Beranda » Nasional » PP Presisi Sukses Menangkan Proyek Pengolahan Bauksit Antam dengan Nilai Kontrak Rp870 Miliar demi Mendukung Program Hilirisasi Nasional

PP Presisi Sukses Menangkan Proyek Pengolahan Bauksit Antam dengan Nilai Kontrak Rp870 Miliar demi Mendukung Program Hilirisasi Nasional

Ilustrasi. Foto: dok PPRE.

PT PP Presisi Tbk (PPRE) berhasil meraih kontrak baru senilai Rp870 miliar untuk proyek penambangan bauksit milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Proyek ini berlokasi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Kontrak ini menjadi salah satu pencapaian strategis terbaru bagi PPRE dalam mendukung program hilirisasi nasional.

Proyek ini dikerjakan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PT PP (Persero) Tbk dan PT Lancarjaya Mandiri Abadi. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antar unit usaha yang kuat dalam menjalankan proyek skala besar. Dengan pengalaman dan armada yang memadai, tim siap menjalankan pekerjaan secara efisien dan berkelanjutan.

Dukungan terhadap Program Hilirisasi Nasional

Pemerintah terus mendorong percepatan hilirisasi mineral sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah dalam negeri. Bauksit merupakan salah satu komoditas strategis yang menjadi fokus utama dalam program ini. Dengan mengolah bauksit secara lokal, diharapkan lebih banyak manfaat ekonomi yang terserap ke dalam rantai industri nasional.

Keberhasilan PPRE meraih kontrak ini menunjukkan bahwa perusahaan siap menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program pemerintah. Perusahaan tidak hanya fokus pada efisiensi operasional, tetapi juga pada penerapan prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) yang mendukung keberlanjutan.

Langkah ini juga sejalan dengan strategi bisnis PPRE yang terus melakukan diversifikasi layanan. Sebelumnya, fokus utama perusahaan adalah pada penambangan nikel. Kini, ekspansi ke sektor bauksit membuka peluang baru dalam memperkuat portofolio bisnis.

1. Tahapan Pelaksanaan Proyek Bauksit Antam

  1. Penandatanganan Kontrak dan Persiapan Awal

    Tahap awal dimulai dengan penandatanganan kontrak antara Antam dan konsorsium yang terdiri dari PPRE, PTPP, dan LMA. Persiapan meliputi rencana kerja, pengadaan peralatan, serta koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan semua aspek operasional siap dijalankan.

  2. Pengadaan dan Mobilisasi Peralatan

    PPRE menyiapkan armada alat berat yang diperlukan untuk operasi penambangan. Pengadaan dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi dan keandalan alat agar produktivitas tetap terjaga selama pelaksanaan proyek.

  3. Pelaksanaan Penggalian Pertama (First Cut)

    Penggalian pertama direncanakan akan dimulai pada awal Triwulan II 2026. Tahap ini menjadi awal dari serangkaian aktivitas penambangan yang akan berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

  4. Operasional Washing Plant

    Salah satu ruang lingkup kontrak adalah pengoperasian washing plant. Fasilitas ini digunakan untuk membersihkan dan memproses bauksit sebelum dikirim ke tahap selanjutnya dalam rantai produksi.

  5. Pengangkutan dan Pengelolaan Material

    Proses pengangkutan material hasil tambang dilakukan secara terjadwal. Armada yang digunakan dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan serta memastikan distribusi berjalan efisien.

Baca Juga:  Livin' by Mandiri Siap Dukung Transaksi Nasabah Selama Libur Idulfitri 1447 H Tanpa Gangguan

Rincian Nilai Kontrak dan Komposisi KSO

Berikut adalah rincian nilai kontrak dan komposisi kerja sama operasi dalam proyek ini:

Pihak Peran Kontribusi
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Pemberi kerja Menyediakan area tambang dan mengelola produksi
PT PP Presisi Tbk (PPRE) Operator utama Mengelola operasional penambangan dan washing plant
PT PP (Persero) Tbk (PTPP) Mitra KSO Mendukung pengelolaan proyek dan infrastruktur
PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) Mitra KSO Menyediakan dukungan logistik dan SDM

Total nilai kontrak proyek ini mencapai Rp870 miliar. Angka ini mencerminkan kompleksitas pekerjaan serta skala proyek yang cukup besar dalam sektor pertambangan bauksit.

