Setelah libur panjang yang berlangsung selama tujuh hari, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali dibuka pada Rabu, 25 Maret 2026. Libur ini merupakan bagian dari rangkaian cuti bersama nasional yang bertepatan dengan Hari Suci Nyepi dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Sejumlah investor dan pelaku pasar modal tentu menantikan kembali berlangsungnya sesi jual-beli saham yang sempat vakum.
Periode penutupan pasar dimulai sejak Rabu, 18 Maret 2026. Selama libur panjang ini, tidak ada transaksi saham yang bisa dilakukan, termasuk aktivitas settlement. Hal ini mengikuti kebijakan pemerintah terkait cuti bersama yang jatuh pada awal pekan ketiga Maret 2026. Dengan kembali dibukanya perdagangan, investor bisa melanjutkan aktivitasnya dengan mengacu pada jadwal perdagangan reguler yang berlaku.
Libur Panjang yang Memengaruhi Kalender Bursa
Libur bursa kali ini menjadi salah satu yang terpanjang di kuartal pertama tahun 2026. Tidak hanya satu hari, tetapi berlangsung selama beberapa hari berturut-turut. Kondisi ini cukup berdampak pada ritme pasar modal, terutama bagi investor yang berencana melakukan transaksi jangka pendek.
Berikut adalah daftar lengkap hari libur bursa selama Maret 2026:
- 18 Maret 2026: Cuti Bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948
- 19 Maret 2026: Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948
- 20 Maret 2026: Cuti Bersama Idulfitri 1447 H
- 23 Maret 2026: Cuti Bersama Idulfitri 1447 H
- 24 Maret 2026: Cuti Bersama Idulfitri 1447 H
Perlu dicatat, meski Hari Raya Idulfitri 1447 H secara kalender jatuh pada 21-22 Maret 2026, hari-hari tersebut tidak dimasukkan ke dalam daftar libur bursa karena bertepatan dengan akhir pekan. Artinya, pasar sudah tidak aktif pada hari itu secara otomatis.
Jadwal Perdagangan Normal Kembali Berlaku
Dengan dibukanya kembali perdagangan saham pada 25 Maret 2026, seluruh sesi perdagangan akan kembali mengikuti jadwal reguler yang berlaku di BEI. Investor bisa mulai melakukan transaksi sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan, baik untuk saham-saham individual maupun reksa dana pasar uang.
Berikut adalah jadwal perdagangan reguler di bursa saham:
1. Senin hingga Kamis
- Sesi I: 09.00 – 12.00 WIB
- Sesi II: 13.30 – 15.49 WIB
2. Jumat
- Sesi I: 09.00 – 11.30 WIB
- Sesi II: 14.00 – 15.49 WIB
Perbedaan jadwal pada hari Jumat memang sudah menjadi standar operasional BEI. Investor yang ingin memaksimalkan waktu transaksi perlu memperhatikan sesi-sesi ini agar tidak melewatkan peluang.
Persiapan yang Perlu Dilakukan Sebelum Pasar Dibuka Kembali
Menjelang kembali aktifnya perdagangan, investor sebaiknya tidak langsung terjun ke pasar begitu saja. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar aktivitas perdagangan bisa berjalan lebih efektif dan terarah.
1. Evaluasi Portofolio Investasi
Setelah libur selama seminggu, kondisi pasar bisa berubah cukup signifikan. Saham yang sebelumnya diminati mungkin sudah tidak relevan lagi, atau sebaliknya. Oleh karena itu, evaluasi portofolio menjadi langkah awal yang penting.
2. Pantau Sentimen Global
Sentimen pasar global sangat berpengaruh terhadap pergerakan indeks di BEI. Apalagi jika libur panjang ini berbarengan dengan rilis data ekonomi penting di luar negeri atau kebijakan moneter dari bank sentral besar. Investor perlu memantau pergerakan pasar internasional, terutama dari Amerika Serikat dan Eropa.
3. Cek Kalender Perusahaan Emiten
Banyak emiten juga merilis laporan keuangan atau pengumuman penting di awal pekan ketiga atau keempat Maret. Investor yang memegang saham-saham tertentu perlu memperhatikan apakah ada rilis penting yang bisa memengaruhi harga saham.
4. Siapkan Strategi Pasca-Libur
Libur panjang seringkali membuat investor kehilangan ritme. Oleh karena itu, penting untuk menyiapkan strategi baru atau merevisi strategi lama agar bisa langsung dieksekusi begitu pasar dibuka kembali.
Perubahan yang Mungkin Terjadi di Awal Perdagangan
Setelah libur panjang, biasanya terjadi volatilitas yang lebih tinggi di awal perdagangan. Hal ini wajar mengingat banyak faktor yang bisa berubah selama periode penutupan pasar.
Beberapa skenario yang mungkin terjadi antara lain:
- Reaksi pasar terhadap data ekonomi yang dirilis selama libur
- Perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
- Sentimen investor yang berubah akibat isu politik atau makro ekonomi
Investor yang siap secara mental dan strategi akan lebih mudah mengantisipasi perubahan ini.
Disclaimer
Jadwal dan informasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan Bursa Efek Indonesia atau ketentuan pemerintah. Data yang digunakan adalah yang berlaku hingga Maret 2026. Disarankan untuk selalu memeriksa kalender resmi BEI atau IDX untuk informasi terkini sebelum melakukan transaksi.
Eva Agustin adalah seorang jurnalis profesional, penulis, dan wartawan berpengalaman yang kini berkarya di banjoo.id, salah satu media online terbesar di Indonesia. Lahir pada Juli 1999, Eva telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam dunia jurnalistik dan penulisan kreatif.
