Ilustrasi. Foto: dok MI.
THR kerap jadi momen yang ditunggu-tunggu. Bukan cuma soal uang tambahan yang masuk rekening, tapi juga semangat baru di awal Syawal. Banyak orang langsung punya rencana: belanja, mudik, kasih angpao, atau beli pakaian baru. Tapi sayangnya, kebahagiaan itu seringkali hanya sebentar. Setelah Lebaran, banyak yang sadar uangnya tinggal kenangan. Padahal, THR bukan sekadar uang lebaran biasa. Ini kesempatan langka untuk memperkuat kondisi keuangan keluarga.
Momen ini bisa jadi titik awal perubahan finansial yang lebih sehat. Tapi syaratnya, THR harus dikelola dengan strategi. Tanpa perencanaan, uang ini bisa habis begitu saja, seolah hanya numpang lewat. Padahal, dengan pembagian yang tepat, THR bisa jadi alat untuk meraih kestabilan keuangan jangka panjang. Apalagi di tahun 2026 ini, kebutuhan semakin meningkat dan pengeluaran pun bisa lebih besar. Jangan sampai setelah Lebaran malah terpuruk karena kehabisan dana.
Strategi Bijak Mengatur THR Agar Tidak Cepat Habis
Mengatur THR bukan soal menahan diri, tapi soal membagi dengan tepat. Ada beberapa poin penting yang bisa dijadikan panduan. Langkah-langkah ini dirancang agar THR tidak hanya digunakan untuk konsumsi sesaat, tapi juga memberi dampak jangka panjang. Yuk, simak strategi yang bisa diterapkan.
1. Sisihkan untuk Kewajiban dan Berbagi (10-15%)
Sebagian THR sebaiknya dialokasikan untuk kewajiban agama dan kegiatan sosial. Misalnya zakat fitrah, yang rata-rata sekitar Rp50.000 per jiwa. Selain itu, bisa juga untuk sedekah atau membantu kerabat yang membutuhkan. Ini bukan sekadar bentuk kepedulian, tapi juga cara untuk melatih kontrol diri dalam pengeluaran.
2. Lunasi Utang atau Cicilan (10-20%)
Kalau punya utang, terutama utang konsumtif seperti kartu kredit atau paylater, gunakan sebagian THR untuk melunasinya. Bunga yang menumpuk bisa jadi beban besar di bulan-bulan berikutnya. Dengan melunasi utang, beban bulanan pun bisa berkurang. Ini langkah cerdas agar keuangan tidak terus terkuras pasca-Lebaran.
3. Alokasikan untuk Kebutuhan Lebaran (40-50%)
Lebaran tanpa persiapan rasanya kurang lengkap. Tapi, jangan biarkan pengeluaran lebaran menguras semua THR. Alokasikan sekitar separuhnya untuk kebutuhan seperti mudik, belanja, angpao, atau pakaian baru. Buat anggaran jelas agar tidak kebablasan. Misalnya:
| Kebutuhan Lebaran | Alokasi Rekomendasi |
|---|---|
| Mudik | 20% THR |
| Belanja Lebaran | 15% THR |
| Angpao | 10% THR |
| Pakaian Baru | 5% THR |
Dengan anggaran ini, Lebaran tetap terasa meriah tanpa menguras kantong.
4. Sisihkan untuk Dana Darurat dan Tabungan (10-20%)
Dana darurat adalah pelindung finansial yang penting. Sisihkan sebagian THR untuk tabungan likuid seperti reksa dana pasar uang syariah atau emas. Ini akan sangat berguna jika ada kebutuhan mendadak setelah Lebaran. Misalnya biaya pengobatan, perbaikan rumah, atau pengeluaran tak terduga lainnya.
5. Lengkapi dengan Perlindungan Finansial
Tabungan memang penting, tapi tidak cukup. Risiko besar seperti kecelakaan, penyakit kritis, atau rawat inap bisa menghabiskan tabungan dalam waktu singkat. Oleh karena itu, melengkapi perlindungan finansial adalah langkah bijak. Misalnya dengan asuransi syariah yang sesuai dengan prinsip tolong-menolong.
Perlindungan ini bukan soal takut, tapi soal antisipasi. Dengan begitu, THR tidak hanya dipakai untuk kebutuhan hari ini, tapi juga untuk menjaga masa depan keluarga.
Kenapa THR Sering Cepat Habis?
Banyak orang merasa uang THR habis dalam hitungan minggu. Padahal nominalnya tidak sedikit. Kenapa bisa begitu?
1. Tidak Ada Rencana Pengeluaran
THR sering dihabiskan begitu saja tanpa rencana. Belanja impulsif, traktiran teman, atau pengeluaran tak terduga jadi penyebab utama. Tanpa anggaran, uang cepat habis.
2. Utang yang Menumpuk
Kalau punya utang, pengeluaran rutin bisa makan sebagian besar THR. Belum lagi bunga yang terus menumpuk. Ini bikin kondisi keuangan makin tegang.
3. Gaya Hidup Konsumtif
Momen Lebaran sering jadi alasan untuk boros. Belanja berlebihan, traktir makanan mahal, atau beli barang yang tidak terlalu dibutuhkan. Ini bisa bikin THR habis sebelum waktunya.
Tips Tambahan agar THR Bertahan Lebih Lama
Selain strategi di atas, ada beberapa tips tambahan yang bisa membantu THR bertahan lebih lama.
Gunakan Aplikasi Pengatur Keuangan
Aplikasi keuangan bisa membantu melacak pengeluaran THR secara real time. Dengan begitu, bisa tahu ke mana uang mengalir dan kapan harus mulai menahan diri.
Batasi Pengeluaran Harian
Tetapkan batas pengeluaran harian selama masa Lebaran. Misalnya maksimal Rp100.000 per hari. Ini akan membantu menghindari pemborosan.
Hindari Utang Baru
Selama masa Lebaran, hindari penggunaan kartu kredit atau paylater. Ini akan mencegah utang baru yang bisa mengganggu keuangan di bulan depan.
Disclaimer
Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi ekonomi dan kebijakan terkini. Panduan ini dimaksudkan sebagai referensi umum dan bukan sebagai saran keuangan resmi. Setiap individu disarankan untuk menyesuaikan dengan kondisi pribadi dan berkonsultasi dengan ahli keuangan jika diperlukan.
Rosatyani Puspita adalah jurnalis berpengalaman yang saat ini berkarier sebagai Editor, Reporter, dan Penulis di dua platform media digital terkemuka Indonesiadi banjoo.id. Dengan dedikasi tinggi terhadap jurnalisme berkualitas dan integritas editorial, Rosatyani konsisten menghadirkan konten yang akurat, berimbang, dan berdampak bagi masyarakat.
