Penyesuaian harga BBM jenis Pertamax Series kembali terjadi per 1 Agustus 2026. Kali ini, Pertamina Patra Niaga mencatatkan penurunan harga untuk beberapa varian unggulan mereka, termasuk Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo. Perubahan ini dilakukan sebagai respons terhadap dinamika harga minyak global serta nilai tukar rupiah yang berlaku.
Langkah ini diambil dalam rangka memenuhi ketentuan pemerintah dan menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat dengan ketersediaan pasokan energi nasional. Penyesuaian harga ini hanya berlaku untuk BBM nonsubsidi, sementara harga Pertalite dan Solar subsidi tetap berada di level sebelumnya.
Harga Pertamax Series Turun, Begini Rinciannya
Perubahan harga Pertamax Series mencerminkan upaya Pertamina untuk tetap kompetitif dan responsif terhadap fluktuasi pasar global. Penurunan harga ini dirasa sebagai langkah yang dinantikan oleh banyak konsumen, khususnya pengguna kendaraan bermesin tinggi yang membutuhkan oktan lebih tinggi.
1. Pertamax (RON 92)
Harga Pertamax mengalami penurunan sebesar Rp300 per liter. Dari sebelumnya dibanderol Rp16.250 per liter, kini harganya turun menjadi Rp15.950 per liter. Penurunan ini cukup signifikan mengingat sensitivitas harga BBM terhadap beban ekonomi rumah tangga.
2. Pertamax Green 95
Pertamax Green, yang memiliki nilai oktan 95, juga turun sebesar Rp400 per liter. Harga yang semula Rp17.000 per liter kini menjadi Rp16.600 per liter. BBM ini menjadi pilihan menengah bagi pengguna yang menginginkan performa lebih baik dari Pertamax biasa namun belum siap beralih ke Pertamax Turbo.
3. Pertamax Turbo (RON 98)
Penurunan paling besar terjadi pada Pertamax Turbo. Harga BBM ini turun Rp1.000 per liter dari sebelumnya Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter. Penurunan ini tentu memberikan angin segar bagi para pengguna kendaraan berperforma tinggi yang membutuhkan oktan 98.
Harga BBM Lainnya Tetap Stabil
Selain Pertamax Series, harga beberapa jenis BBM lainnya tidak mengalami perubahan. Hal ini menunjukkan bahwa penyesuaian kali ini difokuskan pada segmen nonsubsidi dengan pertimbangan pasar dan daya beli konsumen.
4. Pertamina Dex (CN 53)
Harga Pertamina Dex tetap berada di level Rp21.150 per liter. BBM ini tetap menjadi pilihan utama bagi pengguna kendaraan diesel yang menginginkan performa mesin lebih optimal.
5. Dexlite (CN 51)
Dexlite juga tidak mengalami perubahan harga. Masih dipatok di angka Rp19.700 per liter, BBM ini menjadi alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan Pertamina Dex.
6. Pertalite (RON 90)
Harga Pertalite tetap stabil di angka Rp10.000 per liter. BBM subsidi ini masih menjadi pilihan utama masyarakat menengah ke bawah dan pengguna kendaraan harian dengan konsumsi bahan bakar yang cukup besar.
7. Solar (CN 48)
Solar subsidi juga tidak mengalami perubahan harga. Masih dijual seharga Rp6.800 per liter, BBM ini tetap menjadi andalan bagi pengguna kendaraan niaga dan transportasi umum.
Tabel Harga BBM Pertamina Per 1 Agustus 2026
Berikut adalah rincian harga BBM Pertamina per 1 Agustus 2026:
| Jenis BBM | Harga per Liter (Rp) | Perubahan Harga |
|---|---|---|
| Pertamax Turbo (RON 98) | 18.300 | Turun Rp1.000 |
| Pertamax Green (RON 95) | 16.600 | Turun Rp400 |
| Pertamax (RON 92) | 15.950 | Turun Rp300 |
| Pertamina Dex (CN 53) | 21.150 | Tidak berubah |
| Dexlite (CN 51) | 19.700 | Tidak berubah |
| Pertalite (RON 90) | 10.000 | Tidak berubah |
| Solar (CN 48) | 6.800 | Tidak berubah |
Manfaatkan Promo MyPertamina untuk Hemat Lebih Banyak
Selain penyesuaian harga, Pertamina juga terus menghadirkan berbagai promo menarik melalui aplikasi MyPertamina. Pengguna aplikasi ini bisa mendapatkan cashback, harga lebih murah, hingga poin loyalitas dari setiap transaksi pembelian BBM nonsubsidi.
Promo ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi pengguna yang sering mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina. Dengan memanfaatkan fitur-fitur dalam aplikasi, konsumen tidak hanya mendapatkan BBM berkualitas, tapi juga pengalaman transaksi yang lebih menguntungkan.
Komitmen Pertamina dalam Menjaga Stabilitas Pasokan
Langkah penyesuaian harga ini juga menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam menjaga ketersediaan pasokan energi nasional. Dengan memperhatikan harga pasar global dan nilai tukar rupiah, Pertamina berupaya memastikan bahwa pasokan BBM tetap stabil dan terjangkau.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan bisnis. Pertamina juga terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Disclaimer
Harga BBM dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika pasar global dan kebijakan pemerintah. Data dalam artikel ini bersifat valid hingga 1 Agustus 2026 dan dapat mengalami penyesuaian di masa mendatang.
Andrea Hirata Seman Said Harun atau lebih dikenal sebagai Andrea Hirata adalah novelis dan jurnalis yang berasal dari Pulau Belitung, provinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah Laskar Pelangi yang menghasilkan tiga sekuel.