Beranda » Nasional » Ribu Tiket Whoosh Terjual Habis Selama Periode Angkutan Lebaran 13 sampai 30 Maret

Ribu Tiket Whoosh Terjual Habis Selama Periode Angkutan Lebaran 13 sampai 30 Maret

Ilustrasi kereta cepat Whoosh. Foto: dok KCIC.

Penjualan tiket kereta cepat Whoosh mencatatkan angka yang cukup mengesankan selama masa angkutan Lebaran 2026. Dalam periode 13 hingga 30 Maret, jumlah tiket yang terjual mencapai 293 ribu lembar. Angka ini terus bertambah seiring dengan tingginya antusiasme masyarakat menjelang dan seusai libur Idulfitri 1447 Hijriah.

Pada akhir pekan terakhir masa angkutan, yakni Minggu 29 Maret 2026, KCIC mencatat penjualan tiket harian mencapai 12 ribu lembar. Jumlah ini meningkat dibandingkan tiga hari sebelumnya, di mana total tiket terjual baru mencapai 235 ribu lembar. Lonjakan ini menunjukkan bahwa Whoosh menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin mudik atau kembali ke kota asal dengan cepat dan nyaman.

Antusiasme Tinggi di Hari Puncak Arus Balik

Hari Minggu, 29 Maret 2026, menjadi puncak arus balik penumpang kereta cepat. Kebijakan bekerja dari mana saja (WFA) yang mulai berakhir membuat banyak orang kembali ke Jakarta atau kota-kota besar lainnya. Kondisi ini memicu lonjakan permintaan tiket, terutama untuk rute Jakarta–Bandung dan sebaliknya.

1. Penjualan Tiket Whoosh Capai 293 Ribu Lembar

Total penjualan tiket selama masa angkutan Lebaran 2026 mencapai 293 ribu lembar. Angka ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta cepat yang menghubungkan Jakarta dan Bandung dalam waktu singkat.

2. Hari Ini Jadi Puncak Arus Balik

Hari Minggu menjadi puncak arus balik. KCIC mencatat penjualan tiket mencapai 12 ribu lembar hanya dalam satu hari. Angka ini diprediksi terus naik menjelang keberangkatan terakhir.

3. Prediksi Tingginya Penumpang di Hari Senin

Meski hari Minggu menjadi puncak arus balik, Senin 30 Maret 2026 juga diprediksi akan padat. Banyak penumpang yang berangkat langsung dari stasiun Bandung, Padalarang, dan Tegalluar Summarecon untuk langsung bekerja di Jakarta.

Baca Juga:  Mengenal 3 Jenis EVCharger yang Wajib Diketahui Sebelum Mengisi Daya Mobil Listrik Anda

Strategi KCIC Menghadapi Lonjakan Penumpang

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KCIC menyiapkan sejumlah strategi. Mulai dari peningkatan layanan hingga integrasi moda transportasi.

1. Peningkatan Layanan di Stasiun dan Dalam Kereta

KCIC meningkatkan pelayanan di stasiun dan dalam kereta untuk memastikan kenyamanan penumpang. Termasuk penambahan petugas, pengecekan fasilitas secara berkala, dan peningkatan kebersihan.

2. Integrasi Moda Transportasi

Layanan intermoda menjadi fokus utama. KCIC mengoptimalkan koneksi dengan kereta feeder, transportasi daring, hingga shuttle bus agar perjalanan penumpang lebih terintegrasi dan efisien.

3. Fasilitas Tambahan di Stasiun

Beberapa fasilitas tambahan disediakan di stasiun, seperti area tunggu yang lebih luas, food court, dan charging station. Hal ini dirancang untuk memberikan kenyamanan ekstra selama masa angkutan tinggi.

Perbandingan Penjualan Tiket Whoosh Sebelum dan Sesudah Libur Lebaran

Berikut adalah rincian penjualan tiket Whoosh selama masa angkutan Lebaran 2026:

Tanggal Tiket Terjual (lembar)
25 Maret 2026 235.000
29 Maret 2026 293.000
30 Maret 2026 (diperkirakan) ± 15.000/hari

Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi lapangan.

Rute Paling Diminati Selama Angkutan Lebaran

Selama masa angkutan Lebaran, dua rute utama menjadi favorit penumpang:

  • Jakarta–Bandung
  • Bandung–Jakarta

Kedua rute ini menjadi andalan karena waktu tempuhnya yang singkat dan frekuensi keberangkatan yang tinggi. Selain itu, stasiun-stasiun yang melayani rute ini juga terhubung dengan moda transportasi lainnya, memudahkan aksesibilitas penumpang.

Faktor yang Mendorong Tingginya Minat Masyarakat

Beberapa faktor mendorong masyarakat memilih kereta cepat Whoosh selama masa angkutan Lebaran:

1. Waktu Tempuh yang Lebih Cepat

Dibandingkan kereta konvensional, Whoosh menawarkan waktu tempuh Jakarta–Bandung hanya sekitar 45 menit. Hal ini sangat menguntungkan bagi penumpang yang ingin menghemat waktu.

Baca Juga:  Purbaya Yakin DSI Mampu Tingkatkan Pendapatan Negara Hingga 2 Kali Lipat

2. Kenyamanan dan Keamanan

Fasilitas di dalam kereta dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal. Dari kursi ergonomis hingga sistem keamanan canggih, semuanya mendukung pengalaman perjalanan yang menyenangkan.

3. Ketersediaan Tiket yang Terjangkau

Meskipun merupakan kereta cepat, harga tiket Whoosh masih terjangkau untuk kalangan menengah. Ini membuatnya menjadi pilihan yang menarik dibandingkan moda transportasi lainnya.

Tips untuk Penumpang yang Akan Menggunakan Whoosh

Bagi calon penumpang yang ingin menggunakan layanan Whoosh, berikut beberapa tips agar perjalanan lebih nyaman:

1. Pesan Tiket Lebih Awal

Mengingat tingginya permintaan tiket, disarankan untuk memesan tiket lebih awal melalui aplikasi resmi atau situs web KCIC.

2. Datang ke Stasiun Lebih Awal

Hindari keterlambatan dengan datang ke stasiun setidaknya 30 menit sebelum keberangkatan.

3. Bawa Barang Secukupnya

Kapasitas bagasi di Whoosh terbatas. Disarankan membawa barang seperlunya saja agar tidak merepotkan diri sendiri dan penumpang lain.

Kesimpulan

Angka penjualan tiket Whoosh yang mencapai 293 ribu lembar selama masa angkutan Lebaran 2026 menunjukkan bahwa layanan ini semakin diminati masyarakat. Dengan berbagai fasilitas dan strategi yang diterapkan KCIC, perjalanan menggunakan kereta cepat menjadi lebih efisien dan menyenangkan.

Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi operasional di lapangan.

Rosatyani Puspita
Jurnalis

Rosatyani Puspita adalah jurnalis berpengalaman yang saat ini berkarier sebagai Editor, Reporter, dan Penulis di dua platform media digital terkemuka Indonesiadi banjoo.id. Dengan dedikasi tinggi terhadap jurnalisme berkualitas dan integritas editorial, Rosatyani konsisten menghadirkan konten yang akurat, berimbang, dan berdampak bagi masyarakat.