Bitcoin sempat terperosok ke level terendah dalam tujuh minggu sebelum akhirnya menguat tipis ke kisaran USD73 ribu. Pergerakan ini dipicu oleh ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah serta melemahnya permintaan dana ETF yang berbasis aset kripto.
Pasca kejatuhan, sentimen pasar mulai membaik meski masih rentan terhadap fluktuasi. Penguatan sebesar 0,5 persen pada perdagangan Minggu, 31 Mei 2026, menempatkan harga Bitcoin di angka USD73.846,1. Namun, dalam rentang tujuh hari sebelumnya, aset digital ini sempat terkoreksi hingga tiga persen.
Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Bitcoin
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu pemicu utama volatilitas pasar. Ketidakpastian terkait eskalasi konflik membuat investor cenderung menghindari risiko, termasuk aset berisiko tinggi seperti kripto.
Selain itu, arus masuk ke ETF Bitcoin spot juga mengalami perlambatan. Padahal, produk ETF ini seharusnya memberikan dorongan likuiditas dan stabilitas bagi aset kripto. Namun, data terkini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk ini belum memperlihatkan tanda-tanda pemulihan yang kuat.
1. Pengaruh Geopolitik Terhadap Aset Digital
- Ketegangan Timur Tengah memicu ketidakpastian global.
- Investor cenderung beralih ke aset safe haven seperti emas dan dolar AS.
2. Arus Dana ETF Bitcoin Melemah
- Permintaan ETF Bitcoin spot mulai melambat sejak awal Mei 2026.
- Investor menunggu kejelasan regulasi dan stabilitas pasar sebelum kembali memasukkan dana.
3. Sentimen Investor dan Siklus Pasar
- Banyak investor mulai mengamankan keuntungan sejak Oktober 2025.
- Fase pengambilan keuntungan ini diperkirakan berlangsung hingga awal 2027.
CEO dan pendiri CryptoQuant, Ki Young Ju, menyebut bahwa tren saat ini masih dalam siklus historis penurunan keuntungan. Menurutnya, fase ini biasanya berlangsung sekitar 18 bulan sebelum kembali terjadi pemulihan yang berkelanjutan.
Meski begitu, tidak semua indikator menunjukkan tren negatif. Indikator Siklus Bull-Bear dari CryptoQuant justru berbalik positif pada awal Mei 2026. Ini menjadi sinyal awal bahwa fase banting stir mungkin sudah terlewati.
Perbandingan Harga Kripto pada Akhir Mei 2026
| Kripto | Perubahan (%) | Harga (USD) |
|---|---|---|
| Bitcoin | +0,5% | 73.846,1 |
| Ethereum | +0,5% | 2.023,63 |
| XRP | +1,7% | 1,34 |
| Solana | +1,0% | 145,20 |
| Cardano | +1,2% | 0,47 |
| Dogecoin | +1,1% | 0,13 |
Catatan: Data di atas bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.
4. Kinerja Altcoin yang Beragam
- Sebagian besar altcoin mengalami kenaikan tipis di akhir pekan.
- Token meme seperti Dogecoin tetap menunjukkan daya tarik terhadap investor ritel.
5. Potensi Pemulihan di Tengah Ketidakpastian
- Indikator teknis mulai menunjukkan sinyal positif.
- Investor institusional masih menanti kejelasan regulasi global.
Meskipun tekanan jual masih terasa, beberapa analis optimistis bahwa fase terendah dari siklus ini telah terlewati. Apalagi dengan adanya indikator teknis yang mulai membaik, termasuk Siklus Bull-Bear yang berbalik positif.
Namun, pasar tetap harus waspada terhadap faktor eksternal seperti kebijakan moneter The Fed, inflasi global, dan tentu saja, perkembangan geopolitik yang masih hangat.
6. Peran Sentimen Makro dalam Pergerakan Kripto
- Indeks S&P 500 terus naik, menunjukkan stabilitas pasar saham.
- Harga minyak mentah stabil di kisaran USD92 per barel.
Stabilitas di pasar saham dan energi turut memengaruhi arah aset kripto. Namun, karena sifatnya yang masih spekulatif, kripto cenderung lebih sensitif terhadap perubahan sentimen daripada aset tradisional.
7. Strategi Jangka Pendek bagi Investor
- Waspadai volatilitas tinggi akibat isu geopolitik.
- Fokus pada aset kripto dengan fundamental kuat seperti Bitcoin dan Ethereum.
- Hindari over-leverage di tengah ketidakpastian.
Investor yang ingin bertahan di pasar kripto saat ini disarankan untuk tetap konservatif. Menggunakan pendekatan jangka pendek dengan manajemen risiko yang baik bisa menjadi kunci agar tidak terjebak dalam koreksi mendalam.
Kesimpulan
Bitcoin sempat terpuruk, tapi kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Meski masih terbatas, penguatan ini menjadi titik awal yang penting di tengah ketidakpastian makroekonomi dan geopolitik global.
Pergerakan ke depan akan sangat bergantung pada arus dana institusional, perkembangan regulasi, dan tentu saja, stabilitas di kawasan Timur Tengah. Investor pun harus siap menghadapi volatilitas yang masih tinggi.
Disclaimer: Data dan harga dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu. Keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis mandiri dan pertimbangan risiko masing-masing.
Eva Agustin adalah seorang jurnalis profesional, penulis, dan wartawan berpengalaman yang kini berkarya di banjoo.id, salah satu media online terbesar di Indonesia. Lahir pada Juli 1999, Eva telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam dunia jurnalistik dan penulisan kreatif.
