Sejarah baru terukir di pasar modal Indonesia! Untuk pertama kalinya, IHSG berhasil menembus level psikologis 9.000 pada perdagangan Kamis, 8 Januari 2026. Pencapaian ini menjadi kabar gembira bagi investor di awal tahun 2026 dan menunjukkan kepercayaan pasar yang semakin menguat terhadap ekonomi Indonesia.
Secara keseluruhan, IHSG membukukan kenaikan impresif 2,16% sepanjang pekan pertama Januari 2026. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pun melonjak hingga mencapai Rp16.301 triliun—angka yang fantastis dan menunjukkan valuasi pasar saham Indonesia yang terus berkembang.
Artikel ini akan membahas lengkap pergerakan IHSG sepekan, faktor pendorong penguatan, saham-saham penggerak utama, hingga proyeksi untuk pekan depan. Simak sampai selesai agar tidak ketinggalan insight penting untuk strategi investasimu! 📈
• Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, BUKAN rekomendasi investasi
• Data berdasarkan perdagangan BEI periode 6-10 Januari 2026
• Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca
• Saham memiliki risiko—harga bisa naik maupun turun
• Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum berinvestasi
Ringkasan Pergerakan IHSG Pekan Ini

Pekan pertama perdagangan Januari 2026 menjadi pembuka tahun yang sangat positif bagi pasar saham Indonesia. IHSG mencatatkan kinerja impresif dengan berbagai pencapaian bersejarah.
Penutupan dan Perubahan Mingguan
Berdasarkan data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 6-10 Januari 2026, IHSG ditutup di level 8.936,754 pada akhir pekan. Secara mingguan, indeks acuan ini membukukan kenaikan sebesar 2,16% dari penutupan pekan sebelumnya.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Penutupan IHSG | 8.936,754 |
| Perubahan Mingguan | +2,16% |
| Level Tertinggi Intraday | 9.002,92 |
| Kapitalisasi Pasar | Rp16.301 triliun |
Perbandingan dengan Pekan Lalu
Dibandingkan pekan terakhir Desember 2025, performa IHSG di pekan ini jauh lebih baik. Momentum positif di awal tahun didorong oleh optimisme investor terhadap prospek ekonomi 2026 dan aliran dana asing yang kembali masuk ke pasar domestik.
Patut dicatat bahwa sepanjang tahun 2025, IHSG sudah membukukan rekor all-time high sebanyak 24 kali. Pencapaian ini berlanjut di 2026 dengan IHSG yang langsung mencetak rekor baru di pekan pertama perdagangan.
IHSG Tembus 9.000 untuk Pertama Kalinya
Momen bersejarah terjadi pada perdagangan Kamis, 8 Januari 2026, ketika IHSG berhasil menembus level psikologis 9.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah pasar modal Indonesia.
Kronologi Pencapaian
Perjalanan IHSG menuju level 9.000 dimulai sejak awal pekan dengan penguatan bertahap. Pada Selasa, 7 Januari 2026, IHSG sudah mencatatkan penutupan tertinggi sepanjang masa di level 8.944,80. Momentum ini berlanjut hingga akhirnya menembus angka psikologis 9.000 pada hari berikutnya.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyatakan bahwa pada Kamis, 8 Januari 2026, IHSG berhasil menembus level psikologis 9.000 secara intraday dengan puncak tertinggi mencapai 9.002,92.
Level Tertinggi Sepanjang Masa
Level 9.002,92 menjadi rekor all-time high (ATH) baru bagi IHSG. Meski pada penutupan hari itu indeks sedikit terkoreksi dan tidak bertahan di atas 9.000, pencapaian intraday ini tetap menjadi milestone penting bagi pasar modal Indonesia.
Tembus 9.000 bukan sekadar angka—ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang terus membaik. Level psikologis seperti ini biasanya menjadi indikator penting bagi sentimen pasar ke depan.
Kapitalisasi Pasar Meningkat Signifikan
Seiring dengan penguatan IHSG, kapitalisasi pasar BEI juga mencatatkan pertumbuhan yang impresif. Pada pekan ini, kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp16.301 triliun—meningkat 1,79% dibandingkan pekan sebelumnya.
| Indikator Pasar | Nilai | Perubahan |
|---|---|---|
| Kapitalisasi Pasar | Rp16.301 triliun | +1,79% |
| Frekuensi Transaksi Harian | 3,98 juta kali | +42,74% |
| Net Buy Asing (9/1) | Rp2,56 triliun | – |
| Net Buy Asing YTD 2026 | Rp3,1 triliun | – |
Kenaikan kapitalisasi pasar menunjukkan bahwa nilai seluruh perusahaan yang tercatat di BEI semakin meningkat. Ini menjadi indikator positif bahwa investor menilai prospek emiten-emiten Indonesia semakin menarik di tahun 2026.
