Beranda » Investasi » Harga Emas Pecah Rekor! Dari Geopolitik hingga The Fed, Ini Penyebabnya

Harga Emas Pecah Rekor! Dari Geopolitik hingga The Fed, Ini Penyebabnya

Harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Senin, 12 Januari 2026. Lonjakan sebesar Rp29.000 per gram membawa harga logam mulia ini menembus level psikologis Rp2,6 juta.

Bukan tanpa alasan harga emas terus “ngacir” di awal tahun 2026. Kombinasi ketegangan geopolitik yang memanas di berbagai belahan dunia, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, hingga aksi borong bank sentral global menjadi bahan bakar utama reli emas kali ini.

Nah, artikel ini akan mengupas tuntas faktor-faktor di balik lonjakan harga emas serta proyeksi ke depannya berdasarkan analisis para ahli.

Rekor Harga Emas Antam 12 Januari 2026

Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam), harga emas batangan pada Senin (12/1/2026) meroket Rp29.000 menjadi Rp2.631.000 per gram. Pencapaian ini memecahkan rekor sebelumnya yang tercatat pada 27 Desember 2025 di level Rp2.605.000 per gram.

Harga buyback atau harga jual kembali juga ikut terbang. Tercatat kenaikan sebesar Rp29.000 membawa harga buyback ke level Rp2.484.000 per gram.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut rincian harga emas Antam untuk berbagai pecahan per 12 Januari 2026:

Pecahan Harga Dasar Harga + PPh 0,25%
0,5 gram Rp1.365.500 Rp1.368.914
1 gram Rp2.631.000 Rp2.637.578
5 gram Rp12.930.000 Rp12.962.325
10 gram Rp25.805.000 Rp25.869.513
25 gram Rp64.387.000 Rp64.547.968
50 gram Rp128.695.000 Rp129.016.738
100 gram Rp257.312.000 Rp257.955.280
250 gram Rp643.015.000 Rp644.622.538
500 gram Rp1.285.820.000 Rp1.289.034.550
1.000 gram Rp2.571.600.000 Rp2.578.029.000

Harga di atas berlaku di Butik Logam Mulia Pulogadung, Jakarta dan dapat berbeda di daerah lain karena faktor distribusi.

Ketentuan Pajak Jual Beli Emas

Setiap transaksi emas batangan dikenakan pajak sesuai PMK No. 34/PMK.10/2017 dan PMK No. 48/2023. Untuk pembelian, tarif PPh 22 sebesar 0,25% bagi pemegang NPWP dan 0,5% bagi non-NPWP.

Sedangkan untuk penjualan kembali (buyback) dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% (NPWP) atau 3% (non-NPWP). Saat ini PPN tidak dipungut sesuai PP No. 49 Tahun 2022.

Pergerakan Harga Emas Sepekan Terakhir

Tren kenaikan harga emas sudah terlihat sejak awal Januari 2026. Berikut pergerakannya:

Baca Juga:  Harga Emas UBS, Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini 6 Desember 2025
Tanggal Harga/Gram Perubahan
Selasa, 6 Jan 2026 Rp2.549.000 +Rp34.000
Rabu, 7 Jan 2026 Rp2.584.000 +Rp35.000
Kamis, 8 Jan 2026 Rp2.570.000 -Rp14.000
Jumat, 9 Jan 2026 Rp2.577.000 +Rp7.000
Sabtu, 10 Jan 2026 Rp2.602.000 +Rp25.000
Senin, 12 Jan 2026 Rp2.631.000 +Rp29.000 (ATH)

Secara akumulatif, harga emas Antam naik sekitar 3,2% atau Rp82.000 dalam sepekan terakhir.

Harga Emas Dunia Ikut Melesat

Kenaikan harga emas domestik sejalan dengan reli emas di pasar global. Mengacu data Trading Economics, harga emas dunia pada Senin (12/1/2026) diperdagangkan di level US$4.563,61 per troy ons.

Sepanjang tahun 2025, harga emas dunia mencatatkan kenaikan fantastis hingga 64%. Rekor tertinggi sebelumnya tercatat pada 26 Desember 2025 di level US$4.549,71 per troy ons.

