Emas tetap jadi pilihan utama banyak orang saat mencari aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi. Baik untuk koleksi maupun investasi, harga emas perhiasan 24 karat hari ini menarik perhatian banyak kalangan. Pasalnya, fluktuasi nilai tukar dan kebijakan moneter global masih terus berdampak pada pergerakan harga emas secara lokal.
Investasi emas memang dikenal sebagai safe haven, terutama saat gejolak ekonomi atau geopolitik terjadi. Namun, meski dianggap aman, bukan berarti harganya stabil sepanjang waktu. Perubahan harga bisa terjadi dalam waktu singkat, tergantung pada beberapa faktor makroekonomi yang sedang berlangsung.
Perbandingan Harga Emas Perhiasan 24 Karat di Pasaran
Harga emas perhiasan 24 karat di Indonesia saat ini menunjukkan perbedaan cukup signifikan antar platform. Dua toko besar seperti Raja Emas Indonesia dan Lakuemas Indonesia mencatat angka yang berbeda, tergantung dari kebijakan masing-masing.
1. Harga Emas di Raja Emas Indonesia
Raja Emas Indonesia mencatat harga emas perhiasan 24 karat sebesar Rp2.460.000 per gram. Angka ini turun cukup tajam dibandingkan hari sebelumnya yang masih di kisaran Rp2.490.000 per gram. Penurunan ini mencapai Rp30.000 dalam sehari.
2. Harga Emas di Lakuemas Indonesia
Berbeda dengan Raja Emas, Lakuemas Indonesia justru mencatat kenaikan tipis. Harga emas perhiasan 24 karat di platform ini berada di kisaran Rp2.480.000 per gram. Meski tidak terlalu signifikan, pergerakan ini menunjukkan bahwa setiap toko punya dinamika harga tersendiri.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas Perhiasan
Harga emas tidak hanya ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Ada beberapa faktor eksternal yang turut memengaruhi pergerakan harga emas perhiasan di pasaran lokal.
1. Kondisi Geopolitik Global
Ketegangan antar negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok kerap memicu volatilitas pasar. Investor cenderung mencari aset yang dianggap aman, termasuk emas. Namun, jika situasi membaik, harga emas bisa kembali turun.
2. Nilai Tukar Dolar AS
Dolar yang menguat biasanya membuat harga emas dalam dolar menjadi lebih mahal bagi investor lain. Ini bisa menekan permintaan global, dan berimbas pada harga lokal.
3. Kebijakan Bank Sentral
Bank sentral seperti The Fed atau Bank Indonesia memiliki peran besar dalam pergerakan harga emas. Jika suku bunga diturunkan, emas cenderung lebih menarik karena tidak memberikan bunga tetap seperti obligasi.
4. Inflasi dan Daya Beli Masyarakat
Saat inflasi tinggi, nilai uang menurun. Emas menjadi alat lindung nilai karena nilainya cenderung stabil dalam jangka panjang. Namun, jika daya beli masyarakat menurun, permintaan emas juga bisa ikut tergerus.
Tips Membeli Emas Perhiasan yang Tepat
Membeli emas perhiasan bukan hanya soal harga murah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pembelian menjadi lebih bijak dan menguntungkan di masa depan.
1. Perhatikan Tingkat Kemurnian
Emas 24 karat memiliki kemurnian 99,9%. Ini adalah jenis emas yang paling tinggi tingkat kemurniannya dan paling cocok untuk investasi jangka panjang. Emas dengan kadar lebih rendah seperti 18 karat atau 14 karat biasanya dicampur logam lain dan kurang ideal untuk investasi.
2. Bandingkan Harga di Beberapa Toko
Setiap toko emas punya kebijakan harga yang berbeda. Ada yang menawarkan harga beli murah namun menjual mahal, atau sebaliknya. Bandingkan harga di minimal dua platform sebelum memutuskan beli.
3. Cek Keaslian dan Sertifikat
Pastikan emas yang dibeli memiliki sertifikat keaslian dari toko atau lembaga terpercaya. Ini penting untuk menjaga nilai investasi dan mempermudah proses jual beli di masa depan.
4. Beli Secara Bertahap
Jika baru mulai berinvestasi emas, tidak perlu membeli dalam jumlah besar sekaligus. Beli secara bertahap bisa mengurangi risiko jika harga sedang naik.
Tabel Harga Emas Perhiasan 24 Karat di Beberapa Platform (Update April 2026)
| Platform | Harga per Gram (Rp) | Kenaikan/Turunan (Rp) |
|---|---|---|
| Raja Emas Indonesia | 2.460.000 | -30.000 |
| Lakuemas Indonesia | 2.480.000 | +10.000 |
Catatan: Harga bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar dan kebijakan masing-masing platform.
Pentingnya Mengetahui Waktu Terbaik Membeli Emas
Mengetahui kapan waktu terbaik membeli emas bisa memberikan keuntungan jangka panjang. Biasanya, harga emas cenderung lebih rendah saat investor global menjual emas untuk mencari aset lain yang lebih menguntungkan. Sebaliknya, saat ketidakpastian tinggi, harga emas biasanya naik.
1. Saat Inflasi Tinggi
Jika inflasi sedang tinggi, nilai uang menurun. Ini adalah waktu yang tepat untuk membeli emas sebagai alat lindung nilai.
2. Saat Dolar Melemah
Karena harga emas dalam dolar, saat dolar melemah, harga emas dalam rupiah juga bisa turun. Ini adalah peluang untuk membeli emas dengan harga lebih terjangkau.
3. Sebelum Kenaikan Suku Bunga
Jika bank sentral akan menaikkan suku bunga, harga emas bisa turun karena investor beralih ke instrumen berbunga. Namun, jika suku bunga diturunkan, emas bisa kembali menarik.
Apakah Emas Perhiasan Cocok untuk Investasi?
Emas perhiasan memang lebih identik dengan nilai estetika, bukan hanya nilai investasi. Namun, jika memilih emas 24 karat dengan desain sederhana dan sertifikat lengkap, emas perhiasan bisa menjadi pilihan investasi yang baik.
Keunggulan emas perhiasan dibanding emas batangan adalah daya tarik visualnya. Selain bisa dijual, emas ini juga bisa digunakan sebagai perhiasan sehari-hari. Namun, perlu diingat bahwa desain tertentu bisa mengurangi nilai jualnya saat dijual kembali.
Penutup
Harga emas perhiasan 24 karat hari ini berada di kisaran Rp2,46 jutaan per gram. Angka ini bisa berubah kapan saja tergantung situasi ekonomi global dan kebijakan pasar lokal. Penting untuk terus memantau perkembangan harga dan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal sebelum memutuskan beli.
Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat terkini per April 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar. Harga di setiap platform juga bisa berbeda tergantung kebijakan masing-masing.
Andrea Hirata Seman Said Harun atau lebih dikenal sebagai Andrea Hirata adalah novelis dan jurnalis yang berasal dari Pulau Belitung, provinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah Laskar Pelangi yang menghasilkan tiga sekuel.