Beranda » Bansos Kemensos » Status Desil DTKS Pengaruhi Bansos, Simak Penyebab Perubahan Data KPM dan Langkah Perbaikannya

Status Desil DTKS Pengaruhi Bansos, Simak Penyebab Perubahan Data KPM dan Langkah Perbaikannya

Status desil dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi salah satu penentu utama dalam penerimaan bantuan sosial (bansos) di Indonesia. Sistem ini digunakan untuk mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi, yang kemudian menjadi acuan dalam menyalurkan berbagai program bantuan dari pemerintah.

Desil sendiri terdiri dari 10 tingkatan, dengan Desil 1 sebagai kelompok paling miskin dan Desil 10 sebagai kelompok paling sejahtera. Umumnya, penerima bansos berasal dari Desil 1 hingga 5. Namun, status ini bisa berubah seiring waktu karena berbagai faktor, dan perubahan tersebut bisa berdampak pada penerimaan bantuan.

Pengertian dan Fungsi Desil dalam DTKS

Desil adalah pengelompokan penduduk berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi yang dibagi menjadi sepuluh kelompok. Desil 1 hingga 5 biasanya menjadi sasaran utama program bantuan sosial karena dianggap sebagai kelompok yang masih membutuhkan perlindungan sosial dari pemerintah.

Pengelompokan ini tidak hanya digunakan untuk bansos pangan atau PKH, tapi juga untuk menentukan penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan (PBI). Artinya, status desil bisa memengaruhi akses layanan kesehatan seseorang.

Penyebab Status Desil Bisa Berubah

Perubahan status desil dalam DTKS bisa terjadi karena beberapa alasan. Berikut adalah faktor-faktor utamanya:

1. Perubahan Kondisi Ekonomi Rumah Tangga

Salah satu penyebab utama adalah perubahan kondisi ekonomi keluarga. Misalnya, seseorang yang sebelumnya termasuk Desil 1 bisa naik ke Desil 4 jika usaha keluarganya mulai berkembang atau mendapat akses modal dari program pemerintah.

2. Kesalahan Input Data oleh Petugas Pendataan

Kesalahan input data oleh petugas di lapangan juga sering terjadi. Misalnya, salah memasukkan jumlah anggota keluarga, kepemilikan aset, atau pendapatan bulanan. Kesalahan ini bisa menyebabkan seseorang salah klasifikasi desil.

3. Perubahan Komposisi Anggota Keluarga

Perubahan jumlah anggota keluarga, seperti penambahan anak atau kematian salah satu anggota, bisa memengaruhi skor kemiskinan yang dihitung sistem DTKS. Hal ini bisa menyebabkan pergeseran status desil secara otomatis.

Baca Juga:  Jadwal Terbaru Penyaluran 5 Program Bansos Pasca Idul Fitri 2026, Cek PKH hingga BPNT

4. Peningkatan Akses Pendidikan dan Keterampilan

Jika anggota keluarga mendapatkan pendidikan atau pelatihan keterampilan yang meningkatkan peluang kerja, kondisi ekonomi keluarga bisa membaik. Ini juga bisa memengaruhi posisi desil keluarga tersebut.

5. Perubahan Kebijakan atau Metode Pendataan

Pemerintah kadang mengubah metode penghitungan skor kemiskinan atau menyesuaikan bobot indikator tertentu. Perubahan ini bisa menyebabkan pergeseran status desil secara masal.

Cara Mengajukan Perbaikan Data Desil

Jika status desil tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan, warga berhak mengajukan perbaikan data. Berikut langkah-langkahnya:

1. Cek Status Desil di SIKS-NG

Langkah pertama adalah memastikan status desil melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Nasional (SIKS-NG). Situs ini bisa diakses secara online dan menampilkan data KPM (Keluarga Penerima Manfaat) secara transparan.

2. Kumpulkan Dokumen Pendukung

Dokumen yang dibutuhkan antara lain KTP, KK, bukti penghasilan, foto rumah, dan dokumen lain yang bisa mendukung klaim perubahan kondisi ekonomi.

3. Datangi Kantor Kelurahan atau Fasilitator DTKS Setempat

Setelah dokumen lengkap, langkah selanjutnya adalah datang ke kantor kelurahan atau menghubungi fasilitator DTKS di wilayah setempat. Mereka akan membantu mengajukan perbaikan data ke tingkat lebih atas.

4. Tunggu Verifikasi dan Validasi

Proses verifikasi bisa memakan waktu beberapa minggu. Petugas akan melakukan pengecekan ulang, termasuk kunjungan lapangan jika diperlukan.

5. Cek Ulang Status Desil Setelah Proses

Setelah proses selesai, pastikan untuk mengecek kembali status desil di SIKS-NG untuk memastikan perubahan telah diterapkan.

Perbandingan Desil dan Hak Akses Bansos

Berikut tabel yang menjelaskan hubungan antara desil dan jenis bantuan yang bisa diterima:

Desil Jenis Bansos BPJS PBI PKH BPNT
1 Ya Ya Ya Ya
2 Ya Ya Ya Ya
3 Ya Ya Ya Ya
4 Ya Ya Ya Ya
5 Ya Ya Ya Ya
6 Tidak Tidak Tidak Tidak
7 Tidak Tidak Tidak Tidak
8 Tidak Tidak Tidak Tidak
9 Tidak Tidak Tidak Tidak
10 Tidak Tidak Tidak Tidak
Baca Juga:  Apa Bedanya BLT Kesra Tahap 1 dan Tahap 2? Begini Penjelasannya

Catatan: Data ini bersifat umum dan dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah setempat.

Tips agar Data Desil Tetap Akurat

Menjaga akurasi data desil penting agar bantuan tepat sasaran. Berikut beberapa tips yang bisa diperhatikan:

1. Laporkan Perubahan Kondisi Secara Berkala

Jika ada perubahan kondisi ekonomi, seperti penambahan anggota keluarga atau peningkatan penghasilan, segera laporkan ke pihak terkait.

2. Ikuti Sosialisasi dari Pemerintah

Sosialisasi dari pemerintah sering memberikan informasi penting soal cara kerja DTKS dan langkah perbaikan data.

3. Jaga Dokumen Penting

Simpan dokumen seperti KK, KTP, slip gaji, dan bukti kepemilikan aset agar bisa digunakan saat dibutuhkan.

4. Jangan Abaikan Undangan Pendataan

Jika ada undangan pendataan ulang dari petugas, jangan diabaikan. Ini adalah kesempatan untuk memperbaiki data jika ada yang salah.

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah. Status desil dan program bansos bisa berbeda di setiap daerah tergantung pada implementasi lokal. Selalu pastikan informasi terbaru melalui sumber resmi seperti SIKS-NG atau kantor kelurahan setempat.


Artikel ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang jelas tentang peran desil dalam DTKS dan dampaknya terhadap penerimaan bansos. Dengan informasi yang tepat dan langkah-langkah yang jelas, masyarakat bisa lebih siap dalam menghadapi perubahan status serta memastikan haknya sebagai penerima bantuan.

Rosatyani Puspita
Jurnalis

Rosatyani Puspita adalah jurnalis berpengalaman yang saat ini berkarier sebagai Editor, Reporter, dan Penulis di dua platform media digital terkemuka Indonesiadi banjoo.id. Dengan dedikasi tinggi terhadap jurnalisme berkualitas dan integritas editorial, Rosatyani konsisten menghadirkan konten yang akurat, berimbang, dan berdampak bagi masyarakat.