Beranda » Nasional » Inilah 5 Peluang Usaha Ternak Rumahan yang Menghasilkan Cuan Besar Saat Ramadan!

Inilah 5 Peluang Usaha Ternak Rumahan yang Menghasilkan Cuan Besar Saat Ramadan!

Ilustrasi. Foto: Dok Paxels

Bulan Ramadan selalu identik dengan berkah dan peluang usaha yang berlimpah. Tak hanya berjualan takjil atau makanan ringan, banyak orang mulai melirik potensi ternak rumahan sebagai ladang rejeki tambahan. Apalagi saat menjelang Lebaran, kebutuhan akan bahan pangan hewani seperti daging dan telur meningkat tajam. Dengan memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah, ternak rumahan bisa menjadi pilihan yang menguntungkan.

Tidak perlu modal besar atau lahan luas. Asal tahu caranya, usaha kecil-kecilan ini bisa menghasilkan cuan yang lumayan. Apalagi kalau bukan di bulan Ramadan, waktu yang paling pas untuk memanfaatkan lonjakan permintaan bahan makanan.

5 Ide Ternak Rumahan yang Banjir Cuan Selama Ramadan

Memulai usaha ternak rumahan di bulan Ramadan memang bukan hal baru. Tapi, memilih jenis ternak yang tepat bisa membuat usaha lebih efektif dan menguntungkan. Dari sekian banyak pilihan, berikut lima ide ternak rumahan yang punya potensi cuan tinggi selama Ramadan.

1. Penggemukan Ayam Kampung

Ayam kampung selalu jadi favorit saat Lebaran. Menu-menu seperti opor ayam, gulai, atau semur ayam kampung jadi andalan di meja makan keluarga. Permintaan daging ayam kampung menjelang Idulfitri pun meningkat drastis.

Usaha penggemukan ayam kampung bisa dimulai dengan membeli ayam siap potong berusia 4-5 bulan. Proses penggemukan dilakukan selama 2-3 minggu terakhir Ramadan. Ayam diberi pakan berkualitas tinggi dan suplemen untuk mempercepat pertambahan bobot.

Keuntungannya besar karena harga ayam kampung saat Ramadan bisa naik hingga 20-30% dibanding bulan biasa. Cukup dengan lahan sempit dan kandang sederhana, usaha ini bisa dijalankan siapa saja.

2. Produksi Telur Puyuh

Telur puyuh memang kecil, tapi manfaatnya besar. Telur ini sering digunakan sebagai bahan campuran dalam takjil seperti tahu bakso, lodeh, atau sambal goreng. Permintaannya meningkat tajam saat Ramadan.

Bagi yang sudah punya burung puyuh produktif, ini saat yang tepat untuk fokus pada produksi. Kualitas pakan dan kebersihan kandang jadi kunci agar produksi telur tetap stabil setiap hari.

Harga telur puyuh juga relatif stabil dan terus dicari, terutama oleh pedagang makanan kecil. Dengan produksi 100 butir per hari, peternak bisa mendapat keuntungan sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000 per minggu, tergantung lokasi dan harga pasar.

Baca Juga:  Kisah Hena Gian Hermana yang Mengubah Tanah Liat Menjadi Harapan dengan Bantuan BRI untuk Mengembangkan Usaha Gentengnya

3. Usaha Telur Asin

Telur asin biasanya jadi stok makanan andalan saat sahur. Rasa gurih dan tekstur lembut kuning telurnya sangat cocok disantap dengan nasi hangat atau bubur. Tidak heran kalau permintaan telur asin meningkat saat Ramadan.

Ternak bebek petelur bisa menjadi awal dari usaha ini. Setelah mendapat telur bebek segar, proses pengasinan bisa dilakukan dengan cara direndam dalam larutan garam selama 10-14 hari.

Produksi telur asin bisa dilakukan skala rumahan. Modal awal tidak besar, dan hasilnya bisa langsung dijual ke tetangga atau pedagang makanan. Harga jual telur asin juga cukup menggiurkan, terutama menjelang Lebaran.

4. Budidaya Belut Rumahan

Belut sering jadi menu spesial saat berbuka puasa. Rasanya yang gurih dan tekstur dagingnya yang lembut membuat banyak orang ketagihan. Tapi karena harganya yang tidak murah, tidak semua orang bisa membeli belut setiap hari.

Inilah peluang untuk memulai budidaya belut skala rumahan. Media budidaya bisa menggunakan drum plastik atau bak beton. Bibit belut yang digunakan sebaiknya sudah berukuran agak besar agar masa panen lebih cepat.