Faktor Geopolitik yang Mengguncang Pasar

Ketidakpastian global menjadi pendorong utama investor berbondong-bondong ke emas sebagai aset safe haven. Beberapa titik konflik yang mempengaruhi pergerakan harga emas saat ini:

Konflik AS-Venezuela

Eskalasi tajam hubungan Amerika Serikat dan Venezuela menjadi pemicu utama lonjakan harga emas di awal 2026. Dilansir dari berbagai media, otoritas AS mengonfirmasi penahanan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam operasi militer di Caracas pada akhir pekan lalu.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan apabila Venezuela menolak membuka industri minyaknya. Konflik ini berdampak signifikan mengingat Venezuela merupakan produsen minyak dengan kapasitas 1,1 juta barel per hari.

Ketegangan Iran-Israel

Konflik di Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Trump memperingatkan akan tanggapan keras terhadap potensi kekerasan Iran terhadap para pengunjuk rasa.

Situasi ini menambah daftar panjang ketidakpastian global yang mendorong pelaku pasar mengalihkan dananya ke instrumen lindung nilai seperti emas.

Perang Rusia-Ukraina

Perang berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina juga masih menjadi faktor yang terus dipantau pasar. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda kesepakatan damai antara kedua negara.

Menurut Tiffani Safinia, Research & Development ICDX, ketidakpastian lanjutan ini menjaga minat investor terhadap emas sebagai lindung nilai risiko geopolitik dan volatilitas pasar energi.

Ambisi Greenland dan Tensi dengan Negara Lain

Selain konflik bersenjata, pasar juga mencermati ambisi Presiden Trump untuk mengambil alih Greenland. Hubungan AS dengan Brasil, Kolombia, dan Spanyol juga dilaporkan memburuk.

Semua faktor ini berkontribusi pada meningkatnya permintaan aset aman di kalangan investor global.

Dampak Kebijakan The Fed terhadap Emas

Selain faktor geopolitik, ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) turut menopang harga emas.

Data Tenaga Kerja AS Melemah

Data tenaga kerja AS yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan pelemahan. Upah nonpertanian (Non-Farm Payrolls) Desember hanya naik 50.000, jauh di bawah perkiraan pasar.

Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa The Fed berpeluang memangkas suku bunga acuannya di tahun 2026.

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga

Pasar saat ini memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga The Fed pada 2026. CEO DHF Capital S.A., Bas Kooijman, menilai pasar masih memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali selama paruh pertama tahun 2026.

Baca Juga:  Harga Emas Naik ke USD 4.400: Analisis Lengkap, Faktor Pendorong & Proyeksi

Suku bunga yang lebih rendah membuat emas—yang tidak memberikan imbal hasil—menjadi lebih menarik bagi investor dibanding instrumen berbunga seperti obligasi.

Pergantian Ketua The Fed

Faktor tambahan yang disorot analis adalah rencana pergantian Ketua The Fed pada April 2026. Menurut Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi, Ketua baru kemungkinan besar akan mengikuti arahan Presiden Trump untuk menurunkan suku bunga guna menggenjot perekonomian.

Aksi Bank Sentral Global Borong Emas

Pembelian emas oleh bank sentral berbagai negara turut menyempitkan pasokan dan memperkuat harga.

China Borong Emas 14 Bulan Berturut-turut

Bank sentral China (People’s Bank of China) memperpanjang rangkaian pembelian emasnya selama 14 bulan berturut-turut. Aksi borong ini menjadi sinyal kuat bahwa negara-negara besar tengah melakukan diversifikasi cadangan devisanya.

Menurut analisis dari Trading Economics, pembelian strategis oleh bank sentral telah memperkuat permintaan struktural emas secara global.

Bank Sentral Lain Ikut Akumulasi

Tidak hanya China, beberapa bank sentral negara lain juga dilaporkan terus mengakumulasi emas sebagai bagian dari cadangan devisa mereka. Tren ini diperkirakan berlanjut di tahun 2026.

Proyeksi Harga Emas Ke Depan

Para analis memiliki pandangan optimistis terhadap pergerakan harga emas di tahun 2026.

Prediksi Analis Lokal

Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia dapat mencapai US$5.000 per troy ons pada kuartal I-2026. Dalam rupiah, harga logam mulia diperkirakan bisa menembus Rp3 juta per gram.

Tiffani Safinia dari ICDX menambahkan bahwa reli emas diperkirakan ditopang oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga AS pada semester II-2026, pembelian berkelanjutan oleh bank sentral global, serta kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dunia.

Prediksi Lembaga Internasional

Beberapa lembaga keuangan global juga memberikan proyeksi positif:

Lembaga Proyeksi 2026
Goldman Sachs US$4.000 – US$5.000/troy ons
JP Morgan US$5.000/troy ons
Bank of America US$5.000/troy ons
UBS Mendekati US$5.000/troy ons
HSBC Tetap bullish sepanjang 2026

Proyeksi di atas berdasarkan analisis per Januari 2026 dan dapat berubah sesuai dinamika pasar.

