Musim mudik Lebaran 2026 kembali mencatatkan peningkatan volume lalu lintas di sejumlah ruas jalan tol di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Data dari Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) menunjukkan bahwa arus kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek menuju destinasi utama seperti Bandara Soekarno-Hatta, Merak, dan kawasan Puncak mengalami lonjakan dibandingkan hari-hari biasa.
Kenaikan ini terutama terlihat di Gerbang Tol (GT) Cengkareng, GT Cikupa, dan GT Ciawi 1. Total kendaraan yang melintas mencapai 175.132 unit, naik 0,72 persen dari rata-rata transaksi normal sebesar 173.879 kendaraan. Meski begitu, tidak semua gerbang tol mencatat kenaikan. GT Ciawi 1 justru mengalami penurunan sekitar 8,43 persen dibanding normal.
Peningkatan Volume Lalu Lintas Menuju Bandara dan Pelabuhan
-
GT Cengkareng (Bandara Soekarno-Hatta)
Volume kendaraan yang melintas di GT Cengkareng mencapai 83.572 unit, naik 1,20 persen dari rata-rata normal 82.577 kendaraan. Lonjakan ini menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat untuk menggunakan jalur udara sebagai moda transportasi utama saat mudik. -
GT Cikupa (Pelabuhan Merak)
Di GT Cikupa, arus kendaraan mencapai 55.520 unit, naik 6,88 persen dari normal 51.944 kendaraan. Peningkatan ini menandakan bahwa jalur laut tetap menjadi pilihan utama bagi pemudik yang membawa kendaraan pribadi. -
GT Ciawi 1 (Kawasan Puncak)
Berbeda dari dua gerbang sebelumnya, GT Ciawi 1 justru mencatat penurunan sebesar 8,43 persen. Total kendaraan yang melintas hanya 36.040 unit, lebih rendah dari normal 39.358 unit. Hal ini kemungkinan karena cuaca dan kondisi jalan yang kurang mendukung atau pilihan destinasi alternatif.
Arus Mudik ke Bandung dan Rancaekek
Wilayah Jawa Barat juga mencatat peningkatan volume kendaraan, khususnya menuju Kota Bandung dan kawasan Rancaekek. Total kendaraan yang melintas mencapai 76.107 unit, naik 1,93 persen dari normal 74.668 unit. Lonjakan ini terlihat di dua gerbang tol utama: GT Cileunyi dan GT Pasteur.
Distribusi Arus di Jawa Barat
-
GT Cileunyi (Rancaekek, Garut, dan sekitarnya)
Sebanyak 38.728 kendaraan melintas melalui GT Cileunyi dengan kenaikan 2,34 persen dari normal 37.844 unit. Ini menunjukkan bahwa kawasan selatan Bandung tetap menjadi tujuan utama selama libur Lebaran. -
GT Cileunyi (Bandung–Jakarta)
Arus kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta melalui GT Cileunyi mencapai 32.645 unit, naik tajam 14,23 persen dari normal 28.579 unit. Kenaikan ini bisa disebabkan oleh peningkatan aktivitas pulang kampung dari pekerja yang tinggal di Bandung. -
GT Pasteur (Kota Bandung)
Di GT Pasteur, volume kendaraan yang masuk ke Kota Bandung mencapai 37.379 unit, naik 1,51 persen dari normal 36.824 unit. Sementara arus keluar dari Bandung menuju Jakarta hanya mencapai 30.999 unit, turun 0,84 persen dari normal 31.261 unit.
Tips Mengantisipasi Kenaikan Volume Lalu Lintas
Mengingat tingginya volume kendaraan, Jasa Marga memberikan beberapa rekomendasi agar perjalanan lebih lancar dan aman. Salah satunya adalah memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat.
-
Periksa kondisi kendaraan
Pastikan semua sistem kendaraan berfungsi dengan baik, termasuk rem, lampu, dan ban. Ini penting untuk menghindari risiko mogok di jalan. -
Persiapkan pengemudi
Hindari berkendara saat lelah atau mengantuk. Istirahat yang cukup sebelum perjalanan jauh sangat penting. -
Isi BBM dan saldo e-toll
Jangan sampai kehabisan BBM di tengah perjalanan atau saldo e-toll tidak mencukupi saat keluar dari tol. Siapkan cadangan untuk antisipasi. -
Gunakan satu e-toll saja
Untuk ruas tol dengan sistem transaksi tertutup seperti Cipularang, Padaleunyi, dan JORR II, gunakan satu kartu e-toll yang sama saat masuk dan keluar. Ini menghindari masalah transaksi di gerbang tol.
Perbandingan Volume Lalu Lintas di Beberapa Gerbang Tol
Berikut tabel perbandingan antara volume lalu lintas normal dan saat libur Lebaran 2026 di beberapa gerbang tol utama:
| Gerbang Tol | Volume Normal (unit) | Volume Lebaran 2026 (unit) | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| GT Cengkareng | 82.577 | 83.572 | +1,20% |
| GT Cikupa | 51.944 | 55.520 | +6,88% |
| GT Ciawi 1 | 39.358 | 36.040 | -8,43% |
| GT Cileunyi (masuk) | 37.844 | 38.728 | +2,34% |
| GT Cileunyi (keluar) | 28.579 | 32.645 | +14,23% |
| GT Pasteur (masuk) | 36.824 | 37.379 | +1,51% |
| GT Pasteur (keluar) | 31.261 | 30.999 | -0,84% |
Kesimpulan
Lonjakan volume lalu lintas di ruas tol Jabodetabek dan Jawa Barat saat Lebaran 2026 menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat tetap tinggi meski dengan berbagai pertimbangan seperti cuaca dan ketersediaan fasilitas transportasi. Peningkatan ini menjadi catatan penting bagi pengelola jalan tol untuk terus meningkatkan kapasitas dan layanan.
Namun, perjalanan tetap bisa nyaman jika dilakukan persiapan matang. Dengan memperhatikan kondisi kendaraan, memilih waktu keberangkatan yang tepat, serta menggunakan sistem pembayaran e-toll dengan benar, potensi kemacetan dan hambatan di jalan raya bisa diminimalkan.
Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan laporan resmi Jasamarga dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi lapangan dan faktor eksternal lainnya.
Haidar Adam adalah jurnalis profesional yang saat ini memegang posisi strategis sebagai Editor, Reporter, dan Penulis. Ignacio membawa perspektif internasional dalam peliputan berita lokal dan nasional.