Setelah menunggu cukup lama, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) akhirnya mendapat kabar baik. Pada Selasa, 10 Maret 2026, pencairan bansos tahap pertama yang sempat tertunda mulai mengalir kembali. Penyaluran ini dilakukan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) terbitan Bank Mandiri.
Bukan pencairan ganda, melainkan penyaluran susulan bagi KPM yang belum menerima bantuan di bulan Februari lalu. Sebagian KPM melaporkan telah menerima saldo bantuan berkisar antara Rp975.000 hingga Rp1.250.000. Ada juga yang mendapat Rp1.126.500, tergantung komponen bantuan yang diterima, seperti untuk balita dan anak usia sekolah dasar.
Pencairan Bansos Susulan Tahap 1 2026
Pencairan bansos susulan ini merupakan langkah pemerintah untuk memastikan tidak ada KPM yang tertinggal. Prosesnya masih berjalan hingga akhir Maret 2026, dan penyaluran akan dilanjutkan selama kepesertaan masih aktif serta data administrasi lengkap.
1. Verifikasi Status KPM
Langkah pertama yang dilakukan adalah verifikasi status kepesertaan di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG). Hanya KPM dengan status aktif yang berhak menerima pencairan bansos tahap pertama susulan ini.
2. Penyaluran Melalui KKS Bank Mandiri
Bansos disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) edisi Bank Mandiri. KPM dianjurkan untuk mengecek saldo secara berkala melalui aplikasi mobile banking atau langsung ke ATM terdekat.
3. Komponen Bantuan yang Dicairkan
Pencairan bansos mencakup beberapa komponen, tergantung profil keluarga penerima:
- Bantuan untuk keluarga dengan balita
- Bantuan untuk anak usia sekolah dasar
- Bantuan tambahan sesuai kriteria kesejahteraan
Nominal bantuan bervariasi, mulai dari Rp975.000 hingga Rp1.250.000 per keluarga.
4. Proses Cek Rekening dan Dokumen Pendukung
Setelah verifikasi data, Kementerian Sosial bersama Bank Mandiri melakukan pengecekan rekening dan dokumen pendukung seperti Surat Perintah Membayar (SPM) atau Standing Instruction (SI). Ini memastikan dana mengalir ke rekening yang benar dan sesuai kriteria.
Perkiraan Nominal Bansos yang Diterima KPM
Berikut rincian perkiraan nominal bansos yang dapat diterima oleh KPM berdasarkan komponen bantuan:
| Komponen Bantuan | Estimasi Nominal (Rp) |
|---|---|
| Balita | 350.000 |
| Anak SD | 300.000 |
| Ibu Hamil | 250.000 |
| Lansia | 200.000 |
| Disabilitas | 175.000 |
| Tambahan Kesejahteraan | 1.250.000 (maksimal) |
Catatan: Nominal dapat berbeda tergantung jumlah komponen yang diterima dan kebijakan daerah.
Status Pencairan di Sistem SIKS NG
Hingga saat ini, belum ada pembaruan terkait pencairan bansos Atensi Yapi di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG). KPM yang terdaftar dalam program ini dihimbau untuk terus memantau perkembangan melalui kanal resmi informasi bansos.
Tips Mengecek Pencairan Bansos
Bagi KPM yang ingin memastikan apakah bansosnya sudah cair atau belum, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
1. Cek Saldo via Mobile Banking
Gunakan aplikasi mobile banking Bank Mandiri untuk mengecek saldo KKS. Pastikan nomor KKS sudah terdaftar di aplikasi.
2. Datangi ATM Terdekat
Kartu KKS bisa digunakan di ATM Bank Mandiri untuk mengecek saldo dan riwayat transaksi.
3. Akses Website Resmi Bansos
Kunjungi situs resmi penyaluran bansos untuk melihat status pencairan berdasarkan NIK atau nomor KKS.
4. Hubungi Call Center atau Kantor Pos
Jika ada kendala, hubungi layanan bantuan resmi atau kantor pos terdekat untuk informasi lebih lanjut.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat terkini hingga Maret 2026. Nominal bansos dan jadwal pencairan bisa berubah sesuai kebijakan pemerintah. Data yang disajikan bersifat estimasi dan dapat berbeda di tiap daerah. Pastikan untuk selalu mengecek sumber resmi untuk informasi terbaru.
Pencairan bansos susulan ini menjadi harapan baru bagi keluarga kurang mampu yang sempat tertinggal di tahap sebelumnya. Dengan sistem yang lebih terintegrasi dan transparan, diharapkan distribusi bantuan sosial semakin tepat sasaran dan tepat waktu.
Andrea Hirata Seman Said Harun atau lebih dikenal sebagai Andrea Hirata adalah novelis dan jurnalis yang berasal dari Pulau Belitung, provinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah Laskar Pelangi yang menghasilkan tiga sekuel.