Menjadi penerima bantuan sosial (bansos) seperti BPNT, PKH, atau PIP memang memberi harapan besar bagi keluarga kurang mampu. Namun, belakangan muncul praktik pungli yang melibatkan oknum petugas dinas sosial. Mereka menjanjikan penurunan Desil dengan imbalan uang, padahal seharusnya proses ini bisa dilakukan secara mandiri dan gratis.
Salah satu korban pungli harus rela merogoh kocek hingga Rp900 ribu hanya untuk mengajukan penurunan Desil. Padahal, sistem yang dibangun oleh Kementerian Sosial sebenarnya sudah menyediakan cara resmi dan bebas biaya. Yang dibutuhkan hanyalah pengetahuan tentang langkah-langkahnya serta sedikit ketekunan.
Apa Itu Desil dan Kenapa Penting?
Desil adalah penggolongan tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Semakin rendah nilai Desil, semakin besar kemungkinan keluarga tersebut layak mendapatkan bantuan sosial. Misalnya, program BPNT dan PKH hanya ditujukan bagi keluarga dengan Desil 1 sampai 4.
Desil ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan serangkaian indikator, termasuk pendapatan, pekerjaan, kepemilikan aset, kondisi rumah, hingga status kesehatan. Proses penetapan ini dilakukan secara berkala dan otomatis diperbarui setiap tiga bulan sekali.
Namun, tidak semua keluarga yang sebenarnya layak langsung masuk dalam kategori Desil rendah. Ada beberapa faktor yang bisa membuat Desil naik meskipun secara ekonomi masih tergolong rentan.
Penyebab Desil Tinggi yang Sering Terjadi
Beberapa hal bisa menyebabkan Desil seseorang tercatat lebih tinggi daripada seharusnya. Ini bukan berarti keluarga tersebut makmur, tapi karena sistem membaca adanya indikator tertentu yang dianggap “tidak rentan”.
-
Pendapatan di Atas UMR
Jika salah satu anggota keluarga memiliki penghasilan di atas Upah Minimum Regional (UMR), sistem bisa menganggap keluarga tersebut tidak membutuhkan bantuan. -
Profesi Anggota Keluarga
Adanya anggota keluarga yang bekerja sebagai ASN, TNI/Polri, PPPK, BUMN, atau pegawai swasta dengan gaji tinggi juga bisa memengaruhi skor Desil. -
Kepemilikan Aset Bernilai Tinggi
Memiliki kendaraan mewah atau properti bersertifikat SHM dapat meningkatkan skor kesejahteraan keluarga dalam DTSEN.
Padahal, tidak semua orang dengan profesi atau kepemilikan aset tersebut benar-benar hidup sejahtera. Banyak keluarga yang terpaksa mengeluarkan biaya besar untuk kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Cara Mengajukan Penurunan Desil Secara Mandiri
Bagi keluarga yang merasa Desil-nya terlalu tinggi dan tidak sesuai kondisi nyata, ada opsi untuk mengajukan penurunan Desil secara mandiri. Proses ini bisa dilakukan lewat aplikasi resmi pemerintah, yaitu Cek Bansos, tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Sebelum masuk ke langkah teknis, penting untuk memastikan bahwa informasi yang dimasukkan dalam DTSEN sudah mutakhir. Kesalahan data bisa menjadi penyebab Desil tidak akurat.
1. Unduh Aplikasi Cek Bansos
Aplikasi ini tersedia gratis di Google Play Store dan Apple App Store. Cari dengan kata kunci "Cek Bansos" atau nama lengkapnya: Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SIKS-NG).
2. Registrasi Akun
Gunakan NIK dan KK untuk registrasi. Pastikan data diri sudah sesuai dengan yang terdaftar di sistem kependudukan nasional.
3. Cek Status Desil Saat Ini
Setelah login, pengguna bisa melihat posisi Desil saat ini. Jika ternyata Desil masih tinggi padahal secara ekonomi tidak sesuai, lanjutkan ke langkah berikutnya.
4. Ajukan Permohonan Penurunan Desil
Fitur ini memungkinkan pengguna mengirim permintaan peninjauan ulang Desil. Isi formulir dengan data yang valid dan relevan.
5. Tunggu Verifikasi dan Survey Lapangan
Setelah permohonan diajukan, Pendamping Sosial setempat akan melakukan verifikasi dan survey lapangan. Proses ini penting untuk memastikan bahwa data yang dimasukkan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
6. Pantau Status Pengajuan
Melalui aplikasi yang sama, pengguna bisa memantau status pengajuan. Jika disetujui, Desil akan diperbarui secara otomatis dalam sistem.
Indikator Penilaian Desil Berdasarkan DTSEN
| No | Indikator | Deskripsi Singkat |
|---|---|---|
| 1 | Identitas Kependudukan | Data dasar seperti NIK, KK, dan biodata |
| 2 | Pendidikan | Tingkat pendidikan tertinggi dalam keluarga |
| 3 | Ketenagakerjaan | Jenis pekerjaan dan penghasilan |
| 4 | Kondisi Tempat Tinggal | Kualitas rumah dan lingkungan |
| 5 | Akses Sanitasi & Air Minum | Ketersediaan fasilitas dasar |
| 6 | Kesehatan dan Disabilitas | Riwayat penyakit dan kondisi fisik |
| 7 | Kepemilikan Aset | Kendaraan, lahan, bangunan |
| 8 | Kepemilikan Usaha | Aktivitas wirausaha atau bisnis |
Tips Agar Desil Lebih Akurat
- Perbarui data secara berkala: DTSEN diperbarui tiap tiga bulan, pastikan informasi yang dimasukkan selalu mutakhir.
- Laporkan jika ada ketidaksesuaian: Gunakan fitur pelaporan di aplikasi Cek Bansos untuk koreksi data.
- Ajukan peninjauan saat ada perubahan kondisi: Misalnya, kehilangan pekerjaan, sakit parah, atau bencana alam.
Disclaimer
Data Desil dan informasi terkait bansos bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai hasil survey dan pemutakhiran dari BPS serta Kementerian Sosial. Informasi dalam artikel ini berlaku hingga tahun 2026 dan dapat berbeda tergantung kebijakan daerah dan regulasi yang berlaku.
Proses penurunan Desil memang butuh waktu dan ketelitian. Namun, dengan adanya sistem digital yang transparan, siapa pun sebenarnya bisa mengajukan revisi tanpa harus membayar sepeser pun. Yang penting, tahu caranya.
Khusnul Ain adalah jurnalis yang saat ini menjabat sebagai Editor, Reporter, dan Penulis. Dengan pengalaman luas dalam dunia jurnalistik digital, Eduardo menggabungkan kemampuan editorial yang tajam dengan kepekaan terhadap berita aktual dan tren pasar digital.