Beranda » Nasional » Transaction Banking BRI Catat Pertumbuhan Signifikan 15%, Perkuat Positif Dana Murah Nasabah

Transaction Banking BRI Catat Pertumbuhan Signifikan 15%, Perkuat Positif Dana Murah Nasabah

Pertumbuhan transaction banking BRI terus menunjukkan tren positif menjelang akhir 2025. Langkah strategis dalam transformasi digital berbuah peningkatan aktivitas transaksi lintas segmen, terutama dari pengguna ritel hingga korporasi. Fokus pada ekosistem digital seperti BRImo, Qlola, dan QRIS BRI memberi dampak langsung pada penguatan dana murah dan struktur pendanaan yang lebih efisien.

Salah satu indikator utama keberhasilan adalah pertumbuhan CASA (Current Account Savings Account) yang mencapai 70,6% dari total dana pihak ketiga. Rasio ini menunjukkan bahwa lebih banyak nasabah memilih menyimpan dana dalam bentuk giro dan tabungan, yang umumnya memiliki biaya funding lebih rendah. Seiring dengan itu, cost of fund DPK BRI turun menjadi 2,9% di akhir 2025, turun dari 3,1% di tahun sebelumnya.

Peningkatan Transaksi Digital di Segmen Ritel

Penggunaan aplikasi BRImo sebagai SuperApp digital BRI terus meningkat sepanjang 2025. Platform ini menjadi pusat aktivitas transaksi nasabah ritel, baik untuk transfer, pembayaran, maupun layanan keuangan lainnya. Hingga akhir tahun, jumlah pengguna aktif BRImo mencapai 45,9 juta, naik 18,9% dibanding tahun sebelumnya.

Nilai transaksi yang diproses melalui BRImo juga melonjak. Total transaksi mencapai Rp7.076,9 triliun, naik 26,4% year-on-year. Lonjakan ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang beralih ke channel digital untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari.

1. Optimalisasi BRImo untuk Layanan Transaksi Lengkap

BRImo tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi perbankan biasa. BRI terus mengembangkan fitur-fitur baru agar pengguna bisa melakukan berbagai transaksi dalam satu platform. Mulai dari pembayaran tagihan, belanja online, hingga investasi dan asuransi.

2. Integrasi dengan Ekosistem QRIS BRI

Peningkatan adopsi QRIS BRI juga berkontribusi besar pada volume transaksi. Merchant yang menerima pembayaran QRIS terus bertambah, dan ini membuat pengguna semakin nyaman menggunakan BRImo untuk transaksi di merchant.

Transaction Banking di Segmen Bisnis dan Korporasi

Di sisi bisnis, BRI mengandalkan platform Qlola untuk melayani kebutuhan cash management nasabah menengah hingga korporat. Qlola dirancang untuk memberikan solusi transaksi end-to-end yang efisien dan aman.

Baca Juga:  Pesanan Hampers Menyusut Jelang Idulfitri, Naik 5 Kali Lipat dari Biasanya

Jumlah pengguna aktif Qlola mencapai 113.000 di akhir 2025, naik 48,1% dibanding tahun sebelumnya. Volume transaksi melalui platform ini juga meningkat 36,2% YoY menjadi Rp13.456 triliun. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak perusahaan yang mempercayakan pengelolaan keuangan operasionalnya ke BRI.

1. Layanan Cash Management Terintegrasi

Qlola menyediakan berbagai fitur manajemen kas, mulai dari pengelolaan rekening, pembayaran otomatis, hingga pelaporan keuangan real-time. Fitur ini sangat membantu perusahaan dalam menjaga likuiditas dan efisiensi operasional.

2. Peningkatan Penetrasi di Klaster Bisnis

BRI juga fokus memperluas jaringan klaster bisnis untuk meningkatkan penetrasi layanan transaction banking. Dengan pendekatan yang lebih personal dan solusi yang disesuaikan, BRI mampu menarik lebih banyak nasabah bisnis.

Perluasan Ekosistem Pembayaran dan Akseptansi Merchant

Selain aplikasi digital, BRI juga terus memperluas ekosistem pembayaran melalui peningkatan akseptansi di merchant. Ini menjadi salah satu pilar penting dalam strategi transaction banking BRI.

