Beranda » Nasional » Prabowo Targetkan Mobil dan Motor Listrik Tenaga Surya Menuju Emas 2045

Prabowo Targetkan Mobil dan Motor Listrik Tenaga Surya Menuju Emas 2045

Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti pentingnya transisi energi di Indonesia. Dalam sebuah diskusi terbatas dengan jurnalis dan ekonom di Hambalang, Jawa Barat, Kamis (19/3/2026), ia menyampaikan visi jangka panjang untuk menggeser ketergantungan pada bahan bakar fosil. Fokusnya bukan hanya pada mobil listrik, tapi juga motor dan kendaraan berat lainnya. Yang menarik, seluruh energi listrik yang dibutuhkan diharapkan berasal dari tenaga surya.

Transformasi ini, menurut Prabowo, adalah bagian dari upaya memecahkan akar masalah ketergantungan impor bahan bakar minyak. Dengan beralih ke kendaraan listrik yang tenaga listriknya berasal dari energi terbarukan, khususnya surya, maka pengeluaran negara bisa ditekan secara signifikan. Ia menyebut bahwa penghematan yang dihasilkan dari langkah ini sangat besar, bahkan bisa menjadi pemicu kembali bangkitnya industrialisasi nasional.

Target Energi Surya Capai 100 GW dalam Dua Tahun

Langkah konkret dalam mewujudkan visi tersebut adalah peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya. Pemerintah menargetkan kapasitas tenaga surya nasional mencapai 100 gigawatt (GW) dalam waktu maksimal dua tahun ke depan. Saat ini, kapasitas yang sudah terbangun baru sekitar 11 GW. Artinya, ada peningkatan sekitar 90 GW yang harus dicapai dalam waktu singkat.

Selain itu, Prabowo juga menyoroti masih adanya pembangkit listrik berbahan bakar diesel dengan kapasitas sekitar 13 GW. Pembangkit ini dinilai tidak efisien dan mahal, sehingga harus segera dialihkan ke sumber energi yang lebih ramah dan ekonomis, seperti surya.

1. Penutupan Pembangkit Listrik Diesel

Langkah pertama dalam transformasi ini adalah menutup seluruh pembangkit listrik berbasis diesel. Presiden menyebut bahwa penggunaan diesel untuk pembangkit listrik tidak lagi dapat dipertahankan karena biayanya yang tinggi dan dampak lingkungannya yang besar. Ia optimis dalam waktu dekat, 13 GW kapasitas diesel ini bisa dialihkan ke energi surya.

2. Peningkatan Kapasitas Energi Surya

Langkah kedua adalah percepatan pembangunan infrastruktur energi surya. Targetnya adalah menambah kapasitas hingga 100 GW dalam dua tahun. Ini akan menjadi salah satu proyek energi terbarukan terbesar di Asia Tenggara dan akan memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca Juga:  Rumiatun, Agen BRILink Grobogan yang Melayani 1.200 Warga Desa dengan Cepat dan Ramah di Garis Depan

3. Simulasi Konversi Kendaraan Listrik

Langkah ketiga adalah simulasi konversi kendaraan bermotor ke listrik. Pemerintah telah melakukan berbagai simulasi ekonomi dan teknis untuk memastikan bahwa transisi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat. Salah satunya adalah pengurangan pengeluaran bahan bakar hingga 20 persen untuk pengguna motor listrik.

Kendaraan Listrik Jadi Game Changer

Prabowo menegaskan bahwa kendaraan listrik bukan sekadar tren, tapi solusi konkret untuk mengurangi ketergantungan energi impor. Ia menyebut bahwa masyarakat yang mampu masih bisa menggunakan mobil berbahan bakar fosil, seperti Lamborghini atau Ferrari, selama bersedia membayar harga dunia. Namun, untuk masyarakat umum, kendaraan listrik akan menjadi pilihan yang jauh lebih hemat dan ramah kantong.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memperhitungkan dampak makro ekonomi dari transisi ini. Dengan mengurangi impor BBM, defisit neraca perdagangan bisa ditekan. Penghematan devisa yang dihasilkan bisa dialokasikan untuk pengembangan sektor produktif lainnya.

1. Motor Listrik Hemat Biaya Hingga 20 Persen

Salah satu hasil simulasi menunjukkan bahwa pengguna motor listrik bisa menghemat biaya operasional hingga 20 persen dibandingkan motor konvensional. Ini menjadi insentif kuat bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.

2. Mobil Listrik untuk Kelas Menengah ke Atas

Mobil listrik ditujukan untuk menengah ke atas, dengan infrastruktur pengisian yang akan terus dikembangkan di kota-kota besar. Pemerintah juga akan memberikan insentif pajak dan subsidi untuk pembelian kendaraan listrik.

3. Kendaraan Berat Ikut Bertransformasi

Tidak hanya mobil dan motor, kendaraan berat seperti truk dan traktor juga akan dialihkan ke listrik. Ini penting mengingat sektor logistik dan pertanian merupakan kontributor besar emisi karbon.

Baca Juga:  PLN Pastikan Kesiapan 15 SPKLU di Rute Mudik Surabaya-Bali Menjelang Liburan Tahun Baru 2024

Tabel Perbandingan Biaya Operasional Kendaraan

Jenis Kendaraan Bahan Bakar Fosil (Rata-rata/bulan) Listrik (Rata-rata/bulan) Penghematan
Motor Rp 400.000 Rp 320.000 20%
Mobil Pribadi Rp 1.200.000 Rp 900.000 25%
Truk Barang Rp 5.000.000 Rp 3.750.000 25%

Tabel di atas menunjukkan potensi penghematan yang bisa diraih jika beralih ke kendaraan listrik. Angka ini bisa berubah tergantung kebijakan harga listrik dan BBM di masa depan.

1. Pengembangan Infrastruktur Pengisian

Langkah pertama dalam mendukung transisi ini adalah pengembangan infrastruktur pengisian kendaraan listrik. Pemerintah berencana membangun ribuan titik pengisian di seluruh Indonesia, terutama di kota-kota besar dan jalur transportasi utama.

2. Insentif Pajak dan Subsidi

Langkah kedua adalah pemberian insentif pajak dan subsidi bagi pembeli kendaraan listrik. Ini mencakup pengurangan pajak pembelian, bea masuk, hingga subsidi harga kendaraan.

3. Edukasi dan Sosialisasi

Langkah ketiga adalah edukasi masyarakat. Banyak orang masih ragu beralih ke kendaraan listrik karena belum memahami manfaat dan cara penggunaannya. Sosialisasi akan dilakukan melalui berbagai media dan program komunitas.

Penutup

Transisi ke kendaraan listrik yang didukung oleh energi surya bukan hanya soal lingkungan. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat ekonomi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor. Dengan visi yang jelas dan langkah konkret, pemerintah berharap dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia bisa menjadi contoh dalam transformasi energi di kawasan Asia Tenggara.

Disclaimer: Data dan target yang disebutkan dalam artikel ini bersifat prediktif dan dapat berubah tergantung pada perkembangan kebijakan, kondisi ekonomi, dan faktor eksternal lainnya.

Eduardo Simorangkir, Editor/Reporter/Penulis detik.com & banjoo.id. Jurnalis profesional dengan keahlian editorial, investigative reporting & digital media.
Jurnalis

Khusnul Ain adalah jurnalis yang saat ini menjabat sebagai Editor, Reporter, dan Penulis. Dengan pengalaman luas dalam dunia jurnalistik digital, Eduardo menggabungkan kemampuan editorial yang tajam dengan kepekaan terhadap berita aktual dan tren pasar digital.