Keselamatan kerja kini bukan lagi sekadar kebijakan operasional, melainkan sebuah komitmen moral yang harus dijunjung tinggi oleh perusahaan. Di tengah tantangan proyek infrastruktur besar, PT Anugerah Samudera Madanindo (ASM) berhasil meraih penghargaan "Zero Accident" kategori platinum dari Pemerintah Provinsi. Prestasi ini mencerminkan dedikasi serius terhadap kesehatan dan keselamatan tenaga kerja.
Pencapaian ini diraih dalam rentang waktu Maret 2023 hingga September 2025, dengan catatan 1.200.622 jam kerja tanpa kecelakaan fatal. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa menjaga keselamatan bukan hanya soal target, tapi bagian dari budaya perusahaan yang diwujudkan dalam setiap langkah operasional.
Komitmen Keselamatan sebagai Tanggung Jawab Sosial
Faris Muhammad Abdurrahim, Direktur Utama PT ASM, menegaskan bahwa keselamatan kerja adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Ia menyebut bahwa menjaga karyawan tetap selamat bukan hanya demi kepatuhan regulasi, tapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai manusia.
“Zero accident bukan sekadar target operasional, tetapi komitmen moral untuk memastikan setiap pekerja pulang dengan selamat,” ujar Faris.
1. Implementasi Budaya Keselamatan
Langkah pertama dalam menciptakan lingkungan kerja aman adalah menanamkan budaya keselamatan. ASM menerapkan sistem yang bukan hanya mengikuti aturan, tapi juga mengedepankan partisipasi aktif karyawan.
2. Speak-Up Safety
ASM mengembangkan budaya "speak-up safety", di mana setiap pekerja memiliki keberanian untuk menyuarakan potensi bahaya. Jika ada kondisi yang dianggap tidak aman, aktivitas bisa dihentikan kapan saja tanpa tekanan.
3. Pelibatan Seluruh Level
Tidak hanya manajemen, seluruh level karyawan dilibatkan dalam proses pengawasan keselamatan. Ini menciptakan sistem pengawasan yang lebih luas dan responsif terhadap risiko di lapangan.
Proyek Patimban: Ujian Nyata Keselamatan Kerja
Salah satu proyek besar yang tengah dikerjakan ASM adalah pengembangan Pelabuhan Patimban Fase 2. Proyek ini menjadi ujian nyata bagi komitmen keselamatan karena memiliki tingkat risiko tinggi.
1. Pengembangan Terminal Kendaraan
Terminal kendaraan di Patimban dibangun dengan investasi sebesar Rp3,7 triliun. Terminal ini direncanakan memiliki kapasitas hingga 600.000 unit CBU (Completely Built Unit).
2. Terminal Peti Kemas
Terminal peti kemas akan dikembangkan dengan kapasitas awal 3,75 juta TEUs, dengan rencana ekspansi hingga 7,5 juta TEUs dalam jangka panjang.
3. Progres Konstruksi
Hingga April 2025, progres konstruksi mencapai 78 persen. Ini menunjukkan bahwa proyek berjalan sesuai rencana, sambil tetap menjaga standar keselamatan kerja yang tinggi.
Peran Keselamatan dalam Pembangunan Berkelanjutan
Faris menegaskan bahwa infrastruktur yang baik bukan hanya yang selesai tepat waktu, tapi juga yang dibangun dengan prinsip keselamatan dan tata kelola yang transparan. Ini adalah inti dari pembangunan berkelanjutan.
1. Integrasi Keselamatan dalam Perencanaan
Keselamatan tidak hanya diterapkan saat pelaksanaan, tapi juga diintegrasikan sejak tahap perencanaan. Hal ini mengurangi risiko dan meningkatkan efisiensi operasional.
2. Pengawasan Berkelanjutan
ASM menerapkan sistem pengawasan berkelanjutan untuk memastikan bahwa setiap aspek proyek tetap aman. Ini mencakup audit internal, pelatihan berkala, dan simulasi darurat.
3. Keterlibatan Stakeholder
Keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat sekitar, menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan dan keberlanjutan proyek.
Tabel Perbandingan Capaian Keselamatan PT ASM
| Periode | Jam Kerja Aman | Kecelakaan Fatal | Kategori Penghargaan |
|---|---|---|---|
| Maret 2023 – September 2025 | 1.200.622 | Platinum | |
| 2022 – 2023 | 980.000 | Emas | |
| 2021 – 2022 | 850.000 | 1 | Perunggu |
Catatan: Data di atas dapat berubah tergantung pada laporan resmi dari Panitia P2K3.
Dampak Keselamatan Terhadap Produktivitas
Menerapkan keselamatan kerja bukan hanya soal menghindari kecelakaan. Ini juga berdampak langsung pada produktivitas dan efisiensi operasional.
1. Mengurangi Risiko Henti Produksi
Dengan menjaga lingkungan kerja tetap aman, risiko terjadinya henti produksi karena kecelakaan bisa diminimalkan.
2. Meningkatkan Morale Karyawan
Karyawan yang merasa aman akan lebih percaya diri dan produktif dalam menjalankan tugasnya.
3. Meningkatkan Reputasi Perusahaan
Reputasi perusahaan sebagai tempat kerja yang aman akan menarik lebih banyak talenta dan mitra strategis.
Tantangan di Masa Depan
Meskipun pencapaian saat ini patut diapresiasi, tantangan ke depan tetap ada. Semakin kompleksnya proyek infrastruktur menuntut inovasi dan ketelitian yang lebih tinggi dalam menjaga keselamatan.
1. Adaptasi Teknologi Baru
Teknologi baru seperti otomasi dan AI harus diintegrasikan dengan prinsip keselamatan yang ketat.
2. Pelatihan Berkelanjutan
Karyawan harus terus dilatih untuk menghadapi tantangan baru dalam keselamatan kerja.
3. Evaluasi Berkala
Evaluasi berkala terhadap sistem keselamatan akan memastikan bahwa standar tetap terjaga seiring berkembangnya proyek.
Kesimpulan
Keselamatan kerja bukan lagi pilihan, tapi sebuah keharusan yang menjadi cerminan nilai perusahaan. PT Anugerah Samudera Madanindo telah menunjukkan bahwa komitmen terhadap keselamatan bisa berjalan seiring dengan pencapaian target proyek yang ambisius. Dengan budaya keselamatan yang kuat dan dukungan dari seluruh level organisasi, ASM menjadi contoh nyata bagaimana infrastruktur bisa dibangun dengan aman, efisien, dan berkelanjutan.
Disclaimer: Data dan pencapaian dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sesuai dengan laporan resmi dari pihak terkait.
Eva Agustin adalah seorang jurnalis profesional, penulis, dan wartawan berpengalaman yang kini berkarya di banjoo.id, salah satu media online terbesar di Indonesia. Lahir pada Juli 1999, Eva telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam dunia jurnalistik dan penulisan kreatif.