Waktu panen belut hanya sekitar 2-3 bulan. Dengan perawatan yang baik, satu drum bisa menghasilkan 5-10 kg belut siap jual. Harga belut di pasaran cukup tinggi, terutama saat Ramadan dan menjelang Lebaran.

5. Ternak Ayam Petelur

Telur ayam adalah bahan utama dalam banyak menu Ramadan, termasuk kue-kue Lebaran. Permintaan telur meningkat bukan hanya dari rumah tangga, tapi juga dari pengusaha kue dan produsen makanan.

Memelihara 10-20 ekor ayam petelur di pekarangan rumah bisa menghasilkan 8-15 butir telur per hari. Dengan harga rata-rata Rp2.000 per butir, hasilnya bisa mencapai ratusan ribu per minggu.

Ayam petelur juga tidak memerlukan perawatan rumit. Asalkan kandang bersih dan pakan terjaga, produksi telur bisa berjalan stabil. Bisa juga menjual telur mentah atau olahan seperti telur rebus atau telur asin untuk menambah nilai jual.

Tabel Perbandingan Potensi Keuntungan Usaha Ternak Rumahan

Berikut adalah estimasi keuntungan dari masing-masing jenis ternak rumahan selama Ramadan:

Jenis Ternak Modal Awal (Rp) Produksi/Hari Harga Jual (Rp/butir/kg) Keuntungan/Bulan (Rp)
Ayam Kampung 500.000 – 1.000.000 1-2 ekor 60.000 – 80.000/ekor 500.000 – 1.000.000
Telur Puyuh 300.000 – 500.000 100 butir 1.000 – 1.500/butir 500.000 – 1.000.000
Telur Asin 200.000 – 400.000 50 butir 3.000 – 4.000/butir 300.000 – 600.000
Belut 400.000 – 600.000 5-10 kg 40.000 – 50.000/kg 600.000 – 1.200.000
Ayam Petelur (10 ekor) 700.000 – 1.000.000 8-15 butir 2.000 – 2.500/butir 400.000 – 700.000
Baca Juga:  Indonesia dan Belarusia Resmikan Rencana Aksi Pengembangan Ekonomi Bersama Periode 2026–2030 Menuju Stabilitas dan Pertumbuhan Berkelanjutan

Catatan: Data di atas bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung kondisi pasar dan lokasi.

Tips Memulai Ternak Rumahan Saat Ramadan

Memulai ternak rumahan memang terdengar mudah. Tapi agar usaha bisa berjalan lancar dan menguntungkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sejak awal.

  1. Pilih Jenis Ternak yang Sesuai Lokasi dan Permintaan
    Lihat dulu jenis ternak mana yang paling banyak dicari di sekitar rumah. Ini akan memudahkan pemasaran.

  2. Siapkan Kandang yang Bersih dan Nyaman
    Kesehatan hewan ternak sangat penting. Kandang yang bersih dan sirkulasi udara baik bisa mencegah penyakit.

  3. Gunakan Pakan Berkualitas
    Pakan yang baik akan meningkatkan produksi dan kesehatan ternak. Jangan asal pakai sisa makanan rumah tangga.

  4. Pantau Kesehatan Ternak Secara Rutin
    Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Lakukan vaksinasi dan periksa kesehatan secara berkala.

  5. Bangun Jaringan Penjualan Sejak Awal
    Punya calon pembeli sejak awal bisa meminimalkan risiko kelebihan stok. Bisa juga menjalin kerja sama dengan pedagang takjil atau warung sekitar.

Kesimpulan

Usaha ternak rumahan selama Ramadan bukan cuma soal cari cuan. Ini juga jadi bentuk manfaat yang bisa diberikan di bulan penuh berkah. Dengan strategi yang tepat dan perawatan yang baik, usaha kecil ini bisa berkembang jadi ladang rezeki yang berkelanjutan.

Tidak perlu modal besar atau lahan luas. Yang penting, mulai dari hal kecil dan tetap konsisten. Karena di balik usaha kecil, sering kali tersembunyi potensi besar yang bisa mengubah nasib.

Disclaimer: Data dan harga di atas bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar setempat.

Eduardo Simorangkir, Editor/Reporter/Penulis detik.com & banjoo.id. Jurnalis profesional dengan keahlian editorial, investigative reporting & digital media.
Jurnalis

Khusnul Ain adalah jurnalis yang saat ini menjabat sebagai Editor, Reporter, dan Penulis. Dengan pengalaman luas dalam dunia jurnalistik digital, Eduardo menggabungkan kemampuan editorial yang tajam dengan kepekaan terhadap berita aktual dan tren pasar digital.