2. Strategi PPRE dalam Diversifikasi Bisnis

  1. Ekspansi ke Sektor Bauksit

    Sebelumnya, PPRE lebih dikenal sebagai penyedia jasa penambangan nikel. Kini, dengan proyek ini, perusahaan mulai melebarkan sayap ke sektor bauksit. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas portofolio layanan.

  2. Penguatan Kapabilitas Operasional

    PPRE terus meningkatkan kapabilitas operasionalnya melalui investasi pada teknologi, armada, dan sumber daya manusia. Ini menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan di sektor pertambangan yang semakin ketat.

  3. Penerapan Standar ESG

    Dalam setiap proyek, PPRE menerapkan prinsip ESG untuk memastikan operasional berjalan berkelanjutan. Ini mencakup pengelolaan lingkungan, tanggung jawab sosial, serta tata kelola perusahaan yang baik.

3. Keunggulan PPRE dalam Proyek Skala Besar

  1. Rekam Jejak yang Teruji

    PPRE memiliki sejumlah portofolio proyek besar di sektor pertambangan dan konstruksi. Reputasi ini menjadi modal penting dalam memperoleh kepercayaan dari klien strategis seperti Antam.

  2. Armada dan Teknologi Terkini

    Perusahaan dilengkapi dengan armada alat berat mutakhir serta sistem manajemen proyek yang terintegrasi. Ini memungkinkan pelaksanaan proyek berjalan efisien dan tepat waktu.

  3. SDM Berpengalaman

    Tim operasional PPRE terdiri dari tenaga ahli yang berpengalaman di bidang penambangan. Mereka mampu menghadapi tantangan teknis dalam proyek skala besar sekalipun.

Baca Juga:  B50 Memimpin Transformasi Energi Menuju Kemandirian Nasional Era 2025

Peran PPRE dalam Ekosistem Pertambangan Nasional

Keberhasilan PPRE dalam meraih kontrak ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki peran penting dalam ekosistem pertambangan nasional. Dengan dukungan dari pemerintah dan mitra strategis, PPRE terus berkontribusi dalam pengembangan industri tambang yang berkelanjutan.

Perusahaan juga menjadi bagian dari upaya transformasi sektor pertambangan menuju hilirisasi. Dengan menghadirkan solusi terintegrasi, PPRE membantu meningkatkan nilai tambah lokal dan daya saing produk tambang Indonesia di pasar global.

Penutup

Proyek bauksit Antam senilai Rp870 miliar menjadi langkah strategis bagi PPRE dalam memperkuat posisinya di sektor pertambangan nasional. Selain menunjukkan kapabilitas operasional, proyek ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program hilirisasi nasional.

Dengan penerapan teknologi, SDM berpengalaman, serta prinsip ESG, PPRE siap menjadi mitra andal dalam pengembangan industri tambang berkelanjutan. Ke depan, perusahaan akan terus mencari peluang baru untuk memperluas jejak proyeknya di berbagai sektor strategis.

Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terkini per April 2026. Nilai kontrak, jadwal, dan detail operasional dapat berubah sesuai dengan perkembangan pelaksanaan di lapangan.

Eva Agustin
Jurnalis

Eva Agustin adalah seorang jurnalis profesional, penulis, dan wartawan berpengalaman yang kini berkarya di banjoo.id, salah satu media online terbesar di Indonesia. Lahir pada Juli 1999, Eva telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam dunia jurnalistik dan penulisan kreatif.