Beranda » Nasional » Strategi BEI untuk Menarik Perhatian MSCI dan FTSE Russell pada Pasar Saham Indonesia Tahun Ini

Strategi BEI untuk Menarik Perhatian MSCI dan FTSE Russell pada Pasar Saham Indonesia Tahun Ini

Setelah beberapa tahun mengalami penurunan peringkat di indeks global, Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menunjukkan tekad kuat untuk memperbaiki posisi saham-saham Tanah Air di mata investor internasional. Langkah ini diambil menyusul pengumuman dari MSCI dan FTSE Russell yang mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari indeks mereka. Tidak tinggal diam, BEI berencana melakukan pendekatan langsung dengan emiten-emiten potensial agar bisa memenuhi kriteria global dan kembali masuk dalam radar investor luar negeri.

Upaya ini dianggap strategis karena indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell menjadi acuan utama bagi investor asing dalam menentukan alokasi dana mereka. Masuk atau keluarnya saham dari indeks ini bisa memicu pergerakan signifikan di pasar modal. Oleh karena itu, BEI berkomitmen untuk memfasilitasi emiten agar lebih siap memenuhi standar global, baik dari segi kapitalisasi pasar, likuiditas, maupun tata kelola perusahaan.

Persiapan BEI untuk Dorong Saham Masuk Indeks Global

Langkah-langkah konkret mulai disusun oleh BEI untuk mendorong emiten potensial agar bisa kembali masuk dalam daftar indeks global. Salah satu upaya utama adalah dengan melakukan diskusi langsung dengan emiten yang memiliki potensi besar. Diskusi ini tidak hanya soal pemenuhan kriteria teknis, tetapi juga strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing saham Indonesia di pasar global.

Selain itu, BEI juga akan memberikan pendampingan teknis kepada emiten agar lebih memahami standar global yang ditetapkan oleh penyedia indeks. Dengan pendampingan ini, diharapkan emiten bisa melakukan penyesuaian struktur dan kinerja agar memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh MSCI dan FTSE Russell.

1. Identifikasi Emiten Potensial

Langkah pertama yang dilakukan BEI adalah mengidentifikasi emiten-emiten yang memiliki potensi untuk masuk ke indeks global. Emiten yang menjadi target adalah yang memiliki kapitalisasi pasar tinggi dan likuiditas yang baik. Selain itu, BEI juga mempertimbangkan sektor-sektor yang sedang diminati investor global, seperti teknologi, infrastruktur, dan energi terbarukan.

Baca Juga:  Sektor-Sektor Perusahaan Raksasa yang Akan Melakukan IPO pada 2026 di Bursa Efek Indonesia, Simak Penjelasannya

2. Evaluasi Kinerja Emiten

Setelah emiten potensial teridentifikasi, BEI akan melakukan evaluasi kinerja terkait kriteria global. Evaluasi ini mencakup aspek keuangan, tata kelola perusahaan, dan transparansi pelaporan. Emiten yang belum memenuhi standar global akan diberi rekomendasi untuk melakukan perbaikan sebelum bisa masuk dalam daftar kandidat indeks global.

3. Penyuluhan dan Pendampingan Teknis

Langkah ketiga adalah memberikan pendampingan teknis kepada emiten. BEI akan mengundang ahli dari berbagai bidang untuk memberikan pelatihan dan konsultasi terkait kriteria global. Pendampingan ini mencakup aspek pelaporan keuangan, corporate governance, dan strategi investor relations.

4. Penyesuaian Struktur dan Kebijakan

Emiten yang telah mengikuti pendampingan diminta untuk menyesuaikan struktur dan kebijakan perusahaan agar sesuai dengan standar global. Ini mencakup peningkatan transparansi, peningkatan tata kelola, dan penyesuaian strategi bisnis agar lebih menarik bagi investor internasional.

5. Koordinasi dengan Penyedia Indeks Global

Langkah terakhir adalah melakukan koordinasi langsung dengan penyedia indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell. BEI akan menyampaikan nama-nama emiten yang telah memenuhi kriteria dan siap untuk masuk dalam daftar indeks. Koordinasi ini juga bertujuan untuk memperoleh masukan langsung dari penyedia indeks terkait kekurangan atau kelebihan emiten Indonesia.

Kriteria Emiten yang Layak Masuk Indeks Global

Untuk bisa masuk dalam daftar indeks global, emiten harus memenuhi sejumlah kriteria penting. Berikut adalah kriteria utama yang biasanya digunakan oleh MSCI dan FTSE Russell dalam menilai suatu saham:

Kriteria Penjelasan
Kapitalisasi Pasar Emiten harus memiliki kapitalisasi pasar yang cukup besar untuk menarik minat investor global.
Likuiditas Saham Saham harus memiliki volume perdagangan yang tinggi agar mudah diperdagangkan oleh investor asing.
Tata Kelola Perusahaan Emiten harus memiliki tata kelola perusahaan yang baik dan transparan.
Kepatuhan Regulasi Emiten harus memenuhi seluruh regulasi yang berlaku di pasar modal Indonesia dan global.
Frekuensi Pelaporan Emiten wajib menyampaikan laporan keuangan secara berkala dan tepat waktu.
Baca Juga:  PalmCo Tetapkan Target ESG 2026 dengan Fokus pada Transparansi dan Keberlanjutan Operasional

Perbandingan Saham yang Dikeluarkan oleh MSCI dan FTSE Russell

Pada Mei 2026, MSCI dan FTSE Russell mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari indeks mereka. Berikut adalah perbandingan saham yang dikeluarkan oleh kedua penyedia indeks tersebut:

Penyedia Indeks Jumlah Saham yang Dikeluarkan Tanggal Efektif
MSCI 18 saham (5 dari MSCI Global Standard Indexes dan 13 dari MSCI Small Cap Indexes) 29 Mei 2029
FTSE Russell 4 saham 22 Juni 2026

Pengeluaran saham ini menjadi sinyal bahwa BEI harus segera mengambil langkah strategis agar tidak kehilangan lebih banyak saham dari indeks global. Penurunan jumlah saham dalam indeks juga berpotensi mengurangi minat investor asing terhadap pasar modal Indonesia.

Strategi Jangka Panjang BEI

Langkah jangka pendek yang diambil oleh BEI memang penting, tetapi strategi jangka panjang juga tidak boleh diabaikan. BEI berencana untuk membangun ekosistem pasar modal yang lebih sehat dan kompetitif agar bisa menarik lebih banyak investor global. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kualitas emiten secara keseluruhan, bukan hanya yang berpotensi masuk indeks global.

Selain itu, BEI juga akan terus melakukan inovasi teknologi dan tata kelola untuk memenuhi standar internasional. Dengan begitu, pasar modal Indonesia tidak hanya bisa bersaing secara regional, tetapi juga secara global.

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terkini per Mei 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan dan dinamika pasar modal global. BEI dan penyedia indeks global seperti MSCI serta FTSE Russell berhak untuk mengubah kriteria dan daftar saham dalam indeks mereka kapan saja tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Agung Budianto

Agung Budianto adalah seorang jurnalis senior yang Lahir di Jakarta pada tahun 1992, Ardhi telah mengabdikan hampir dua dekade hidupnya dalam dunia jurnalistik digital Indonesia.