Ilustrasi harga minyak dunia naik. Foto: Carsurin.com
Harga minyak mentah global melonjak tajam pada awal perdagangan Senin, 30 Maret 2026. Lonjakan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan di Timur Tengah, khususnya serangan kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran terhadap Israel. Brent, sebagai acuan harga minyak internasional, mencatat kenaikan 2,2% hingga menyentuh level USD115,08 per barel.
Serangan tersebut menunjukkan semakin meluasnya konflik di kawasan. Houthi mengklaim telah meluncurkan serangkaian rudal ke Israel dan mengancam akan terus melancarkan serangan. Keterlibatan kelompok ini memperbesar kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pada jalur pelayaran strategis, khususnya Laut Merah dan Selat Hormuz.
Lonjakan Harga Minyak Dunia
Kenaikan harga minyak tidak hanya terjadi dalam sekejap. Sejak awal Maret 2026, Brent sudah naik hampir 60%. Lonjakan ini sejalan dengan memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah, terutama setelah dimulainya konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Iran dikabarkan telah memblokir Selat Hormuz, jalur kritis yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak global. Langkah ini secara langsung mengancam stabilitas rantai pasok energi dunia, memicu volatilitas pasar minyak yang signifikan.
1. Serangan Houthi Picu Kekhawatiran Pasokan
Kelompok Houthi, yang selama ini berbasis di Yaman dan memiliki dukungan militer dari Iran, mengumumkan telah meluncurkan serangkaian rudal ke wilayah Israel. Serangan ini terjadi menjelang akhir pekan dan dianggap sebagai eskalasi baru dalam konflik regional.
2. Iran Blokir Selat Hormuz
Iran secara efektif memblokir Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Langkah ini menghentikan atau memperlambat lalu lintas kapal minyak, yang berdampak langsung pada pasokan global.
3. Respon Militer AS dan Israel
Pasukan Israel melancarkan serangan ke berbagai target di wilayah ibu kota Iran. Sementara itu, Amerika Serikat mengerahkan sekitar 3.500 tentara tambahan di kawasan Timur Tengah, termasuk penugasan di atas kapal perang USS Tripoli.
4. Brent Tembus USD115/Barel
Harga minyak Brent berjangka mencatat kenaikan 2,2% menjadi USD115,08 per barel. Puncaknya, harga sempat menyentuh USD116,43 sebelum stabil kembali.
5. Ketegangan AS-Iran Semakin Meningkat
Meski ada upaya diplomasi dari Pakistan yang menawarkan diri menjadi mediator, Teheran tetap bersikeras menolak negosiasi langsung dengan Washington. Iran bahkan menuduh AS merencanakan invasi darat.
Perbandingan Harga Minyak Dunia Maret 2026
Berikut adalah perbandingan harga minyak mentah global pada awal dan akhir Maret 2026:
| Jenis Minyak | Harga Awal Maret 2026 | Harga Akhir Maret 2026 | Kenaikan (%) |
|---|---|---|---|
| Brent | USD72,50 | USD115,08 | 58,7% |
| WTI | USD68,30 | USD109,40 | 60,2% |
Data di atas menunjukkan bahwa baik Brent maupun WTI mengalami lonjakan hampir 60% dalam satu bulan. Kenaikan ini terjadi karena faktor geopolitik yang signifikan dan gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah.
Faktor Pemicu Lonjakan Harga
Lonjakan harga minyak tidak terjadi begitu saja. Ada sejumlah faktor utama yang menyebabkan volatilitas pasar energi global dalam beberapa pekan terakhir.
1. Eskalasi Konflik Timur Tengah
Konflik bersenjata antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat menjadi pemicu utama lonjakan harga. Ketegangan yang semakin memanas membuat investor khawatir akan gangguan pasokan minyak global.
2. Blokade Selat Hormuz
Iran secara aktif memblokir Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi jalur utama distribusi minyak dari Timur Tengah ke pasar global. Blokade ini memaksa kapal-kapal untuk mencari rute alternatif yang lebih panjang dan mahal.
3. Keterlibatan Houthi
Kelompok Houthi yang sebelumnya hanya aktif di Yaman kini mulai menunjukkan pengaruhnya di Laut Merah. Kemampuan mereka untuk mengganggu lalu lintas kapal memperburuk situasi ketidakpastian di pasar minyak.
4. Spekulasi Pasar
Investor dan trader minyak mulai menimbun posisi beli sebagai antisipasi terhadap potensi gangguan lebih lanjut. Spekulasi ini mempercepat lonjakan harga dan menciptakan tekanan tambahan pada pasar.
Dampak Global dari Lonjakan Harga Minyak
Lonjakan harga minyak mentah berdampak luas ke berbagai sektor ekonomi, tidak hanya di negara penghasil minyak.
1. Inflasi Energi
Negara-negara pengimpor minyak seperti India, Jepang, dan negara Eropa menghadapi tekanan inflasi yang meningkat. Kenaikan harga bahan bakar secara langsung memengaruhi biaya transportasi dan produksi.
2. Biaya Produksi yang Meningkat
Industri manufaktur dan pertanian yang bergantung pada energi fosil mengalami lonjakan biaya operasional. Ini berpotensi menekan margin keuntungan dan memicu kenaikan harga barang konsumsi.
3. Tekanan pada APBN
Negara dengan subsidi energi besar seperti Indonesia dan Malaysia harus mengalokasikan anggaran tambahan untuk menjaga harga bahan bakar tetap terjangkau bagi masyarakat.
Respons Negara dan Organisasi Internasional
Berbagai negara dan lembaga internasional mulai merespons lonjakan harga minyak dengan langkah-langkah strategis.
1. Pakistan Tawarkan Mediasi
Pakistan menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah negosiasi perdamaian antara AS dan Iran. Langkah ini diharapkan bisa meredam ketegangan dan memulihkan kepercayaan pasar.
2. Cadangan Minyak Darurat Dipertimbangkan
Negara anggota IEA seperti Amerika Serikat dan Jepang mulai mempertimbangkan penggunaan cadangan minyak nasional untuk menstabilkan harga. Namun, langkah ini masih dalam tahap evaluasi.
3. Dukungan untuk Energi Alternatif
Lonjakan harga minyak mempercepat transisi energi menuju sumber terbarukan. Banyak negara mulai mempercepat investasi di sektor energi surya dan angin sebagai alternatif jangka panjang.
Proyeksi Harga Minyak di Kuartal II 2026
Berikut adalah proyeksi harga minyak global untuk April hingga Juni 2026 berdasarkan berbagai lembaga analis:
| Lembaga | Proyeksi Brent (USD/Barel) | Catatan |
|---|---|---|
| IEA | 110 – 120 | Stabil jika ketegangan mereda |
| OPEC | 115 – 125 | Optimis terhadap permintaan |
| IMF | 105 – 115 | Risiko koreksi jika perdamaian |
| Goldman Sachs | 120 – 130 | Spekulatif, tergantung geopolitik |
Disclaimer: Data dan proyeksi di atas bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan geopolitik, kebijakan energi global, dan dinamika pasar.
Lonjakan harga minyak dunia hingga USD115 per barel menjadi cerminan dari ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung. Dengan semakin banyaknya aktor yang terlibat, termasuk kelompok bersenjata seperti Houthi, pasar minyak global akan terus mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa pekan mendatang.
Andrea Hirata Seman Said Harun atau lebih dikenal sebagai Andrea Hirata adalah novelis dan jurnalis yang berasal dari Pulau Belitung, provinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah Laskar Pelangi yang menghasilkan tiga sekuel.