

Dokumen seperti foto rumah, surat keterangan tidak mampu dari kelurahan, atau bukti kepemilikan kendaraan yang sudah dijual bisa menjadi alat bukti yang kuat.

Langkah-Langkah Mengajukan Perubahan Desil

Proses pengajuan perubahan desil bisa dilakukan secara mandiri melalui aplikasi atau dengan bantuan fasilitator di tingkat desa/kelurahan. Berikut langkah-langkahnya:

1. Akses Aplikasi SIKAP atau SIKAS

Aplikasi SIKAP (Sistem Informasi Kependudukan dan Analisis Pemerintahan) atau SIKAS (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial) adalah alat utama untuk mengajukan perubahan data. Pastikan sudah memiliki akun dan dapat mengaksesnya.

2. Periksa Data yang Salah

Masuk ke menu "Profil Keluarga" dan periksa data yang tidak sesuai. Catat atau screenshot data yang ingin diubah sebagai bukti awal.

3. Ajukan Perubahan Data

Gunakan fitur "Pengajuan Perubahan Data" atau "Formulir Koreksi Data". Isi sesuai dengan kondisi sebenarnya dan lampirkan dokumen pendukung.

4. Koordinasi dengan Fasilitator Desa

Setelah mengajukan secara online, hubungi fasilitator desa atau kelurahan untuk mempercepat proses verifikasi. Mereka akan melakukan pengecekan ulang dan mengirimkan data ke tingkat lebih tinggi.

5. Tunggu Proses Verifikasi

Proses verifikasi bisa memakan waktu antara 2 hingga 4 minggu. Jika berhasil, desil akan diperbarui dan nama keluarga bisa masuk dalam daftar penerima bansos.

Baca Juga:  KPM Wajib Hadir, Tarik Dana Bansos BPNT Rp600 Ribu dan Dapatkan Beras 20 Kg pada 6 Maret 2026 Mendatang

Tips agar Pengajuan Perubahan Desil Berhasil

Agar pengajuan tidak ditolak, ada beberapa tips yang bisa diikuti agar proses lebih lancar dan cepat.

Gunakan Data yang Valid

Pastikan semua data yang diajukan sudah benar dan didukung oleh dokumen resmi. Data yang tidak valid bisa membuat pengajuan ditunda atau ditolak.

Jaga Komunikasi dengan Fasilitator

Fasilitator desa atau kelurahan memiliki peran penting dalam proses verifikasi. Jaga komunikasi baik agar bisa mempercepat proses.

Ajukan Secepat Mungkin

Jangan menunggu terlalu lama. Semakin cepat pengajuan diajukan, semakin besar kemungkinan data bisa diperbaiki sebelum bansos disalurkan.

Perbandingan Desil dan Hak Penerima Bansos

Berikut tabel yang menunjukkan hubungan antara desil dan kelayakan menerima bansos berdasarkan ketentuan terbaru 2026:

Desil Tingkat Kesejahteraan Kelayakan Bansos
1 Sangat Miskin Ya
2 Miskin Ya
3 Hampir Miskin Ya
4 Rentan Miskin Ya
5 Menengah Bawah Tergantung Program
6 Menengah Tidak
7 Menengah Atas Tidak
8-10 Kaya Tidak

Catatan: Kelayakan bisa berbeda tergantung program bansos tertentu seperti PKH, BPNT, atau BLT.

Disclaimer

Data dan ketentuan bansos bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah. Informasi dalam artikel ini berlaku hingga Maret 2026 dan disarankan untuk selalu memeriksa sumber resmi atau menghubungi fasilitator terdekat untuk informasi terkini.

Desil yang salah bukan berarti tidak bisa diperbaiki. Dengan langkah yang tepat dan data yang valid, seseorang yang seharusnya berhak mendapat bansos bisa kembali masuk dalam daftar penerima. Prosesnya memang butuh ketelitian dan kesabaran, tapi hasilnya bisa sangat membantu keluarga yang membutuhkan.

Rosatyani Puspita
Jurnalis

Rosatyani Puspita adalah jurnalis berpengalaman yang saat ini berkarier sebagai Editor, Reporter, dan Penulis di dua platform media digital terkemuka Indonesiadi banjoo.id. Dengan dedikasi tinggi terhadap jurnalisme berkualitas dan integritas editorial, Rosatyani konsisten menghadirkan konten yang akurat, berimbang, dan berdampak bagi masyarakat.