Beranda » Nasional » Indeks Harga Saham Gabungan Naik Signifikan, Faktor Apa yang Dorong Peningkatannya?

Indeks Harga Saham Gabungan Naik Signifikan, Faktor Apa yang Dorong Peningkatannya?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan tajam pada perdagangan Rabu, 25 Maret 2026. Lonjakan ini terjadi di tengah situasi ketegangan geopolitik global yang masih berlangsung, khususnya terkait respons dari Amerika Serikat terhadap ancaman Iran.

Pada penutupan sesi sore, IHSG melonjak 195,282 poin atau sekitar 2,75 persen, mencapai level 7.302. Indeks sempat berada di titik terendah 7.057 dan tertinggi 7.302 sepanjang sesi perdagangan. Volume perdagangan mencapai 38,157 miliar saham senilai Rp25,372 triliun, dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp12,868 triliun.

Pemicu Kenaikan IHSG di Tengah Ketidakpastian Global

Lonjakan IHSG tidak lepas dari dinamika geopolitik global yang memengaruhi sentimen pasar modal. Investor lokal dan asing mencermati dengan cermat perkembangan terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran, serta dampaknya terhadap stabilitas energi global.

1. Pernyataan Presiden AS yang Redam Ketegangan

Presiden AS Donald Trump mengumumkan penangguhan sementara operasi militer terhadap Iran. Pernyataan ini muncul setelah adanya laporan bahwa AS telah membuka jalur dialog dengan Iran terkait ancaman terhadap infrastruktur energi.

Meski Iran membantah adanya negosiasi resmi, sikap ini tetap memberikan angin segar bagi pasar keuangan global. Investor yang sebelumnya cemas mulai kembali memasuki pasar saham, termasuk pasar saham Indonesia.

2. Stabilitas Harga Minyak Dunia

Ketegangan di Selat Hormuz berpotensi mengganggu pasokan minyak global. Namun, dengan penangguhan ancaman serangan militer, tekanan pada harga minyak mentah sedikit mereda. Hal ini mendorong bank sentral global untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga.

Bank sentral utama seperti The Fed, ECB, BoE, BoJ, dan Bank of Canada masih mempertahankan suku bunga pada level sebelumnya. Investor pun merasa lebih tenang, karena risiko inflasi yang tiba-tiba melonjak tampaknya terkendali untuk sementara waktu.

Baca Juga:  Filipina Umumkan Darurat Energi Nasional untuk Periode 12 Bulan Mendatang

3. Sentimen Positif dari Investor Asing

Kondisi ini memberi ruang bagi investor asing untuk kembali membeli saham di pasar Asia, termasuk di Bursa Efek Indonesia (BEI). Arus dana asing yang masuk menjadi salah satu faktor penopang kenaikan IHSG.

Sebanyak 574 saham bergerak menguat pada sesi perdagangan Rabu. Hanya 148 saham yang melemah dan 101 saham lainnya stagnan. Dominasi saham-saham yang naik menunjukkan bahwa sentimen pasar sedang berada di zona positif.

Rincian Perdagangan IHSG Rabu, 25 Maret 2026

Berikut adalah rincian perdagangan IHSG pada akhir sesi Rabu, 25 Maret 2026:

Parameter Nilai
Penutupan IHSG 7.302
Peningkatan Harian +195,282 poin (+2,75%)
Volume Perdagangan 38,157 miliar saham
Nilai Perdagangan Rp25,372 triliun
Kapitalisasi Pasar Rp12,868 triliun
Frekuensi Transaksi 2.126.216 kali
Saham Menguat 574
Saham Melemah 148
Saham Stagnan 101

Proyeksi Sebelum Perdagangan: Apakah IHSG Akan Melemah?

Sebelum perdagangan dimulai, sejumlah analis memperkirakan IHSG akan menghadapi tekanan. Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, misalnya, memperkirakan bahwa IHSG berpotensi menguji level support di kisaran 6.800 hingga 7.000.

Namun, perkembangan geopolitik yang lebih positif dari yang diperkirakan mengubah arah pergerakan indeks. Investor yang awalnya bersiap untuk menjual mulai beralih membeli, terutama saham-saham blue chip dan sektor energi.

Sektor-Saham yang Jadi Pendorong Utama Kenaikan

Kenaikan IHSG tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa sektor yang menjadi pendorong utama lonjakan indeks pada perdagangan Rabu.

1. Sektor Perbankan

Saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI mencatatkan kenaikan dua digit. Investor melihat bahwa sektor perbankan masih cukup tahan terhadap gejolak global, terutama dengan likuiditas yang masih sehat.

Baca Juga:  Hasil Survei Calon Ketua BPP Hipmi Anthony Leong Ungguli Kompetitor Lainnya

2. Sektor Pertambangan dan Energi

Sektor ini juga menjadi pendorong utama kenaikan. Saham seperti INCO, ANTM, dan TLKM menguat seiring dengan stabilnya harga komoditas global dan optimisme terhadap pasokan energi.

3. Saham Konsumer dan Properti

Saham konsumer dan properti juga ikut menyokong kenaikan IHSG. Saham-saham seperti UNVR, SMGR, dan BSDE mencatatkan peningkatan yang cukup signifikan.

Apa Selanjutnya untuk IHSG?

Meski IHSG menguat tajam pada Rabu, pergerakannya masih sangat rentan terhadap perkembangan global. Ketegangan di Timur Tengah belum sepenuhnya reda, dan ancaman terhadap stabilitas energi masih mengintai.

Investor disarankan untuk tetap waspada dan tidak terlalu optimis secara berlebihan. Kondisi geopolitik yang dinamis bisa dengan cepat mengubah arah pergerakan pasar.

Namun, jika situasi tetap stabil dan tidak ada eskalasi lebih lanjut, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju level resisten selanjutnya di kisaran 7.500 hingga 7.600.

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terkini per Maret 2026. Angka dan kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan ekonomi, geopolitik, dan kebijakan moneter global maupun domestik. Harap selalu merujuk pada sumber resmi untuk informasi terbaru.

Andrea Hirata
Jurnalis

Andrea Hirata Seman Said Harun atau lebih dikenal sebagai Andrea Hirata adalah novelis dan jurnalis yang berasal dari Pulau Belitung, provinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah Laskar Pelangi yang menghasilkan tiga sekuel.