Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) kembali menggelar program strategis untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pasca-bencana di Aceh Tamiang. Kali ini, fokus utama adalah pada penguatan literasi bisnis dan kreativitas ekonomi sebagai fondasi pemulihan yang berkelanjutan. Program ini hadir sebagai respons langsung terhadap dampak banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden yang menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam membantu daerah terdampak secara nyata, tidak hanya dengan bantuan materi, tetapi juga dengan pengetahuan dan keterampilan yang bisa digunakan jangka panjang. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa program ini adalah bentuk komitmen serius pemerintah untuk membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan pasca-bencana.
Penguatan Literasi Bisnis Pasca-Bencana
Kegiatan literasi bisnis ini tidak hanya sebatas seminar atau sosialisasi. Program ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang langsung bisa diterapkan oleh pelaku usaha kecil dan masyarakat umum. Mulai dari pengelolaan keuangan hingga strategi pemasaran, semuanya dibekalkan dengan pendekatan yang mudah dipahami dan relevan dengan kondisi lokal.
1. Penyuluhan Pengelolaan Keuangan Mikro
Salah satu pilar utama dari program ini adalah penyuluhan pengelolaan keuangan mikro. Banyak pelaku usaha kecil yang terdampak bencana seringkali kehilangan tidak hanya aset fisik, tetapi juga catatan keuangan dan sistem manajemen yang mereka miliki. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya pencatatan sederhana dan penganggaran harian.
2. Pendampingan Langsung untuk Pengembangan Usaha
Selain pengetahuan teori, peserta juga mendapatkan pendampingan langsung dari pelaku industri kreatif dan praktisi. Pendampingan ini mencakup strategi pengembangan produk, pemasaran digital, hingga akses permodalan. Tujuannya agar usaha yang sudah ada bisa bangkit kembali, atau bahkan berkembang lebih baik dari sebelum bencana.
3. Penyaluran Bantuan Modal dan Sembako
Untuk mendukung keberlanjutan usaha, Kementerian Ekraf juga menyalurkan bantuan langsung berupa modal usaha dan kebutuhan pokok. Total bantuan mencapai Rp125 juta yang disalurkan kepada 50 pelaku usaha terpilih. Masing-masing peserta menerima modal sebesar Rp2,5 juta dan paket sembako.
Peran Institusi Keuangan dan Lokal
Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk institusi keuangan seperti Bank Syariah Indonesia (BSI). AMPM BSI Jasrun menjelaskan bahwa pihak bank juga memberikan relaksasi kepada nasabah terdampak, seperti penundaan pembayaran selama tiga bulan. Langkah ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk kembali berdiri tanpa terbebani kewajiban finansial yang mendesak.
Selain itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Aceh Tamiang, Muhammad Farij, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Kementerian Ekraf. Ia menyebut bahwa bantuan tidak hanya berupa modal, tetapi juga motivasi dan alat produksi seperti kompor untuk pelaku kuliner.
Dampak dan Harapan ke Depan
Program literasi bisnis ini diharapkan menjadi awal dari pemulihan ekonomi yang lebih kuat dan tahan banting. Dengan bekal pengetahuan dan modal awal, masyarakat diharapkan tidak hanya pulih, tetapi juga bisa membangun usaha yang lebih baik dari sebelumnya.
Tidak hanya itu, program ini juga diharapkan menjadi model yang bisa direplikasi di daerah lain yang mengalami kondisi serupa. Dengan pendekatan yang holistik—menggabungkan literasi, pendampingan, dan bantuan langsung—pemulihan ekonomi bisa lebih cepat dan berkelanjutan.
Tabel Rincian Bantuan yang Disalurkan
| No | Jenis Bantuan | Jumlah per Penerima | Jumlah Penerima | Total Anggaran |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Modal Usaha | Rp2,5 juta | 50 orang | Rp125 juta |
| 2 | Paket Sembako | 1 paket | 50 orang | – |
Catatan: Besaran bantuan dan jumlah penerima dapat berubah tergantung situasi dan kondisi di lapangan.
Kesimpulan
Program Literasi Bisnis Ekonomi Kreatif yang digelar oleh Kementerian Ekraf di Aceh Tamiang merupakan langkah strategis yang menggabungkan pendekatan kemanusiaan dan ekonomi. Dengan memberikan keterampilan, motivasi, dan bantuan langsung, pemerintah membuka peluang bagi masyarakat terdampak untuk bangkit kembali dengan lebih tangguh dan mandiri.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat terbaru per Maret 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung situasi di lapangan serta kebijakan yang berlaku.
Agung Budianto adalah seorang jurnalis senior yang Lahir di Jakarta pada tahun 1992, Ardhi telah mengabdikan hampir dua dekade hidupnya dalam dunia jurnalistik digital Indonesia.