Volume penjualan merchant naik 48,1% YoY menjadi Rp223,2 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah merchant yang menerima pembayaran digital BRI, baik melalui QRIS maupun kartu debit.

1. Peningkatan Sales Volume QRIS

Sales volume QRIS BRI mencatatkan pertumbuhan spektakuler, yaitu 100% dibanding tahun sebelumnya. Total volume transaksi mencapai Rp85,6 triliun. Jumlah transaksi QRIS juga melonjak 127,5% YoY, mencatatkan lebih dari 782,8 miliar transaksi.

2. Dukungan untuk UMKM dan Pedagang Tradisional

QRIS BRI tidak hanya digunakan oleh merchant besar. Banyak pedagang kecil dan UMKM juga mulai beralih ke pembayaran digital. Ini sejalan dengan program inklusi keuangan yang terus digalakkan BRI.

Penguatan Dana Murah dan Struktur Pendanaan

Peningkatan aktivitas transaksi digital berdampak langsung pada struktur pendanaan BRI. Semakin banyak nasabah yang menggunakan giro dan tabungan, maka semakin besar porsi dana murah yang masuk ke bank.

Total Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.467 triliun di akhir 2025, naik 7,4% dibanding tahun sebelumnya. Dengan rasio CASA yang tinggi dan cost of fund yang rendah, BRI memiliki basis pendanaan yang lebih stabil dan efisien.

Baca Juga:  Simulasi Kredit Usaha Rakyat BRI Tahun 2026 dengan Bunga Ringan dan Plafon Pinjaman Hingga Rp100 Juta

1. Strategi Funding Franchise BRI

Dalam kerangka transformasi BRIVolution Reignite, BRI mengembangkan strategi Funding Franchise yang berfokus pada penguatan dana murah. Ini mencakup optimalisasi channel digital dan peningkatan penetrasi di segmen bisnis.

2. Efisiensi Biaya Pendanaan

Dengan rasio CASA yang tinggi dan cost of fund yang turun, BRI mampu menjaga efisiensi biaya pendanaan. Ini memberi ruang bagi bank untuk menawarkan suku bunga yang kompetitif kepada nasabah, sekaligus meningkatkan margin bunga bersih.

Tabel Perbandingan Kinerja Transaction Banking BRI 2024 vs 2025

Indikator 2024 2025 Pertumbuhan (%)
Pengguna BRImo (juta) 38,6 45,9 18,9%
Nilai Transaksi BRImo (triliun) 5.594,3 7.076,9 26,4%
Pengguna Aktif Qlola (ribu) 76,3 113,0 48,1%
Volume Transaksi Qlola (triliun) 9.900,0 13.456,0 36,2%
Volume Penjualan Merchant (triliun) 150,0 223,2 48,1%
Volume Transaksi QRIS (triliun) 42,8 85,6 100%
Jumlah Transaksi QRIS (miliar) 344,0 782,8 127,5%
Rasio CASA (%) 68,2% 70,6%
Cost of Fund DPK (%) 3,1% 2,9%

Masa Depan Transaction Banking BRI

Keberhasilan BRI dalam mengembangkan transaction banking hingga akhir 2025 menjadi fondasi penting untuk langkah selanjutnya. BRI berkomitmen terus mengembangkan platform digital dan layanan merchant agar ekosistem pembayaran semakin inklusif dan efisien.

Transformasi BRIVolution Reignite tidak hanya berfokus pada peningkatan kinerja internal, tetapi juga pada penguatan ekosistem keuangan digital yang berkelanjutan. Dengan basis dana murah yang kuat dan channel digital yang terus berkembang, BRI siap menghadapi tantangan industri keuangan ke depan.

Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat simulasi berdasarkan tren dan informasi hingga tahun 2026. Angka dan pencapaian bisa berubah seiring perkembangan kondisi makro ekonomi dan strategi korporasi.

Ignacio Geordi Oswaldo, Editor/Reporter/Penulis detik.com & banjoo.id. Jurnalis investigatif expert dalam cross-platform storytelling & data journalism.
Jurnalis

Haidar Adam adalah jurnalis profesional yang saat ini memegang posisi strategis sebagai Editor, Reporter, dan Penulis. Ignacio membawa perspektif internasional dalam peliputan berita lokal dan nasional.