Harga bawang merah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mencatatkan kenaikan signifikan sejak Iduladha 2026. Pasar tradisional dan swalayan di wilayah tersebut mencatat harga eceran mencapai Rp55.000 per kilogram. Lonjakan ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari cuaca ekstrem hingga gangguan distribusi pasca-libur panjang.
Kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh pedagang maupun konsumen. Banyak yang mengaku terpaksa mengurangi penggunaan bawang merah dalam masak-masakan sehari-hari. Pedagang di Pasar Maros menyebut harga sebelum Iduladha hanya berkisar Rp35.000 hingga Rp40.000 per kg. Namun kini, harga jual eceran sudah menyentuh angka Rp55.000, bahkan sempat mencatatkan Rp60.000 di beberapa titik.
Penyebab Lonjakan Harga Bawang Merah
Lonjakan harga bawang merah di Maros tidak datang begitu saja. Ada beberapa faktor yang saling berkaitan, memicu kenaikan harga yang cukup tajam dalam waktu singkat.
1. Cuaca Ekstrem Ganggu Produksi
Curah hujan tinggi dan banjir bandang di beberapa daerah penghasil bawang merah seperti Bone dan Barru membuat produksi menurun drastis. Petani setempat mengaku gagal panen karena tanaman bawang merah terendam air terlalu lama.
2. Gangguan Distribusi Pasca Iduladha
Setelah libur Iduladha yang berlangsung cukup lama, distribusi dari luar daerah sempat terhenti. Banyak truk pengangkut sayur tidak beroperasi karena sopir dan kernet berlibur bersama keluarga. Hal ini menyebabkan pasokan dari luar Maros sangat minim.
3. Permintaan Meningkat Pasca Libur
Setelah Iduladha, permintaan bahan pokok, termasuk bawang merah, meningkat tajam. Banyak keluarga kembali memasak di rumah dan membutuhkan bahan dasar seperti bawang merah untuk masakan sehari-hari.
Dampak Lonjakan Harga terhadap Masyarakat
Kenaikan harga bawang merah berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga. Bawang merah adalah bahan masak utama yang sulit diganti, sehingga lonjakan harganya membuat beban ekonomi meningkat.
1. Pengurangan Konsumsi
Banyak ibu rumah tangga mengurangi penggunaan bawang merah dalam masakan. Beberapa beralih ke bawang bombai sebagai pengganti, meski harganya juga tidak murah.
2. Pindah ke Alternatif
Beberapa konsumen mencoba beralih ke bahan lokal seperti bawang merah kecil atau bawang daun. Namun, hasil masakan tidak sepenuhnya sama, sehingga tidak semua cocok dengan alternatif ini.
Perbandingan Harga Bawang Merah di Beberapa Wilayah Sulsel (Update April 2026)
| Wilayah | Harga Eceran (Rp/kg) |
|---|---|
| Maros | 55.000 |
| Makassar | 50.000 |
| Bone | 48.000 |
| Parepare | 52.000 |
| Palopo | 49.000 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar dan pasokan.
Langkah yang Bisa Ditempuh Konsumen
Meski harga bawang merah sedang tinggi, ada beberapa langkah yang bisa membantu mengurangi beban pengeluaran.
1. Belanja di Pasar Alternatif
Pasar tradisional kecil atau pasar pagi seringkali menawarkan harga lebih murah dibanding pusat grosir. Belanja di sini bisa menjadi solusi jangka pendek.
2. Beli dalam Jumlah Besar
Jika memungkinkan, beli bawang merah dalam jumlah besar saat harga sedang turun. Simpan di tempat kering dan gunakan secara bertahap.
3. Gunakan Bahan Pengganti
Bawang bombai atau bawang daun bisa menjadi alternatif. Meski rasa tidak sama, penggunaan dalam jumlah sedang bisa mengurangi kebutuhan bawang merah.
Upaya Pemerintah dalam Menstabilkan Harga
Pemerintah daerah telah mengambil beberapa langkah untuk menstabilkan harga bawang merah di pasaran.
1. Operasi Pasar
Pemerintah Kabupaten Maros menggelar operasi pasar di beberapa titik strategis. Bawang merah dijual dengan harga subsidi untuk meringankan beban masyarakat.
2. Koordinasi dengan Petani
Dinas Pertanian Maros melakukan pendekatan dengan petani lokal untuk meningkatkan produksi. Program penyuluhan dan bantuan bibit unggul diberikan secara bertahap.
3. Pengawasan Distribusi
Tim gabungan dari Dinas Perdagangan dan Dinas Pertanian memantau distribusi dari luar daerah. Tujuannya agar tidak terjadi praktik penimbunan atau pengambilan keuntungan berlebihan.
Tips Menyimpan Bawang Merah agar Awet
Menyimpan bawang merah dengan benar bisa memperpanjang masa simpannya. Ini penting agar tidak mudah busuk dan bisa digunakan dalam waktu lama.
1. Simpan di Tempat Kering dan Sejuk
Bawang merah sebaiknya disimpan di tempat yang tidak lembap. Hindari menyimpan di kulkas dalam jumlah besar karena bisa menimbulkan uap air.
2. Gunakan Wadah Berlubang
Gunakan wadah plastik atau anyaman yang memiliki lubang sirkulasi udara. Ini membantu menjaga bawang tetap kering dan tidak lembap.
3. Hindari Menyimpan Bersama Kentang
Kentang mengeluarkan gas yang bisa membuat bawang merah lebih cepat tumbuh tunas. Sebaiknya keduanya disimpan terpisah.
Prediksi Harga ke Depan
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Maros, diperkirakan harga bawang merah akan mulai stabil pada Juni 2026. Hal ini seiring dengan mulai masuknya pasokan dari daerah produksi baru seperti Enrekang dan Tana Toraja.
Namun, fluktuasi harga masih mungkin terjadi tergantung kondisi cuaca dan aktivitas distribusi. Masyarakat disarankan tetap waspada dan mengikuti perkembangan harga secara berkala.
Kesimpulan
Lonjakan harga bawang merah di Maros sejak Iduladha 2026 memang menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Namun, dengan langkah tepat dari pemerintah dan kesadaran masyarakat untuk mengelola kebutuhan dengan bijak, dampaknya bisa diminimalkan.
Harga yang saat ini mencapai Rp55.000 per kg diperkirakan akan turun secara bertahap seiring masuknya pasokan baru. Namun, tetap penting untuk mengikuti perkembangan terkini agar tidak terjebak harga mahal secara terus-menerus.
Disclaimer: Data harga dan kondisi pasar bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung faktor eksternal seperti cuaca, distribusi, dan kebijakan pemerintah daerah.
Khusnul Ain adalah jurnalis yang saat ini menjabat sebagai Editor, Reporter, dan Penulis. Dengan pengalaman luas dalam dunia jurnalistik digital, Eduardo menggabungkan kemampuan editorial yang tajam dengan kepekaan terhadap berita aktual dan tren pasar digital.