Bekal kemandirian menjadi fokus utama setelah seseorang menyelesaikan masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Di Lapas Kelas IIB Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mendapat kesempatan untuk mengasah keterampilan melalui pelatihan otomotif yang diselenggarakan oleh Pertamina Lubricants. Program ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari upaya nyata memberikan bekal yang aplikatif agar para mantan WBP lebih siap menghadapi dunia luar.
Kolaborasi antara dunia industri dan lembaga pemasyarakatan ini menunjukkan bahwa perubahan positif bisa terjadi melalui pendekatan yang tepat. Pelatihan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga langsung diaplikasikan di bengkel, sehingga peserta bisa merasakan langsung pengalaman kerja di bidang otomotif.
Pelatihan Otomotif untuk WBP Sleman
Program pelatihan ini diselenggarakan oleh Pertamina Lubricants melalui Sales Region IV sebagai bentuk komitmen terhadap tanggung jawab sosial. Sasarannya jelas: memberikan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri, khususnya di sektor otomotif.
Peserta pelatihan terdiri dari 10 orang WBP yang berasal dari program lanjutan dan peserta baru dalam program Enduro Sahabat Lapas. Mereka mendapatkan pendampingan dari instruktur profesional dari SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, yang memastikan bahwa materi pelatihan bisa diserap dengan baik dan diterapkan secara langsung.
1. Penyerahan Alat Bengkel
Langkah awal dalam program ini adalah penyerahan bantuan alat bengkel dari Pertamina Lubricants kepada pihak Lapas Sleman. Alat-alat ini akan digunakan sebagai sarana pendukung dalam pelatihan teknis, sehingga proses pembelajaran bisa lebih optimal dan sesuai dengan standar industri.
2. Pelatihan Teori Dasar Otomotif
Sebelum masuk ke sesi praktik, peserta diberikan pemahaman dasar tentang sistem kerja kendaraan. Materi mencakup fungsi komponen utama mesin, jenis pelumas, serta cara pemilihan pelumas yang tepat untuk kendaraan tertentu.
3. Sesi Praktik Penggunaan Alat Bengkel
Setelah memahami teori, peserta langsung diterjunkan ke bengkel untuk praktik langsung. Instruktur membimbing mereka dalam penggunaan alat secara aman dan efisien, mulai dari kunci inggris, obeng, hingga peralatan khusus untuk servis mesin.
4. Simulasi Servis Kendaraan Ringan
Peserta dilatih untuk melakukan servis rutin pada kendaraan ringan. Mulai dari penggantian oli, pemeriksaan rem, hingga penyetelan mesin. Simulasi ini memberikan pengalaman nyata yang bisa langsung digunakan saat mereka kembali ke masyarakat.
5. Evaluasi dan Penyerahan Sertifikat
Di akhir pelatihan, peserta menjalani evaluasi praktik dan teori. Mereka yang memenuhi kriteria kelulusan akan mendapatkan sertifikat keterampilan dari Pertamina Lubricants. Sertifikat ini diharapkan bisa menjadi nilai tambah saat mencari pekerjaan di bengkel atau beralih ke bidang usaha otomotif.
Dampak Jangka Panjang dari Program Ini
Program pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir positif terhadap pekerjaan dan kemandirian. Dengan bekal keterampilan otomotif, para mantan WBP punya peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan atau bahkan membuka usaha sendiri.
Keterlibatan SMK Muhammadiyah 1 Moyudan sebagai mitra pelatih menunjukkan bahwa program ini dirancang untuk memberikan kualitas pembelajaran yang tinggi. Instruktur yang berpengalaman membawa metode mengajar yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
Tabel Rincian Alat Bengkel yang Diserahkan
Berikut adalah daftar alat bengkel yang diserahkan oleh Pertamina Lubricants kepada Lapas Sleman:
| No | Jenis Alat | Jumlah |
|---|---|---|
| 1 | Kunci Inggris Set | 5 set |
| 2 | Obeng Set | 10 set |
| 3 | Dongkrak Hidrolik | 2 unit |
| 4 | Stang Kunci | 5 unit |
| 5 | Tang Potong | 5 unit |
| 6 | Palu Konde | 5 unit |
| 7 | Kunci Shock | 5 unit |
| 8 | Tool Box | 5 unit |
Alat-alat ini dipilih berdasarkan kebutuhan dasar dalam perawatan kendaraan ringan dan akan digunakan dalam kegiatan pelatihan rutin di dalam Lapas.
Kolaborasi yang Membawa Manfaat Nyata
Kehadiran Pertamina Lubricants dalam program ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga peduli terhadap kondisi sosial di masyarakat. Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan pemasyarakatan, program ini menjadi lebih terarah dan berkelanjutan.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Sleman, Ady Saputra, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat membantu dalam proses pembinaan dan pemberdayaan WBP.
Penutup
Pelatihan otomotif bagi WBP Lapas Sleman merupakan langkah konkret dalam membangun kembali kehidupan mereka pasca-pembinaan. Dengan dukungan alat, tenaga ahli, dan kurikulum yang relevan, program ini memberikan peluang nyata untuk memulai hidup baru yang lebih produktif.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini berdasarkan data dan laporan resmi yang tersedia hingga Maret 2026. Rincian alat dan kegiatan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan dan kebutuhan lapangan.
Rosatyani Puspita adalah jurnalis berpengalaman yang saat ini berkarier sebagai Editor, Reporter, dan Penulis di dua platform media digital terkemuka Indonesiadi banjoo.id. Dengan dedikasi tinggi terhadap jurnalisme berkualitas dan integritas editorial, Rosatyani konsisten menghadirkan konten yang akurat, berimbang, dan berdampak bagi masyarakat.
