PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp336 per saham. Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Maret 2026. Dividen ini merupakan bagian dari komitmen BCA dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada para investor.
Dividen tunai yang dibagikan mencerminkan rasio sebesar 72 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Sebelumnya, BCA telah membayarkan dividen interim sebesar Rp55 per saham pada Desember 2025. Dengan demikian, sisa pembayaran dividen yang akan dikeluarkan sebesar Rp281 per saham.
Rencana Dividen dan Strategi Keuangan BCA
BCA tetap menjaga konsistensi dalam pendekatan pembagian dividen yang seimbang dengan pertumbuhan bisnis jangka panjang. Dalam penjelasan RUPST, direksi menyampaikan bahwa apabila kondisi keuangan memungkinkan, akan ada rencana pembayaran dividen interim sebanyak tiga kali dalam tahun 2026, dengan pembayaran dilakukan per kuartal.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyampaikan bahwa keputusan dividen ini menunjukkan komitmen BCA untuk terus menjaga keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. "BCA senantiasa berfokus pada fundamental bisnis perseroan, serta melangkah dengan prudent pada 2026," ujarnya.
1. Besaran Dividen Tahun 2025
Total dividen tunai yang dibagikan oleh BCA pada tahun buku 2025 mencapai Rp336 per saham. Dari jumlah tersebut, Rp55 per saham telah dibayarkan sebagai dividen interim pada akhir 2025. Sisanya, yaitu Rp281 per saham, akan dibayarkan setelah persetujuan RUPST.
2. Rencana Dividen Interim 2026
Direksi BCA merencanakan pembayaran dividen interim sebanyak tiga kali dalam tahun 2026, dengan pembayaran dilakukan setiap kuartal. Rencana ini akan dievaluasi berdasarkan kondisi keuangan dan likuiditas perseroan.
3. Laba Bersih dan Pertumbuhan Keuangan
Pada tahun 2025, BCA mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp57,5 triliun, naik 4,9 persen secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan ini menunjukkan konsistensi BCA dalam menjaga kinerja keuangan yang sehat di tengah dinamika sektor perbankan.
4. Kinerja Intermediasi dan Dana Pihak Ketiga
Dari sisi intermediasi, total kredit BCA tumbuh 7,7 persen year-on-year menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) mencatatkan pertumbuhan 10,2 persen year-on-year, mencapai Rp1.249 triliun di akhir tahun yang sama.
Rencana Buyback Saham
Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (shares buyback) sebanyak-banyaknya sebesar Rp5 triliun. Buyback ini bertujuan untuk meningkatkan nilai perusahaan dan memberikan pengembalian kepada pemegang saham melalui peningkatan nilai saham di pasar.
Perombakan Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
RUPST juga membahas berakhirnya masa jabatan sejumlah anggota dewan komisaris dan direksi. Penghargaan disampaikan kepada Cyrillus Harinowo selaku komisaris independen dan Rudy Susanto selaku direktur atas kontribusi mereka selama menjabat.
5. Pengangkatan Direktur Baru
RUPST menyetujui pengangkatan David Formula sebagai direktur baru, setelah lulus uji kelayakan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). David Formula bergabung sebagai bagian dari strategi penguatan kepemimpinan BCA ke depannya.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BCA Per Maret 2026
Dewan Komisaris:
- Presiden Komisaris: Jahja Setiaatmadja
- Komisaris: Tonny Kusnadi
- Komisaris Independen: Raden Pardede
- Komisaris Independen: Sumantri Slamet
Direksi:
- Presiden Direktur: Hendra Lembong
- Wakil Presiden Direktur: Armand Wahyudi Hartono
- Wakil Presiden Direktur: John Kosasih
- Direktur: Subur Tan
- Direktur (Kepatuhan): Lianawaty Suwono
- Direktur: Santoso
- Direktur: Vera Eve Lim
- Direktur: Haryanto Tiara Budiman
- Direktur: Frengky Chandra Kusuma
- Direktur: Antonius Widodo Mulyono
- Direktur: Hendra Tanumihardja
- Direktur: David Formula
Kinerja BCA di Tengah Dinamika Pasar
BCA terus menunjukkan konsistensi dalam menjaga kinerja keuangan yang solid. Dengan pertumbuhan kredit dan DPK yang sehat, BCA menunjukkan bahwa bank ini tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam menyimpan dan meminjam dana.
Pertumbuhan DPK sebesar 10,2 persen menjadi Rp1.249 triliun menunjukkan bahwa masyarakat masih mempercayai BCA sebagai lembaga keuangan yang aman dan terpercaya. Sementara itu, pertumbuhan kredit sebesar 7,7 persen mencerminkan optimisme ekonomi dan permintaan kredit yang terjaga.
Penutup
BCA kembali membuktikan komitmennya dalam memberikan nilai terbaik kepada pemegang saham melalui pembagian dividen tunai sebesar Rp336 per saham. Dengan rencana buyback saham dan penguatan struktur kepemimpinan, BCA menunjukkan bahwa bank ini siap melangkah mantap di tahun 2026.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terkini per Maret 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan perusahaan dan kondisi pasar.
Agung Budianto adalah profesional media multitalenta yang saat ini berperan sebagai Engagement Editor, Reporter, dan Penulis. Dengan kemampuan yang komprehensif dalam jurnalistik digital dan content engagement, Ardan membawa perspektif unik dalam setiap konten yang dihasilkannya.