Beranda » Nasional » Rupiah Menguat 76 Poin Menuju Level Rp17.805 per Dolar AS

Rupiah Menguat 76 Poin Menuju Level Rp17.805 per Dolar AS

Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.

Rupiah kembali menunjukkan performa menguat pada perdagangan Senin, 1 Juni 2026. Mata uang Garuda itu naik 76 poin terhadap dolar Amerika Serikat, mencatatkan posisi Rp17.805 per USD di akhir sesi sore. Penguatan ini terjadi meski pagi harinya rupiah sempat terkoreksi ke level yang lebih lemah.

Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Meski demikian, fluktuasi nilai tukar rupiah tetap berlangsung dalam kisaran yang relatif stabil sepanjang pekan lalu.

Pergerakan Rupiah Hari Ini

Data dari Bloomberg menunjukkan bahwa rupiah menguat sebesar 0,43 persen atau 76 poin pada penutupan perdagangan Senin. Dari level pagi yang berada di Rp17.845 per USD, mata uang lokal berhasil pulih ke posisi Rp17.805 per USD menjelang akhir sesi.

Sementara itu, data dari Yahoo Finance mencatat bahwa rupiah tidak mengalami perubahan signifikan dan tetap berada di kisaran Rp17.878 per USD. Angka ini menunjukkan bahwa pergerakan rupiah hari ini cukup terbatas dan tidak terlalu volatil.

Data Kurs Acuan Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatatkan rupiah di level Rp17.883 per USD pada akhir perdagangan Jumat, 29 Mei 2026. JISDOR menjadi acuan penting dalam transaksi valuta asing di pasar domestik dan biasanya digunakan sebagai patokan kurs tengah.

Baca Juga:  Chatib Basri Uraikan Perbedaan Notable Antara Depresiasi Rupiah Era Kini dan Era Krisis 1998

Tabel berikut merangkum pergerakan rupiah terhadap dolar AS berdasarkan berbagai sumber data:

Sumber Data Kurs (Rp/USD) Tanggal
Bloomberg 17.805 1 Juni 2026
Yahoo Finance 17.878 1 Juni 2026
JISDOR (BI) 17.883 29 Mei 2026

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penguatan Rupiah

  1. Sentimen pasar global yang membaik akibat progres dalam negosiasi perdamaian di Timur Tengah.
  2. Laporan bahwa draf kesepakatan telah disetujui untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.
  3. Harapan akan normalisasi jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, meski masih jauh dari level pra-konflik.

Analisis Pergerakan Rupiah

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa rupiah cenderung bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan hari ini. Meski sempat menguat di sesi sore, secara keseluruhan rupiah ditutup melemah di kisaran Rp17.800 per USD.

Pergerakan ini dipicu oleh optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan damai antara Israel dan Iran. Namun, ketidakpastian masih tinggi karena jalur pengiriman minyak belum kembali normal sepenuhnya. Premi risiko geopolitik masih menjadi faktor penekan pasar minyak dan berimbas pada mata uang regional.

Dampak Penguatan Rupiah terhadap Ekonomi Domestik

Penguatan rupiah terhadap dolar AS memiliki dampak ganda terhadap ekonomi dalam negeri. Di satu sisi, rupiah yang menguat membantu menekan biaya impor, terutama untuk barang-barang berbasis komoditas dan bahan baku industri.

Namun, di sisi lain, penguatan rupiah bisa menekan daya saing ekspor karena harga jual produk lokal menjadi lebih mahal di pasar internasional. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku ekspor yang masih berusaha pulih pasca-pandemi dan tekanan ekonomi global.

Baca Juga:  Faktor di Balik Penguatan Rupiah yang Jadi Sorotan Utama Kabar Terpopuler Minggu Ini

Proyeksi Kurs Rupiah Minggu Depan

  1. Rupiah diperkirakan akan tetap berada dalam kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per USD.
  2. Sentimen global terkait geopolitik Timur Tengah akan terus menjadi pendorong utama pergerakan.
  3. Kebijakan moneter Bank Indonesia juga akan menjadi variabel penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Perbandingan Kinerja Rupiah dengan Mata Uang Regional

Dibandingkan dengan mata uang negara-negara tetangga, rupiah menunjukkan performa yang cukup stabil. Meski tidak sekuat dolar Singapura atau ringgit Malaysia, rupiah tetap mampu bertahan dari tekanan eksternal berkat intervensi BI dan stabilitas makroekonomi domestik.

Disclaimer

Data kurs yang disajikan bersifat mengambang dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika pasar. Nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh faktor makroekonomi global dan kebijakan moneter Bank Indonesia. Informasi dalam artikel ini disajikan berdasarkan data terkini hingga Juni 2026 dan dapat berbeda dengan kondisi aktual di masa mendatang.

Rosatyani Puspita
Jurnalis

Rosatyani Puspita adalah jurnalis berpengalaman yang saat ini berkarier sebagai Editor, Reporter, dan Penulis di dua platform media digital terkemuka Indonesiadi banjoo.id. Dengan dedikasi tinggi terhadap jurnalisme berkualitas dan integritas editorial, Rosatyani konsisten menghadirkan konten yang akurat, berimbang, dan berdampak bagi masyarakat.