Beranda » Nasional » Setelah Menjabat Sekjen Kemenkeu Heru Pambudi Mundur, Ini Posisi Baru yang Digeluti

Setelah Menjabat Sekjen Kemenkeu Heru Pambudi Mundur, Ini Posisi Baru yang Digeluti

Heru Pambudi resmi lengser dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada akhir Maret 2026. Posisi strategis yang diemban selama lebih dari lima tahun itu kini diambil alih oleh Robert Leonard Marbun. Keberangkatan Heru dari Gedung Kemenkeu menandai akhir dari satu babak penting dalam kariernya di birokrasi keuangan Tanah Air.

Pergantian ini bukanlah sesuatu yang mendadak. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebutnya sebagai bagian dari proses rotasi jabatan biasa. Namun, bukan berarti tidak berdampak. Heru Pambudi, sosok yang dikenal punya jejak karier panjang di lingkungan Kemenkeu, akan menempati posisi baru dalam beberapa bulan ke depan. Tepatnya ke mana, belum diumumkan secara resmi.

Perjalanan Karier Heru Pambudi

Sebelum naik ke pucuk pimpinan di Kemenkeu, Heru Pambudi sudah menapak karier panjang di birokrasi. Lahir di Bondowoso, 11 Februari 1970, ia memulai pendidikan formalnya di Universitas Indonesia, lulus dengan gelar S1 Ekonomi Manajemen pada tahun 1996. Tak berhenti di situ, ia melanjutkan studi ke jenjang S2 di University of Newcastle Upon Tyne, Inggris, dan meraih gelar Master of Law pada 2001.

1. Awal Karier di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

Heru memulai kariernya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 1992 di Direktorat Verifikasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Ia mulai meniti karier dari posisi pelaksana, dan secara bertahap naik ke berbagai jabatan strategis.

2. Jabatan Strategis di Bea dan Cukai

Pada tahun 2002, Heru menjabat sebagai Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai II. Tahun berikutnya, ia dipercaya menjadi Kepala Seksi Impor. Di tahun 2007, Heru dipromosikan menjadi Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A4 Tanjung Uban.

3. Kepemimpinan di Tingkat Eselon I

Pada 2008, Heru menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional III. Karier cemerlangnya terus berlanjut, dan pada tahun 2010, ia menjadi Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai. Pada 2011, ia menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi.

Baca Juga:  Anggaran Pendidikan Dipastikan Aman Meski Ada Pengurangan Anggaran Lain

4. Menjadi Direktur Jenderal Bea dan Cukai

Pada 19 Maret 2015, Heru diangkat menjadi Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai. Setahun kemudian, 1 Juli 2015, ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Jabatan ini menjadi salah satu puncak karier sebelum akhirnya ia diangkat sebagai Sekretaris Jenderal Kemenkeu.

5. Menjadi Sekretaris Jenderal Kemenkeu

Pada 12 Maret 2021, Heru Pambudi resmi dilantik sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. Ia menjadi tangan kanan langsung Menteri Keuangan dalam mengelola seluruh aspek administrasi dan operasional kementerian.

Apresiasi dari Menteri Keuangan

Purbaya Yudhi Sadewa memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Heru selama memimpin Sekretariat Jenderal. Menurutnya, Heru bukan hanya sosok yang profesional, tapi juga mampu membangun kerja tim yang solid.

“Kerja tim itu yang selama ini ditunjukkan oleh Bapak Heru Pambudi, apalagi dalam posisi dia sebagai Secretary General. Dia berhasil membentuk kerja tim yang bagus,” kata Purbaya.

Purbaya juga mengungkap bahwa kehadiran Heru sangat membantu proses adaptasinya saat pertama kali menjabat. Ia menyebut Heru sebagai sosok yang tidak hanya hadir di ruang rapat, tapi juga aktif dalam follow-up hasil rapat.

Potensi Penempatan Baru Heru Pambudi

Meski belum ada pengumuman resmi, berdasarkan pola rotasi birokrasi tingkat tinggi, beberapa posisi strategis bisa menjadi opsi untuk Heru Pambudi. Di antaranya adalah:

  • Posisi di BUMN atau BUMD
  • Jabatan di lembaga keuangan internasional
  • Penempatan di kementerian atau lembaga strategis lainnya
  • Peran sebagai Dewan Komisaris atau Komisaris Independen

Rotasi seperti ini umum terjadi dalam sistem birokrasi Indonesia, terutama bagi pejabat eselon I yang telah menunjukkan kinerja baik. Ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memastikan distribusi pengalaman dan kapasitas di berbagai instansi.

Baca Juga:  Defisit APBN Tembus Rp54,6 Triliun hingga Januari 2026, Menkeu Purbaya Ungkap Fakta Mengejutkan!

Perbandingan Profil Singkat Heru Pambudi dan Robert Leonard Marbun

Aspek Heru Pambudi Robert Leonard Marbun
Tempat, Tanggal Lahir Bondowoso, 11 Februari 1970 [Data belum tersedia]
Pendidikan S1 UI, S2 University of Newcastle Upon Tyne [Data belum tersedia]
Jabatan Terakhir Sebelum Sekjen Kemenkeu Direktur Jenderal Bea dan Cukai [Data belum tersedia]
Tahun Menjabat Sekjen Kemenkeu 2021 – 2026 Mulai Maret 2026
Latar Belakang Karier Spesialisasi di bidang kepabeanan dan cukai [Data belum tersedia]

Catatan: Data tentang Robert Leonard Marbun masih terbatas dan akan diperbarui seiring pengumuman resmi.

Penutup

Heru Pambudi telah menorehkan sejarah panjang dalam birokrasi keuangan Indonesia. Dari seorang pelaksana hingga menjadi Sekretaris Jenderal Kemenkeu, perjalanan karier ini menunjukkan dedikasi dan kompetensi tinggi. Meski kini ia lengser dari posisinya, jejaknya tetap menjadi bagian penting dari reformasi birokrasi di sektor keuangan.

Ke mana perginya Heru Pambudi? Jawabannya belum pasti, tapi satu hal yang jelas, karier seorang birokrat senior seperti dirinya belum berakhir. Ia akan kembali hadir di tempat yang baru, dengan tantangan dan peran baru pula.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan pengumuman resmi dari pemerintah. Data tentang Robert Leonard Marbun masih akan diperbarui seiring perkembangan informasi.

Eduardo Simorangkir, Editor/Reporter/Penulis detik.com & banjoo.id. Jurnalis profesional dengan keahlian editorial, investigative reporting & digital media.
Jurnalis

Khusnul Ain adalah jurnalis yang saat ini menjabat sebagai Editor, Reporter, dan Penulis. Dengan pengalaman luas dalam dunia jurnalistik digital, Eduardo menggabungkan kemampuan editorial yang tajam dengan kepekaan terhadap berita aktual dan tren pasar digital.