Faktor Pendorong Penguatan IHSG
Beberapa faktor berkontribusi terhadap penguatan IHSG yang impresif di pekan pertama 2026:
Sentimen Domestik
1. Optimisme Awal Tahun
Investor domestik menunjukkan optimisme tinggi terhadap prospek ekonomi Indonesia di 2026. Ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang solid dan stabilitas politik menjadi faktor pendukung sentimen positif.
2. Kinerja Emiten yang Membaik
Laporan keuangan emiten yang dirilis menjelang akhir 2025 menunjukkan kinerja yang secara umum membaik. Ini memberikan dasar fundamental yang kuat bagi penguatan harga saham.
3. Kemajuan AI dan Teknologi
Kemajuan AI (artificial intelligence) menjadi salah satu pendorong utama tren ekonomi global yang juga berdampak positif pada emiten-emiten teknologi di Indonesia.
Pengaruh Global
1. Stabilitas Pasar Global
Pasar saham global yang relatif stabil di awal 2026 memberikan efek positif bagi pasar emerging market termasuk Indonesia.
2. Harga Komoditas Terjaga
Harga komoditas seperti batu bara, nikel, dan CPO yang masih terjaga di level baik mendukung kinerja emiten-emiten berbasis komoditas di BEI.
Aksi Investor Asing
Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) yang signifikan sepanjang pekan ini. Pada Jumat, 9 Januari 2026 saja, asing mencatat net buy sebesar Rp2,56 triliun. Total net buy asing dari awal tahun 2026 sudah mencapai Rp3,1 triliun.
Aliran dana asing yang masuk menunjukkan kepercayaan investor internasional terhadap pasar modal Indonesia. Ini menjadi katalis penting bagi penguatan IHSG ke level rekor baru.
Pergerakan Harian IHSG (6-10 Januari 2026)
Berikut ringkasan pergerakan IHSG harian selama sepekan:
| Hari/Tanggal | Penutupan | Perubahan | Catatan |
|---|---|---|---|
| Senin, 6 Jan | 8.850+ | Menguat | Pembukaan positif awal tahun |
| Selasa, 7 Jan | 8.944,80 | Menguat | Penutupan ATH |
| Kamis, 8 Jan | 9.001,84* | +0,64% | Tembus 9.000! (ATH 9.002,92) |
| Jumat, 10 Jan | 8.936,754 | Koreksi | Profit taking, tetap positif mingguan |
*Level intradayMeski ditutup sedikit di bawah 9.000 pada akhir pekan akibat aksi profit taking, secara keseluruhan pergerakan IHSG sangat positif dengan kenaikan 2,16% secara mingguan.
Saham-Saham Penggerak Utama
Berikut saham-saham yang menjadi penggerak utama pergerakan IHSG sepekan ini:
Top Gainers
Saham-saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi dan berkontribusi positif terhadap IHSG:
| Kode | Nama Emiten | Sektor |
|---|---|---|
| BYAN | Bayan Resources | Pertambangan |
| BRMS | Bumi Resources Minerals | Pertambangan |
| TLKM | Telkom Indonesia | Telekomunikasi |
Top Losers
Saham-saham yang mencatatkan penurunan dan menjadi pemberat IHSG:
| Kode | Nama Emiten | Sektor |
|---|---|---|
| DSSA | Dian Swastatika Sentosa | Energi |
| CUAN | Petrindo Jaya Kreasi | Energi |
| GOTO | GoTo Gojek Tokopedia | Teknologi |
Sektor yang Outperform dan Underperform
Performa sektor di BEI menunjukkan variasi yang cukup signifikan:
Sektor Outperform (Menguat)
- IDXTRANS (Transportasi & Logistik): Mencatatkan kenaikan tertinggi didukung aktivitas ekonomi yang meningkat
- IDXPROPERT (Properti): Sentimen positif dari sektor properti mendorong penguatan
- IDXINFRA (Infrastruktur): Proyek-proyek infrastruktur yang terus berjalan mendukung sektor ini
Sektor Underperform (Melemah)
Beberapa sektor mencatatkan pelemahan di tengah penguatan IHSG secara keseluruhan. Ini menunjukkan adanya rotasi sektor di mana dana investor berpindah dari satu sektor ke sektor lain.
