Peningkatan arus petikemas di Terminal Petikemas IPC (IPC TPK) mencatatkan pertumbuhan yang cukup menjanjikan menjelang awal Ramadan 1447 H. Hingga Februari 2026, total volume petikemas yang ditangani mencapai 600.416 TEUs, naik 8,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas logistik tetap berjalan dinamis meski mendekati masa puncak distribusi jelang Ramadan.
Pertumbuhan ini tidak hanya terjadi dalam jangka tahunan, tetapi juga terlihat pada capaian bulanan. Pada Februari 2026 saja, IPC TPK mencatat arus petikemas sebesar 300.525 TEUs, naik 10,6 persen dari 271.521 TEUs yang tercatat pada Februari 2025. Kenaikan ini menjadi indikator bahwa permintaan logistik menjelang Ramadan mulai meningkat, seiring dengan persiapan distribusi barang jelang libur panjang.
Kinerja Terminal Petikemas di Berbagai Wilayah
IPC TPK terus memperkuat operasionalnya di seluruh area kerja untuk menjaga efisiensi dan kelancaran arus petikemas. Terutama pada periode menjelang Ramadan dan Lebaran, perusahaan melakukan penyesuaian pola operasional serta mengimbau pengguna jasa untuk mengatur pengiriman lebih awal. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas distribusi yang biasanya terjadi menjelang libur panjang.
Selain itu, optimalisasi fasilitas terminal dan peningkatan produktivitas peralatan bongkar muat juga menjadi fokus utama. Perusahaan juga memperkuat aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) agar setiap aktivitas operasional tetap berjalan aman dan efisien.
1. Terminal Tanjung Priok 1
Terminal Tanjung Priok 1 menjadi kontributor utama dalam peningkatan arus petikemas. Hingga Februari 2026, volume petikemas yang ditangani mencapai 208.198 TEUs, naik sekitar 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatat 182.727 TEUs. Kenaikan ini menunjukkan bahwa aktivitas ekspor-impor di wilayah Jakarta masih menjadi tulang punggung logistik nasional.
2. Terminal Tanjung Priok 2
Terminal Tanjung Priok 2 juga mencatatkan kinerja positif. Volume petikemas yang ditangani mencapai 286.613 TEUs, tumbuh 6,9 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 268.127 TEUs. Meskipun pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan Tanjung Priok 1, kontribusinya tetap sangat signifikan dalam mendukung total arus petikemas nasional.
3. Area Pontianak
Di luar wilayah Jabodetabek, Area Pontianak juga mencatatkan peningkatan. Hingga Februari 2026, volume petikemas yang ditangani mencapai 43.550 TEUs, naik sekitar 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 41.504 TEUs. Peningkatan ini menunjukkan bahwa aktivitas logistik di Kalimantan Barat mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
4. Area Panjang
Area Panjang mencatatkan kenaikan yang sangat signifikan. Volume petikemas yang ditangani mencapai 20.660 TEUs, tumbuh 20,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat 17.075 TEUs. Lonjakan ini bisa menjadi indikator bahwa wilayah Lampung mulai menjadi perhatian dalam jaringan logistik nasional.
5. Area Teluk Bayur
Area Teluk Bayur juga mencatatkan pertumbuhan yang positif. Volume petikemas yang ditangani mencapai 18.561 TEUs, naik 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 17.220 TEUs. Meskipun pertumbuhannya tidak sebesar Area Panjang, kontribusinya tetap penting dalam mendukung arus petikemas secara nasional.
Perbandingan Arus Petikemas di Berbagai Area (Februari 2026)
| Area Terminal | Volume Petikemas (TEUs) | Pertumbuhan Tahunan |
|---|---|---|
| Tanjung Priok 1 | 208.198 | +14% |
| Tanjung Priok 2 | 286.613 | +6,9% |
| Pontianak | 43.550 | +4,9% |
| Panjang | 20.660 | +20,9% |
| Teluk Bayur | 18.561 | +7,8% |
Disclaimer: Data di atas bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan perkembangan aktivitas operasional di lapangan.
Strategi IPC TPK Menjelang Ramadan dan Lebaran
1. Penyesuaian Pola Operasional
Menjelang Ramadan dan Lebaran, IPC TPK melakukan penyesuaian pola operasional untuk mengantisipasi lonjakan distribusi barang. Perusahaan mengimbau pengguna jasa untuk melakukan pengiriman dan pengambilan petikemas lebih awal agar tidak terjadi kemacetan di area terminal.
2. Optimalisasi Fasilitas dan Peralatan
Terminal Petikemas IPC terus melakukan optimalisasi fasilitas dan peningkatan produktivitas peralatan bongkar muat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap proses bongkar muat berjalan efisien dan tepat waktu.
3. Penerapan K3 yang Ketat
Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional. Dengan penerapan K3 yang ketat, IPC TPK berupaya memastikan bahwa setiap proses berjalan aman dan berkelanjutan.
Jaringan Operasional IPC Terminal Petikemas
IPC Terminal Petikemas beroperasi di 6 area kerja utama di Indonesia:
- Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta
- Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat
- Pelabuhan Panjang, Lampung
- Pelabuhan Palembang, Sumatera Selatan
- Pelabuhan Teluk Bayur, Padang
- Pelabuhan Jambi, Jambi
Dengan jaringan yang tersebar di berbagai wilayah strategis, IPC TPK mampu memberikan pelayanan logistik yang terintegrasi dan efisien. Perusahaan terus berupaya meningkatkan kapasitas dan efisiensi operasional untuk mendukung pertumbuhan industri logistik nasional.
Penutup
Peningkatan arus petikemas di berbagai area operasional IPC Terminal Petikemas hingga awal Ramadan 2026 menunjukkan bahwa aktivitas logistik nasional tetap berjalan dinamis. Dengan strategi operasional yang matang dan penyesuaian terhadap lonjakan permintaan menjelang libur panjang, IPC TPK berhasil menjaga kinerja yang positif di tengah tantangan distribusi yang semakin kompleks.
Dengan terus memperkuat infrastruktur dan menjaga efisiensi operasional, IPC Terminal Petikemas siap mendukung pertumbuhan industri logistik nasional di tahun-tahun mendatang.
Eva Agustin adalah seorang jurnalis profesional, penulis, dan wartawan berpengalaman yang kini berkarya di banjoo.id, salah satu media online terbesar di Indonesia. Lahir pada Juli 1999, Eva telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam dunia jurnalistik dan penulisan kreatif.
