Beranda » Nasional » Harga Minyak Global Anjlok, Brent Sentuh Level USD87 per Barel

Harga Minyak Global Anjlok, Brent Sentuh Level USD87 per Barel

Harga minyak dunia kembali turun pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026. Penurunan ini terjadi setelah Badan Energi Internasional (IEA) mengumumkan rencana pelepasan cadangan minyak darurat terbesar dalam sejarah. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak yang dipicu oleh eskalasi ketegangan di Timur Tengah, khususnya akibat serangan udara AS-Israel ke Iran.

Brent berjangka, yang menjadi acuan harga minyak global, turun 23 sen atau sekitar 0,26 persen menjadi USD87,57 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI), patokan harga minyak AS, melemah 37 sen atau 0,44 persen ke posisi USD83,08 per barel. Penurunan ini menjadi angin segar di tengah tekanan harga yang sempat menyentuh level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Ketegangan Geopolitik dan Dampaknya pada Pasar Minyak

Perang udara antara AS dan Israel terhadap Iran telah menciptakan ketidakpastian besar di pasar energi global. Serangan udara yang dilancarkan pada Selasa (10/3) disebut sebagai yang paling intens sepanjang konflik berlangsung. Pentagon mengklaim telah menghancurkan 16 kapal penebar ranjau Iran di dekat Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi lalu lintas minyak terbesar di dunia.

Iran, sebagai balasan, memperingatkan agar ranjau yang ditemukan di Selat Hormuz segera diangkat. Presiden Trump juga mengumumkan bahwa AS siap mengawal kapal tanker minyak melalui jalur tersebut jika diperlukan. Namun, Angkatan Laut AS menolak permintaan pengawalan dari industri pelayaran karena risiko serangan masih terlalu tinggi.

1. Lonjakan Harga Minyak Sebelumnya

Sebelum penurunan terkini, harga minyak sempat melonjak hingga USD119 per barel pada Senin (9/3). Lonjakan ini merupakan level tertinggi sejak Juni 2022. Lonjakan harga dipicu oleh gangguan pasokan akibat konflik di kawasan Teluk Persia, yang menghentikan aliran sekitar 15 juta barel minyak per hari.

2. Potensi Lonjakan Harga hingga USD150 per Barel

Menurut Wood Mackenzie, sebuah perusahaan riset energi terkemuka, jika ketegangan berlanjut dan pasokan terganggu lebih lama, harga minyak bisa melonjak hingga USD150 per barel. Ini akan berdampak langsung pada biaya energi, transportasi, dan harga barang konsumen secara global.

Baca Juga:  Harga Bahan Bakar Solar di AS Tembus Level Tertinggi Akibat Ketegangan Iran

Rencana Pelepasan Cadangan Minyak Darurat

Untuk mengatasi lonjakan harga, negara-negara anggota G7 segera menggelar pertemuan darurat. Dalam pertemuan tersebut, IEA mengumumkan rencana pelepasan cadangan minyak darurat terbesar dalam sejarah. Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan pasar dan mencegah lonjakan harga yang lebih parah.

3. Koordinasi Global dalam Menghadapi Krisis Energi

Pelepasan cadangan minyak ini merupakan upaya koordinasi antara negara-negara maju untuk menjaga stabilitas energi global. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan negara Eropa lainnya dilaporkan ikut serta dalam rencana ini.

4. Mekanisme Pelepasan Cadangan Minyak

Cadangan minyak darurat biasanya disimpan di bawah tanah atau di fasilitas strategis. Pelepasan dilakukan melalui lelang pasar atau penjualan langsung ke perusahaan minyak. Tujuannya adalah menambah pasokan jangka pendek dan menekan harga.

Perbandingan Harga Minyak Dunia (Maret 2026)

Berikut adalah perbandingan harga minyak global dalam beberapa pekan terakhir:

Tanggal Brent (USD/Barel) WTI (USD/Barel) Keterangan
6 Maret 2026 92,40 87,60 Stabil sebelum eskalasi
9 Maret 2026 119,00 115,30 Lonjakan akibat konflik
11 Maret 2026 87,57 83,08 Penurunan setelah pelepasan cadangan

Catatan: Data bersifat estimasi berdasarkan sumber pasar dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Dampak Penurunan Harga Minyak bagi Konsumen

Penurunan harga minyak mentah secara langsung berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) dan produk turunan lainnya. Jika tren penurunan ini berlanjut, konsumen bisa melihat penurunan harga bensin dan solar dalam beberapa pekan ke depan.

5. Pengaruh pada Biaya Transportasi

Industri transportasi sangat sensitif terhadap fluktuasi harga minyak. Penurunan harga bisa menurunkan biaya pengiriman barang, yang pada gilirannya dapat membantu menekan harga barang di pasar ritel.

6. Dampak pada Inflasi Global

Harga minyak yang tinggi sering kali menjadi pendorong utama inflasi. Dengan penurunan terkini, tekanan pada inflasi bisa berkurang, memberikan ruang bagi bank sentral untuk tidak terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga.

Baca Juga:  bank bjb Luncurkan Penawaran Spesial Bundling Ultimate 10K untuk Raih Tiket Lari dengan Gaya Menabung yang Praktis dan Menyenangkan Ala Milenial

Faktor yang Masih Mengancam Stabilitas Harga

Meski harga minyak saat ini turun, sejumlah faktor masih berpotensi mengganggu kembali keseimbangan pasar.

7. Ketidakpastian Geopolitik

Konflik di Timur Tengah belum berakhir. Jika serangan udara berlanjut atau meluas ke negara lain, gangguan pasokan bisa terjadi lagi. Selat Hormuz tetap menjadi titik rawan yang bisa memicu lonjakan harga kapan saja.

8. Kebijakan Produksi OPEC

OPEC dan sekutunya (OPEC+) juga memiliki peran besar dalam menentukan harga minyak. Jika kartel ini memutuskan untuk memangkas produksi lagi, harga bisa naik meski permintaan global tidak meningkat.

Tips Memahami Fluktuasi Harga Minyak

Bagi pengamat pasar atau konsumen yang ingin memahami dinamika harga minyak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan secara berkala.

9. Pantau Perkembangan Geopolitik

Ketegangan antarnegara, terutama di kawasan penghasil minyak, sering kali menjadi pemicu utama lonjakan harga. Mengikuti perkembangan politik global bisa memberikan gambaran awal tentang arah harga minyak.

10. Cek Data Produksi dan Cadangan

Data produksi minyak dari negara penghasil besar seperti Arab Saudi, Rusia, dan Amerika Serikat memberikan indikasi tentang pasokan global. Sementara itu, data cadangan minyak darurat menunjukkan seberapa besar buffer yang dimiliki dunia saat krisis.

Disclaimer

Harga minyak sangat dinamis dan dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal. Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan sumber terpercaya hingga Maret 2026. Nilai harga, kebijakan cadangan, dan situasi geopolitik dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Eduardo Simorangkir, Editor/Reporter/Penulis detik.com & banjoo.id. Jurnalis profesional dengan keahlian editorial, investigative reporting & digital media.
Jurnalis

Khusnul Ain adalah jurnalis yang saat ini menjabat sebagai Editor, Reporter, dan Penulis. Dengan pengalaman luas dalam dunia jurnalistik digital, Eduardo menggabungkan kemampuan editorial yang tajam dengan kepekaan terhadap berita aktual dan tren pasar digital.