Menjelang Hari Raya Idulfitri 1448 Hijriah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat akan terjadi lonjakan penyaluran pembiayaan dari berbagai lembaga keuangan non-bank. Proyeksi ini didasari oleh pola historis yang menunjukkan peningkatan kebutuhan masyarakat akan pendanaan tambahan menjelang Lebaran, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun modal usaha.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menyampaikan bahwa tren penyaluran pembiayaan selalu menunjukkan pertumbuhan positif di sektor pergadaian, multifinance, dan pinjaman daring (pindar) dalam dua tahun terakhir.
1. Dinamika Penyaluran Pembiayaan Menjelang Lebaran
1. Peningkatan Permintaan di Periode Ramadan dan Lebaran
Periode Ramadan hingga Lebaran menjadi waktu krusial bagi sektor keuangan non-bank. Permintaan masyarakat terhadap pembiayaan meningkat seiring dengan kebutuhan konsumsi yang tinggi dan kebutuhan tambahan modal usaha, khususnya bagi pelaku UMKM.
2. Data Pertumbuhan Pembiayaan di Tiga Sektor Utama
Berikut adalah data pertumbuhan penyaluran pembiayaan di tiga sektor utama berdasarkan data Maret 2024 dan Maret 2025:
| Sektor | Pertumbuhan Maret 2024 (mtm) | NPF Gross Maret 2024 | Pertumbuhan Maret 2025 (mtm) | NPF Gross Maret 2025 |
|---|---|---|---|---|
| Pergadaian | 1,78% | – | 1,66% | – |
| Multifinance | 2,05% | 2,45% | 0,78% | 2,71% |
| Pinjaman Daring (Pindar) | 8,9% | <5% | 3,8% | <5% |
Catatan: Data di atas bersifat historis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar.
2. Sektor Pergadaian Tetap Menjadi Pilihan Utama
1. Akses Mudah dan Alternatif Pembiayaan Berbasis Agunan
Industri pergadaian tetap menunjukkan ketahanan dan daya tarik karena menawarkan alternatif pembiayaan yang berbasis agunan. Hal ini membuat masyarakat merasa lebih aman dalam mengakses pendanaan, terutama untuk kebutuhan mendesak.
2. Jumlah Perusahaan Pergadaian Terus Bertambah
Sejak Desember 2025 hingga Januari 2026, tercatat 165 pelaku usaha mengajukan izin usaha pergadaian. Jumlah ini menambah total perusahaan pergadaian berizin menjadi 223 perusahaan hingga Januari 2026.
3. Dua Perusahaan Tingkatkan Lingkup ke Nasional
Ada dua perusahaan pergadaian yang tengah dalam proses meningkatkan lingkup usaha menjadi nasional. Proses ini mempertimbangkan aspek permodalan, tata kelola, dan kesiapan operasional agar dapat beroperasi secara lebih luas.
3. Potensi Pertumbuhan di Industri Multifinance
1. Realisasi Pembiayaan Menjanjikan
Berdasarkan data historis, industri multifinance menunjukkan potensi peningkatan pembiayaan menjelang Lebaran. Pada Maret 2024, penyaluran meningkat 2,05% secara bulanan dengan NPF gross sebesar 2,45%. Di Maret 2025, pertumbuhan mencatatkan angka 0,78% dengan NPF gross 2,71%.
2. Stabilitas Kualitas Pendanaan
Meskipun pertumbuhan lebih rendah dibandingkan sektor lain, kualitas pendanaan tetap terjaga. Ini menunjukkan bahwa industri multifinance terus berupaya menjaga kesehatan portofolio meskipun menghadapi tekanan musiman.
4. Peran Penting Pinjaman Daring (Pindar)
1. Pertumbuhan Tertinggi di Antara Ketiganya
Industri pindar mencatatkan pertumbuhan tertinggi di antara ketiga sektor. Pada Maret 2024, penyaluran meningkat 8,9% secara bulanan. Meskipun melambat menjadi 3,8% pada Maret 2025, angka ini tetap menunjukkan permintaan yang tinggi dari masyarakat.
2. Kualitas Pendanaan Tetap Terjaga
Tingkat tunggakan (TWP90) industri pindar tetap berada di bawah 5% selama periode Ramadan dan Idulfitri. Ini menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan tinggi, kualitas pendanaan tetap dikelola dengan baik oleh para pelaku industri.
3. Perlunya Penguatan Sistem Verifikasi
Agusman menekankan pentingnya penguatan sistem credit scoring dan verifikasi calon peminjam agar pertumbuhan yang terjadi tetap sehat dan berkelanjutan, terutama di tengah lonjakan permintaan menjelang Lebaran.
5. Strategi Menghadapi Lonjakan Permintaan
1. Persiapan Infrastruktur Digital
Lembaga keuangan non-bank perlu mempersiapkan infrastruktur digital yang memadai untuk mengantisipasi lonjakan transaksi menjelang Lebaran. Ini mencakup kapasitas server, keamanan data, hingga kenyamanan pengguna.
2. Peningkatan SDM dan Layanan Pelanggan
Dengan meningkatnya volume permintaan, peningkatan kualitas SDM dan layanan pelanggan menjadi krusial agar tidak terjadi antrean atau keluhan dari nasabah.
3. Edukasi Keuangan untuk Masyarakat
Edukasi keuangan tetap menjadi bagian penting untuk mencegah over-indebtedness. Masyarakat perlu dipahami bahwa akses mudah ke pembiayaan bukan berarti bisa digunakan secara sembarangan.
Penutup
Lonjakan penyaluran pembiayaan menjelang Lebaran bukan fenomena baru, tapi tren ini kembali terlihat pada tahun 2026. Dengan persiapan yang matang, sektor pergadaian, multifinance, dan pinjaman daring berpotensi mencatatkan kinerja positif. Namun, tetap dibutuhkan pengawasan ketat dan edukasi keuangan agar pertumbuhan ini tidak membawa dampak negatif di masa depan.
Disclaimer: Data yang disajikan bersifat estimasi berdasarkan informasi resmi OJK hingga Maret 2026. Angka dan kondisi bisa berubah tergantung dinamika pasar dan regulasi yang berlaku.
Rosatyani Puspita adalah jurnalis berpengalaman yang saat ini berkarier sebagai Editor, Reporter, dan Penulis di dua platform media digital terkemuka Indonesiadi banjoo.id. Dengan dedikasi tinggi terhadap jurnalisme berkualitas dan integritas editorial, Rosatyani konsisten menghadirkan konten yang akurat, berimbang, dan berdampak bagi masyarakat.
