Beranda » Nasional » UMKM Kuliner Tangerang Hemat Biaya dengan Beralih ke Gas Bumi PGN untuk Keberlangsungan Usaha

UMKM Kuliner Tangerang Hemat Biaya dengan Beralih ke Gas Bumi PGN untuk Keberlangsungan Usaha

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) Sales and Operation Region II (SOR II) Tangerang tengah menggandeng pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) kuliner untuk beralih menggunakan gas bumi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menekan biaya operasional serta mendukung transisi energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan di wilayah Banten.

Gas bumi PGN mulai mengalir ke dapur-dapur UMKM melalui proses commissioning dan gas in yang dilakukan secara bertahap. Salah satunya adalah di dapur pos resto lokal yang menjadi pilot project dalam implementasi ini. Proses ini menandai awal dari pemanfaatan gas bumi secara komersial oleh pelaku usaha kecil.

PGN Dorong Efisiensi Energi untuk UMKM Kuliner

Transisi energi ke gas bumi bukan sekadar isu keberlanjutan, tapi juga soal efisiensi dan daya saing usaha. PGN melalui SOR II Tangerang terus mengembangkan segmen RTPK (Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil) sebagai pilar utama pertumbuhan. Dengan proyeksi konsumsi awal sekitar 900m³ per bulan, gas bumi mulai menjadi pilihan energi yang andal untuk kebutuhan dapur UMKM.

General Manager PGN SOR II, Iwan Yuli Widyastanto, menyatakan bahwa setiap penambahan pelanggan baru, terutama dari kalangan UMKM, adalah kontribusi langsung terhadap perekonomian lokal. PGN berkomitmen untuk terus memperluas akses energi bersih dan berkelanjutan.

1. Pengalihan dari LPG ke Gas Bumi

Salah satu langkah awal yang diambil adalah mengalihkan penggunaan LPG ke gas bumi. UMKM kuliner yang selama ini mengandalkan tabung gas LPG mulai beralih ke sistem pipa gas bumi. Keuntungannya tidak hanya dari segi biaya, tapi juga keandalan pasokan.

Gas bumi lebih stabil karena tidak bergantung pada pasokan tabung yang terkadang fluktuatif. Selain itu, sistem pipa juga lebih aman dan mengurangi risiko kebakaran atau kebocoran yang sering terjadi pada tabung.

2. Proses Commissioning dan Gas In

Commissioning merupakan proses pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan oleh tim teknis PGN sebelum gas mengalir ke pelanggan. Proses ini mencakup pengujian jaringan, peralatan pengukuran, hingga memastikan semua komponen berfungsi sesuai standar keselamatan.

Baca Juga:  Kebijakan Energi Pemerintah Hadapi Risiko Gangguan Pasokan BBM Akibat Ketegangan Selat Hormuz 2023

Gas in sendiri adalah tahap awal pengaliran gas ke pelanggan. Tahap ini dilakukan setelah commissioning selesai dan semua sistem dinyatakan layak. Dengan demikian, pelanggan bisa langsung menggunakan gas bumi dengan aman dan nyaman.

Efisiensi Biaya Operasional UMKM dengan Gas Bumi

Area Head PGN Tangerang, Heny Purwati, menjelaskan bahwa sektor usaha kecil dan komersial menjadi fokus pengembangan utama. Pemanfaatan gas bumi dinilai mampu memberikan efisiensi biaya operasional hingga 30% dibandingkan penggunaan LPG konvensional.

Selain itu, gas bumi juga lebih ramah lingkungan karena emisi yang dihasilkan lebih rendah. Ini sejalan dengan target pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang tidak terbarukan.

1. Perbandingan Biaya Operasional LPG vs Gas Bumi

Berikut adalah perbandingan estimasi biaya operasional antara LPG dan gas bumi untuk UMKM kuliner skala kecil hingga menengah:

Jenis Bahan Bakar Biaya Bulanan (Estimasi) Efisiensi Biaya Ketersediaan
LPG (Tabung 3 kg) Rp 1.200.000 Rendah Fluktuatif
Gas Bumi (900m³) Rp 840.000 Tinggi Stabil

Catatan: Data di atas merupakan estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan harga dan regulasi terkini.

2. Keuntungan Jangka Panjang

Dengan sistem pipa, UMKM tidak perlu lagi membeli tabung secara berkala. Ini mengurangi biaya logistik dan tenaga kerja. Selain itu, gas bumi juga lebih aman karena tidak ada risiko tabung rusak atau kebocoran yang berbahaya.

Pertumbuhan Pelanggan RTPK di Tangerang

Hingga awal 2026, jumlah pelanggan RTPK PGN Area Tangerang telah mencapai lebih dari 62.000 pelanggan. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat dan pelaku usaha mulai melirik gas bumi sebagai alternatif energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Baca Juga:  Pemerintah Gandeng Swasta Bangun 100 Desa Tematik Berbasis Ekosistem Digital dan UMKM

PGN optimistis bahwa peningkatan jumlah pelanggan di sektor usaha dan komersial akan terus berlanjut. Terlebih dengan dukungan infrastruktur yang terus dikembangkan dan layanan pelanggan yang responsif.

1. Syarat dan Ketentuan Pendaftaran

Bagi UMKM yang ingin beralih ke gas bumi, berikut syarat dan ketentuan yang perlu dipenuhi:

  • Memiliki usaha tetap dengan lokasi yang dapat dijangkau jaringan gas bumi
  • Melengkapi dokumen administrasi seperti NPWP dan SIUP
  • Bersedia melakukan pemasangan instalasi gas bumi oleh mitra resmi PGN
  • Menandatangani perjanjian jual beli gas bumi

2. Tahapan Pendaftaran

  1. Pengajuan Permohonan
    Calon pelanggan mengajukan permohonan melalui kantor layanan PGN terdekat atau secara online.

  2. Survey Lokasi
    Tim teknis PGN akan melakukan survey untuk mengevaluasi kelayakan lokasi dan infrastruktur yang dibutuhkan.

  3. Instalasi dan Commissioning
    Setelah survey selesai, tahap instalasi dan commissioning dilakukan untuk memastikan sistem siap digunakan.

  4. Gas In dan Penggunaan
    Tahap akhir adalah gas in, di mana gas mulai mengalir dan pelanggan dapat langsung menggunakan layanan.

Dukungan untuk Transisi Energi Nasional

Langkah PGN di Tangerang menjadi bagian dari upaya nasional dalam mendorong bauran energi yang lebih ramah lingkungan. Gas bumi sebagai energi transisi diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mendukung target netral karbon pada 2060.

Melalui pemanfaatan gas bumi yang lebih luas, khususnya di kalangan UMKM, diharapkan tercipta sinergi antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan dan regulasi yang berlaku.

Eva Agustin
Jurnalis

Eva Agustin adalah seorang jurnalis profesional, penulis, dan wartawan berpengalaman yang kini berkarya di banjoo.id, salah satu media online terbesar di Indonesia. Lahir pada Juli 1999, Eva telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam dunia jurnalistik dan penulisan kreatif.