Beranda » Nasional » Wisata Olahraga Dipercaya Tingkatkan Ekonomi Lokal dan Daya Tarik Wisata Wilayah

Wisata Olahraga Dipercaya Tingkatkan Ekonomi Lokal dan Daya Tarik Wisata Wilayah

Sport tourism kini menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan pariwisata nasional. Di tengah semangat membangkitkan ekonomi pasca-pandemi, kegiatan olahraga yang dikemas dalam bentuk wisata mulai banyak diminati. Tidak hanya menjadi sarana promosi destinasi, sport tourism juga memberi dampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM dan perhotelan.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan bahwa sport tourism memiliki peran strategis dalam mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperkuat perekonomian lokal. Dalam acara pelepasan peserta Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 di kawasan Candi Prambanan, Erick menyatakan bahwa Yogyakarta memiliki potensi besar menjadi destinasi sport tourism unggulan berkat kombinasi alam, budaya, dan kualitas penyelenggaraan event yang tinggi.

Potensi Sport Tourism dalam Meningkatkan Daya Tarik Destinasi

Yogyakarta dikenal dengan daya tarik budaya dan alamnya yang khas. Namun, dengan pengembangan sport tourism, daerah ini semakin menarik bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda. Kegiatan seperti lomba lari, sepeda, atau hiking tidak hanya menawarkan kebugaran, tetapi juga memperkenalkan peserta pada keindahan destinasi secara langsung.

  1. Meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara
  2. Menjangkau segmen pasar baru yang lebih aktif dan produktif
  3. Menumbuhkan citra positif destinasi sebagai tempat yang ramah terhadap kegiatan olahraga

Dampak Ekonomi Sport Tourism di Daerah Istimewa Yogyakarta

Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi menyebut bahwa event seperti Mandiri Jogja Marathon telah menjadi alat promosi daerah yang efektif. Tidak hanya menarik ribuan peserta, event ini juga mendorong peningkatan okupansi hotel, aktivitas kuliner, dan transaksi pelaku UMKM.

1. Peningkatan Okupansi Hotel dan Perputaran Ekonomi

Selama pekan pelaksanaan MJM 2025, riset dari Mandiri Institute mencatat pertumbuhan belanja masyarakat sebesar 11,6 persen. Dengan jumlah peserta yang terus meningkat setiap tahun, dampak ekonomi ini diperkirakan semakin besar di tahun 2026.

Baca Juga:  Update Harga Emas Antam Terkini dan Perhitungan Gaji Ideal agar Bisa Beli Mobil Tanpa Ribet

2. Dukungan terhadap UMKM dan Sektor Usaha Lokal

UMKM kuliner, oleh-oleh, dan jasa transportasi menjadi pihak yang langsung merasakan manfaat dari kehadiran ribuan peserta dan pendamping. Selain itu, pelaku usaha lokal juga mendapat peluang untuk memperluas jaringan dan membangun brand awareness.

3. Prolonged Stay dan Multiplier Effect

Wisatawan yang datang karena sport tourism cenderung memiliki durasi tinggal yang lebih lama. Mereka tidak hanya datang untuk mengikuti event, tetapi juga menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari liburan mereka. Hal ini meningkatkan pengeluaran di berbagai sektor, termasuk akomodasi, kuliner, dan rekreasi.

Peran Pemerintah dalam Mengembangkan Sport Tourism

Pemerintah daerah dan pusat terus berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan sport tourism. Beberapa langkah strategis telah diambil untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas event-event olahraga yang digelar.

  1. Peningkatan infrastruktur pendukung event
  2. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas olahraga
  3. Penyelenggaraan event rutin dengan standar internasional

Tantangan dan Peluang dalam Pengembangan Sport Tourism

Meski potensi sport tourism sangat besar, pengembangannya tidak luput dari tantangan. Infrastruktur, keamanan, dan kualitas layanan tetap menjadi poin penting yang perlu diperhatikan agar destinasi tetap kompetitif.

Namun, dengan dukungan yang tepat, sport tourism bisa menjadi salah satu andalan dalam mempercepat pemulihan ekonomi daerah. Terutama di masa pasca-pandemi, di mana wisatawan lebih mengutamakan kegiatan sehat dan berbasis alam.

Perbandingan Dampak Ekonomi MJM Tahun 2024–2026

Tahun Jumlah Peserta (Estimasi) Pertumbuhan Belanja (%) Sektor Terdampak Utama
2024 12.000 9,8 Kuliner, Transportasi
2025 15.500 11,6 UMKM, Hotel, Retail
2026 18.000 (diperkirakan) 13,5 (diperkirakan) Semua sektor pariwisata
Baca Juga:  Pertamina Lakukan Evakuasi Terhadap 19 Karyawan yang Berada di Irak dan Dubai karena Ketegangan Geopolitik Terkini

Disclaimer: Data di atas bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung kondisi ekonomi dan kebijakan di lapangan.

Strategi Jangka Panjang untuk Sport Tourism

Pengembangan sport tourism tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan strategi jangka panjang yang melibatkan berbagai pihak agar hasilnya berkelanjutan dan bermanfaat luas.

1. Membangun Branding Destinasi Sport Tourism

Pengembangan citra DIY sebagai destinasi sport tourism harus terus dikonsolidasikan melalui kampanye digital, kolaborasi media, dan event-event bertaraf nasional maupun internasional.

2. Meningkatkan Kapasitas Pelaku Usaha Lokal

Pelatihan dan pendampingan untuk pelaku UMKM agar bisa memanfaatkan momentum event sport tourism secara maksimal. Mulai dari pemasaran online hingga peningkatan kualitas produk.

3. Pengembangan Infrastruktur Pendukung

Peningkatan fasilitas olahraga, jalur lari, dan area parkir menjadi kebutuhan penting agar event bisa berjalan lancar dan nyaman bagi peserta maupun wisatawan.

Kesimpulan

Sport tourism bukan hanya soal kesehatan dan hiburan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi daerah. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas olahraga, destinasi seperti Yogyakarta bisa terus menjadi magnet wisatawan yang mencari pengalaman unik dan sehat.

Melalui event seperti Mandiri Jogja Marathon, sport tourism membuktikan bahwa kebugaran dan ekonomi bisa berjalan beriringan. Dan yang lebih penting, manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.

Eva Agustin
Jurnalis

Eva Agustin adalah seorang jurnalis profesional, penulis, dan wartawan berpengalaman yang kini berkarya di banjoo.id, salah satu media online terbesar di Indonesia. Lahir pada Juli 1999, Eva telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam dunia jurnalistik dan penulisan kreatif.