Beranda » Nasional » Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Akibat Ketegangan Iran-Israel yang Meningkat!

Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Akibat Ketegangan Iran-Israel yang Meningkat!

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Ledakan besar di Iran akibat serangan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026, memicu kekhawatiran global. Salah satu dampak langsung adalah lonjakan harga minyak mentah dunia. Pasalnya, kawasan Timur Tengah merupakan salah satu penghasil minyak terbesar di dunia, dan ketegangan di sana selalu berpotensi mengganggu rantai pasok energi global.

Saat ini, harga minyak mentah berada di kisaran 70 dolar AS per barel. Namun, jika konflik berlarut, angka itu bisa naik hingga 80 dolar AS per barel. Jika pasokan minyak di Selat Hormuz terganggu, harga bisa melonjak hingga 100 dolar AS per barel. Selat Hormuz merupakan jalur kritis yang mengalirkan sekitar 20 persen minyak dunia. Gangguan di sini berarti dampaknya akan dirasakan hampir di seluruh dunia.

Dampak Konflik Iran-Israel terhadap Pasar Minyak Global

Konflik bersenjata antara Iran dan Israel bukan sekadar pertempuran lokal. Ketegangan ini memiliki potensi untuk berkembang menjadi konflik regional, apalagi jika melibatkan aktor global seperti Amerika Serikat dan Tiongkok. Semakin luas keterlibatan, semakin besar pula risiko gangguan terhadap pasokan energi global.

  1. Eskalasi Konflik yang Berkepanjangan

    Ketegangan antara Iran dan Israel bukan hal baru. Namun, serangan terbaru yang menyebabkan korban sipil dan kerusakan besar di Teheran memicu respons keras dari Iran. Serangan balasan berupa peluncuran rudal ke wilayah Israel dan basis militer AS di Timur Tengah menunjukkan bahwa konflik ini tidak akan selesai dalam waktu singkat.

  2. Keterlibatan Aktor Global

    Amerika Serikat dan Israel dilaporkan sebagai pihak yang melancarkan serangan awal. Iran pun tidak tinggal diam. Media Iran bahkan menyebutkan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam serangan tersebut. Kematian tokoh penting seperti Khamenei bisa memicu reaksi yang lebih besar dari Iran dan sekutunya di kawasan.

  3. Potensi Gangguan di Selat Hormuz

    Selat Hormuz adalah salah satu jalur pasok minyak paling strategis di dunia. Jika jalur ini terganggu, baik karena konflik militer maupun blokade, maka pasokan minyak ke pasar global akan langsung terpengaruh. Harga minyak bisa melonjak dalam hitungan jam.

Baca Juga:  Harga BBM Terkini di Seluruh SPBU dan Perpanjangan Batas Lapor Pajak Wajib Diketahui

Lonjakan Harga Minyak dan Dampaknya ke Harga BBM Domestik

Lonjakan harga minyak mentah dunia tidak hanya berdampak pada negara pengimpor besar seperti Tiongkok atau India. Di dalam negeri, kenaikan harga minyak global juga akan berimbas langsung pada harga bahan bakar minyak (BBM).

  1. Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

    BBM jenis nonsubsidi seperti Pertamax dan Dex biasanya langsung mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Jika harga minyak mentah naik, maka penyesuaian harga BBM ini akan dilakukan secara transparan sesuai mekanisme harga pasar internasional.

  2. Potensi Kenaikan BBM Bersubsidi

    Yang lebih mengkhawatirkan adalah potensi kenaikan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar. Kedua jenis BBM ini digunakan oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah. Kenaikan harga bisa berdampak langsung pada daya beli dan inflasi.

  3. Inflasi dan Daya Beli Masyarakat

    Lonjakan harga minyak mentah berpotensi memicu inflasi, terutama di negara berkembang yang masih bergantung pada BBM bersubsidi. Masyarakat dengan penghasilan terbatas akan merasakan tekanan ekonomi lebih besar, karena pengeluaran untuk transportasi dan kebutuhan pokok lainnya ikut naik.

Perbandingan Harga Minyak Mentah Sebelum dan Pasca-Serangan

Berikut adalah estimasi harga minyak mentah berdasarkan situasi saat ini dan potensi dampak dari konflik Iran-Israel:

Situasi Harga Minyak Mentah (USD/barel) Catatan
Sebelum Serangan 70 Stabil, sesuai tren awal 2026
Pasca-Serangan (Konflik Terbatas) 80 Reaksi pasar awal
Gangguan Pasokan di Selat Hormuz 100+ Zona bahaya, rekor tinggi

Disclaimer: Data di atas bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada eskalasi konflik dan respons pasar global.

Faktor yang Memicu Lonjakan Harga Minyak

  1. Ketidakpastian Geopolitik

    Ketidakpastian adalah musuh utama pasar keuangan. Ketika ada konflik bersenjata di kawasan penghasil minyak besar, investor cenderung panik dan langsung membeli komoditas safe haven seperti minyak dan emas.

  2. Riilnya Gangguan Pasokan

    Jika jalur distribusi minyak seperti Selat Hormuz benar-benar terganggu, maka pasokan ke pasar global akan langsung terancam. Ini bukan spekulasi, tapi fakta logistik yang berdampak nyata.

  3. Spekulasi Pasar

    Pasar minyak sangat sensitif terhadap berita. Cukup satu laporan tentang kemungkinan gangguan pasokan untuk membuat harga langsung naik. Spekulasi ini bisa memperparah lonjakan harga, meski belum ada gangguan nyata.

Baca Juga:  Wall Street Mixed as Dow Jones Slips While Nasdaq Gains Slightly

Tips Mengantisipasi Lonjakan Harga BBM

  1. Gunakan Transportasi Umum atau Alternatif

    Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi bisa menjadi langkah awal menghemat pengeluaran. Transportasi umum, ojek online, atau bahkan sepeda bisa menjadi pilihan.

  2. Alihkan Penggunaan BBM ke Listrik atau Gas

    Kendaraan listrik atau gas menjadi alternatif yang lebih hemat jangka panjang. Meski investasi awalnya lebih tinggi, penghematan bisa terlihat dalam jangka waktu beberapa bulan.

  3. Pantau Harga BBM Secara Berkala

    Mengetahui perkembangan harga BBM membantu dalam perencanaan anggaran. Gunakan aplikasi atau situs resmi untuk mendapat informasi terkini.

Penutup

Konflik Iran-Israel bukan hanya masalah regional. Dampaknya bisa dirasakan hingga ke ujung dunia, termasuk dalam bentuk lonjakan harga minyak dan BBM. Masyarakat perlu waspada dan siap menghadapi kemungkinan penyesuaian harga energi yang akan datang. Kebijakan pemerintah dalam menyeimbangkan subsidi dan harga pasar juga akan menjadi ujian penting di tengah ketegangan global ini.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan situasi di lapangan dan kebijakan pemerintah terkait energi.

Ignacio Geordi Oswaldo, Editor/Reporter/Penulis detik.com & banjoo.id. Jurnalis investigatif expert dalam cross-platform storytelling & data journalism.
Jurnalis

Haidar Adam adalah jurnalis profesional yang saat ini memegang posisi strategis sebagai Editor, Reporter, dan Penulis. Ignacio membawa perspektif internasional dalam peliputan berita lokal dan nasional.