Potensi Koreksi Harga

Meski prospek jangka menengah tetap positif, beberapa analis memperingatkan adanya potensi koreksi jangka pendek. Metals Focus memprediksi harga logam mulia berpotensi turun hingga Rp2,5 juta per gram jika terjadi aksi profit taking.

Alexander Zumpfe menilai pergerakan harga emas menuju rekor tertinggi baru berpotensi terjadi apabila ketegangan geopolitik semakin meluas.

Tips Investasi Emas di Tengah Harga Tinggi

Bagi yang ingin berinvestasi emas di kondisi harga tinggi saat ini, berikut beberapa pertimbangan:

  • Pendekatan bertahap (Dollar Cost Averaging) — Beli secara berkala dalam jumlah kecil untuk meredam risiko fluktuasi
  • Fokus jangka panjang — Emas lebih cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang
  • Pantau sentimen global — Perhatikan perkembangan geopolitik dan kebijakan The Fed
  • Beli di tempat resmi — Pastikan membeli emas bersertifikat dari butik resmi Antam atau platform terpercaya

Informasi dan Kontak Layanan Terkait

Berikut informasi kontak untuk keperluan investasi dan informasi harga emas:

Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari Ini 17 Januari 2026: Turun Lagi, Cek Daftar Lengkapnya

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) – Logam Mulia

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti)

Direktorat Perlindungan Konsumen – Kementerian Perdagangan

  • WhatsApp Pengaduan: 0853-1111-1010

Penutup

Harga emas Antam yang menembus rekor Rp2.631.000 per gram pada 12 Januari 2026 didorong oleh kombinasi faktor geopolitik yang memanas, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, dan aksi borong bank sentral global. Para analis memproyeksikan harga emas berpotensi terus naik hingga menembus US$5.000 per troy ons atau sekitar Rp3 juta per gram di tahun 2026.

Informasi harga dalam artikel ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia Antam dan berbagai media kredibel per 12 Januari 2026. Harga emas bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi yang sedang memantau pergerakan harga emas atau mempertimbangkan investasi logam mulia. Terima kasih sudah membaca, semoga diberikan kemudahan dalam setiap keputusan finansial.

FAQ

Berapa harga emas Antam hari ini 12 Januari 2026?
Harga emas Antam per gram pada 12 Januari 2026 adalah Rp2.631.000 (sebelum pajak) atau Rp2.637.578 (setelah PPh 0,25%). Ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah (All-Time High).
Mengapa harga emas naik terus di awal 2026?
Kenaikan harga emas didorong oleh beberapa faktor: ketegangan geopolitik global (konflik AS-Venezuela, Iran-Israel, Rusia-Ukraina), ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, dan aksi borong emas oleh bank sentral China selama 14 bulan berturut-turut.
Berapa prediksi harga emas di tahun 2026?
Analis memproyeksikan harga emas dunia bisa mencapai US$5.000 per troy ons pada 2026. Dalam rupiah, harga logam mulia diperkirakan berpotensi menembus Rp3 juta per gram.
Berapa pajak jual beli emas Antam?
Untuk pembelian: PPh 22 sebesar 0,25% (NPWP) atau 0,5% (non-NPWP). Untuk penjualan kembali di atas Rp10 juta: PPh 22 sebesar 1,5% (NPWP) atau 3% (non-NPWP). PPN saat ini tidak dipungut sesuai PP No. 49/2022.
Apakah sekarang waktu yang tepat untuk beli emas?
Meski harga sedang tinggi, emas tetap menjadi instrumen diversifikasi yang menarik di tengah ketidakpastian global. Pendekatan bertahap (Dollar Cost Averaging) bisa menjadi opsi untuk mengelola risiko fluktuasi harga.
Di mana bisa membeli emas Antam resmi?
Emas Antam bersertifikat bisa dibeli di Butik Logam Mulia (offline) yang tersebar di berbagai kota, atau melalui website resmi logammulia.com dan aplikasi Antam. Pastikan membeli dari sumber resmi untuk menjamin keaslian produk.
Eva Agustin
Jurnalis

Eva Agustin adalah seorang jurnalis profesional, penulis, dan wartawan berpengalaman yang kini berkarya di banjoo.id, salah satu media online terbesar di Indonesia. Lahir pada Juli 1999, Eva telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam dunia jurnalistik dan penulisan kreatif.