Pandangan Analis untuk Pekan Depan
Para analis memberikan pandangan yang optimis namun tetap berhati-hati untuk prospek IHSG di pekan depan:
Level Teknikal yang Diperhatikan:
| Level | IHSG | Keterangan |
|---|---|---|
| Target Bullish | 9.100 – 9.200 | Jika momentum berlanjut |
| Resistance | 9.000 – 9.003 | Level ATH yang perlu ditembus |
| Support 1 | 8.900 | Support terdekat |
| Support 2 | 8.800 | Support kuat |
Sentimen yang Perlu Diperhatikan:
- Arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia
- Perkembangan ekonomi global dan geopolitik
- Kelanjutan aliran dana asing
- Data ekonomi domestik yang akan dirilis
Tips untuk Investor
Bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum positif IHSG, berikut beberapa tips:
1. Jangan FOMO (Fear of Missing Out)
Meski IHSG sedang bullish, jangan terburu-buru masuk tanpa analisis. Tunggu koreksi untuk entry yang lebih optimal jika merasa sudah ketinggalan rally.
2. Diversifikasi Portofolio
Jangan menaruh semua dana di satu saham atau satu sektor. Sebarkan investasi untuk mengurangi risiko.
3. Perhatikan Saham Big Caps
Saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) cenderung lebih stabil dan menjadi pilihan aman di saat pasar sedang euforia.
4. Tetapkan Target dan Cut Loss
Selalu tentukan target profit dan batas kerugian sebelum entry. Disiplin dengan rencana trading lebih penting dari sekadar mengikuti tren.
5. Pantau Aksi Investor Asing
Aliran dana asing menjadi indikator penting sentimen pasar. Jika asing mulai net sell dalam jumlah besar, bisa menjadi sinyal untuk lebih berhati-hati.
FAQ
Berapa kenaikan IHSG sepekan ini?
IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 2,16% sepanjang pekan 6-10 Januari 2026. Indeks ditutup di level 8.936,754 pada akhir pekan dengan sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa 9.002,92 pada Kamis, 8 Januari 2026.
Kapan IHSG tembus 9.000?
IHSG berhasil menembus level psikologis 9.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah pada perdagangan Kamis, 8 Januari 2026 secara intraday. Puncak tertinggi mencapai 9.002,92 sebelum sedikit terkoreksi pada penutupan.
Berapa kapitalisasi pasar BEI saat ini?
Kapitalisasi pasar BEI pada pekan ini tercatat Rp16.301 triliun, meningkat 1,79% dibandingkan pekan sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan valuasi pasar saham Indonesia yang terus berkembang.
Bagaimana aksi investor asing pekan ini?
Investor asing mencatat aksi beli bersih (net buy) yang signifikan. Pada Jumat (9/1) saja, net buy asing mencapai Rp2,56 triliun. Total net buy asing dari awal tahun 2026 sudah mencapai Rp3,1 triliun.
Apa faktor yang mendorong penguatan IHSG?
Beberapa faktor pendorong: (1) Optimisme investor terhadap ekonomi 2026, (2) Aliran dana asing yang masuk, (3) Kinerja emiten yang membaik, (4) Stabilitas pasar global, (5) Harga komoditas yang terjaga, dan (6) Kemajuan AI yang berdampak positif pada sektor teknologi.
Sektor apa yang paling menguat pekan ini?
Sektor yang outperform antara lain IDXTRANS (Transportasi & Logistik), IDXPROPERT (Properti), dan IDXINFRA (Infrastruktur). Sektor pertambangan juga berkontribusi positif dengan saham seperti BYAN dan BRMS yang menguat.
Berapa level support dan resistance IHSG?
Resistance terdekat di level 9.000-9.003 (area ATH). Support terdekat di 8.900 dan support kuat di 8.800. Jika momentum bullish berlanjut, target berikutnya di kisaran 9.100-9.200.
Apakah sekarang waktu yang tepat untuk investasi saham?
Keputusan investasi sangat individual tergantung profil risiko dan tujuan. Meski IHSG sedang bullish, selalu ada risiko koreksi. Disarankan untuk tidak FOMO, lakukan analisis sendiri, diversifikasi portofolio, dan investasi sesuai kemampuan finansial.
Berapa frekuensi transaksi harian di BEI?
Frekuensi transaksi harian mencapai 3,98 juta kali transaksi per hari, meningkat 42,74% dibandingkan periode sebelumnya. Ini menunjukkan aktivitas perdagangan yang sangat ramai dan minat investor yang tinggi.
Bagaimana proyeksi IHSG untuk pekan depan?
Analis memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan jika berhasil menembus resistance 9.000 secara konsisten. Target bullish di 9.100-9.200. Namun perlu diwaspadai potensi profit taking dan perkembangan sentimen global.
Haidar Adam adalah jurnalis profesional yang saat ini memegang posisi strategis sebagai Editor, Reporter, dan Penulis. Ignacio membawa perspektif internasional dalam peliputan berita lokal dan nasional.