Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok hingga 7,89 persen sepanjang pekan perdagangan 2–6 Maret 2026. Angka itu mencerminkan tekanan besar yang dirasakan oleh pasar modal Tanah Air. Meskipun begitu, di balik situasi yang terlihat suram, beberapa saham justru mampu membukukan kenaikan harga yang mencolok. Saham-saham ini kemudian masuk ke dalam daftar top gainers versi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Secara umum, pasar saham Indonesia memang sedang menghadapi fase koreksi yang cukup dalam. Kapitalisasi pasar pun ikut menyusut hingga 7,85 persen, turun dari Rp14.787 triliun menjadi Rp13.627 triliun. Namun, di tengah kondisi ini, investor masih bisa menemukan peluang lewat saham-saham yang performanya tetap solid.
IHSG Terpuruk, Sektor Mana Saja yang Paling Terpukul?
Tekanan terhadap IHSG tidak datang begitu saja. Mayoritas sektor mengalami pelemahan yang cukup signifikan. Koreksi ini terjadi hampir merata di berbagai segmen pasar, menunjukkan bahwa sentimen investor sedang tidak kondusif.
Sektor konsumsi siklikal menjadi korban terberat dengan penurunan mencapai 14,73 persen. Disusul oleh transportasi dan logistik yang turun 12,05 persen serta bahan baku industri yang anjlok 11,46 persen. Bahkan sektor properti dan teknologi juga tak mampu bertahan, masing-masing terkoreksi 8,97 persen dan 8,27 persen.
Berikut rinciannya:
| No | Sektor | Persentase Penurunan |
|---|---|---|
| 1 | Konsumsi Siklikal | 14,73% |
| 2 | Transportasi & Logistik | 12,05% |
| 3 | Bahan Baku Industri | 11,46% |
| 4 | Industri | 11,09% |
| 5 | Infrastruktur | 9,32% |
| 6 | Properti & Real Estate | 8,97% |
| 7 | Teknologi | 8,27% |
| 8 | Konsumsi Non-Siklikal | 6,82% |
| 9 | Keuangan | 5,46% |
| 10 | Energi | 5,02% |
| 11 | Kesehatan | 4,33% |
Meski mayoritas sektor melemah, beberapa saham tetap mampu menunjukkan performa positif. Saham-saham ini menjadi sorotan karena mampu melonjak meskipun pasar sedang lesu.
10 Saham Top Gainers di Tengah Lesunya Pasar Modal
Investor mungkin merasa khawatir melihat IHSG yang terus terpuruk. Namun, data menunjukkan bahwa masih ada saham-saham yang berhasil naik signifikan selama sepekan. Saham-saham ini layak menjadi perhatian karena menunjukkan ketahanan dan daya tarik tersendiri di tengah volatilitas pasar.
1. PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
Saham IFSH mencatatkan kenaikan tertinggi selama periode 2–6 Maret 2026. Dari posisi sebelumnya di angka Rp1.790 per saham, harga IFSH melonjak hingga 81,56 persen menjadi Rp3.250 per saham. Lonjakan ini menjadikan IFSH sebagai pemimpin daftar top gainers BEI.
2. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)
ESSA Industries juga mencatatkan performa impresif. Saham yang sebelumnya berada di level Rp645 per saham, naik 19,38 persen menjadi Rp770. Kenaikan ini menempatkan ESSA di urutan kedua daftar saham penguat terbaik.
3. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
ITMG berhasil naik 16,42 persen selama sepekan. Harga sahamnya meningkat dari Rp1.640 menjadi Rp1.910 per saham. Saham batubara ini menunjukkan ketangguhan di tengah lesunya sektor energi secara umum.
4. PT Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM)
TDPM mencatatkan kenaikan 15,38 persen. Saham ini naik dari Rp130 menjadi Rp150 per saham. Perusahaan yang bergerak di bidang material kimia ini menunjukkan performa stabil meski pasar sedang tertekan.
5. PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF)
Saham WOMF naik 13,64 persen selama periode yang sama. Harganya bergerak dari Rp1.100 menjadi Rp1.250 per saham. Perusahaan leasing ini tetap menunjukkan daya tarik bagi investor.
6. PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX)
MPMX menguat 12,50 persen. Saham ini naik dari Rp160 menjadi Rp180 per saham. Emiten rokok ini tetap menunjukkan ketahanan di tengah tekanan pasar konsumsi.
7. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)
BBTN naik 11,76 persen selama sepekan. Harga sahamnya meningkat dari Rp1.700 menjadi Rp1.900 per saham. Bank BUMN ini menunjukkan performa solid meski sektor keuangan secara umum melemah.
8. PT Tempo Inti Media Tbk (TPIA)
TPIA mencatatkan kenaikan 11,11 persen. Saham media ini naik dari Rp900 menjadi Rp1.000 per saham. Di tengah tantangan industri media, TPIA tetap mampu menarik minat investor.
9. PT Delta Djakarta Tbk (DLTA)
DLTA naik 10,71 persen. Saham ini bergerak dari Rp2.800 menjadi Rp3.100 per saham. Emiten properti ini menunjukkan ketahanan meski sektor tempatnya berada sedang tertekan.
10. PT Medikalola Sentral Sehat Tbk (MEDI)
MEDI naik 10,00 persen selama sepekan. Harganya naik dari Rp1.000 menjadi Rp1.100 per saham. Saham kesehatan ini menjadi salah satu dari sedikit saham di sektornya yang mampu naik.
Apa Faktor di Balik Kenaikan Saham Ini?
Lonjakan harga beberapa saham ini tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang mendorong kenaikan, baik dari aspek fundamental maupun teknikal. Beberapa emiten mungkin merilis kinerja keuangan yang baik, melakukan aksi korporasi, atau mendapat respons positif dari investor institusi.
Namun, penting untuk dicatat bahwa kenaikan harga dalam konteks pasar yang sedang tertekan bisa bersifat sementara. Investor tetap perlu waspada dan melakukan analisis menyeluruh sebelum memutuskan untuk membeli saham.
Disclaimer
Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat valid hingga tanggal publikasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dinamika pasar. Saham yang masuk dalam daftar top gainers tidak serta merta menjadi rekomendasi investasi. Investasi saham memiliki risiko, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan konsultasi dengan ahli keuangan sebelum membuat keputusan investasi.
Haidar Adam adalah jurnalis profesional yang saat ini memegang posisi strategis sebagai Editor, Reporter, dan Penulis. Ignacio membawa perspektif internasional dalam peliputan berita lokal dan nasional.