Mengetahui waktu adzan Maghrib yang akurat merupakan kebutuhan krusial bagi masyarakat Muslim di kawasan industri seperti Cikarang, terutama untuk memastikan ketepatan waktu sholat dan berbuka puasa. Berdasarkan data resmi Kementerian Agama Republik Indonesia melalui portal sistem informasi jadwal sholat, waktu Maghrib untuk wilayah Kabupaten Bekasi dan sekitarnya pada Jumat, 20 Februari 2026, jatuh pada pukul 18:14 WIB. Ketetapan ini berlaku sebagai standar waktu utama bagi warga yang berdomisili di kawasan tersebut.
Kawasan Cikarang yang terbagi menjadi beberapa wilayah administratif seperti Cikarang Pusat, Barat, Utara, Selatan, hingga Timur, acap kali mengalami dinamika perbedaan waktu akibat letak geografis. Meskipun berada dalam satu garis koordinat Kabupaten Bekasi, variasi elevasi dan posisi matahari menyebabkan selisih waktu tipis sekitar satu menit antar wilayah. Oleh karena itu, mengikuti rujukan dari instansi berwenang menjadi langkah paling aman untuk menjaga keabsahan ibadah.
Jadwal Maghrib Per Wilayah Cikarang Hari Ini
Rincian waktu adzan Maghrib untuk berbagai titik di Cikarang didasarkan pada metode perhitungan astronomi resmi. Berikut adalah estimasi jadwal berdasarkan pembagian wilayah administratif di Kabupaten Bekasi:
| Kecamatan / Wilayah | Waktu Maghrib (WIB) | Estimasi Selisih |
|---|---|---|
| Cikarang Pusat | 18:13 | ± 0 sampai 1 Menit |
| Cikarang Selatan (Lippo, Cifest) | 18:13 | ± 0 sampai 1 Menit |
| Cikarang Barat (Kawasan Industri) | 18:14 | ± 0 sampai 1 Menit |
| Cikarang Utara (Lemahabang) | 18:14 | ± 0 sampai 1 Menit |
| Cikarang Timur | 18:14 | ± 0 sampai 1 Menit |
Disclaimer: Jadwal sholat dapat mengalami perubahan setiap harinya mengikuti peredaran matahari. Masyarakat disarankan untuk melakukan pengecekan secara berkala melalui situs resmi Bimas Islam Kementerian Agama.
Alasan Terjadinya Perbedaan Waktu Lokal
Fenomena perbedaan waktu adzan antar kecamatan meskipun masih dalam satu kabupaten bukanlah tanpa alasan teknis. Secara ilmiah, terdapat beberapa faktor yang melatarbelakangi perbedaan menit tersebut:
1. Koordinat Bujur dan Lintang
Posisi geografis yang berbeda menentukan kapan matahari terbenam sepenuhnya di ufuk. Pergeseran beberapa kilometer secara horizontal dapat menggeser waktu maghrib hingga hitungan menit.
2. Ketinggian Wilayah (Elevasi)
Area yang berada di dataran tinggi atau lokasi dengan gedung pencakar langit yang padat memiliki sudut pandang horizon yang berbeda dibandingkan dengan wilayah dataran rendah.
3. Metode Perhitungan Astronomi
Pihak berwenang menggunakan rumus sinus dan kosinus berdasarkan deklinasi matahari. Jika ada pembulatan angka dalam perhitungan koordinat kecamatan tertentu, hasil akhirnya bisa sedikit berbeda secara administratif.
Panduan Memastikan Waktu Ibadah yang Akurat
Guna menghindari keraguan saat akan melaksanakan ibadah sholat atau membatalkan puasa, terdapat beberapa anjuran praktis yang bisa diterapkan oleh masyarakat:
1. Sinkronisasi Jam Digital
Pastikan perangkat jam dinding atau jam tangan telah disinkronkan dengan waktu resmi BMKG atau GMT+07.00 guna menghindari keterlambatan.
2. Memantau Masjid Jami Setempat
Mendengarkan kumandang adzan dari masjid besar atau masjid tertua di lingkungan sekitar biasanya menjadi rujukan paling kuat bagi komunitas lokal.
3. Menghitung Waktu Ikhtiyat
Sebagai langkah pengamanan, sangat disarankan untuk menambahkan waktu sekitar 2 sampai 3 menit dari jadwal yang tertera. Hal ini disebut waktu ikhtiyat (pengaman) untuk memastikan matahari benar-benar telah terbenam.
4. Mengacu pada Aplikasi Terverifikasi
Gunakan aplikasi ponsel yang memiliki kredibilitas tinggi dan sinkron dengan data Kementerian Agama guna mendapatkan notifikasi real-time sesuai lokasi GPS saat ini.
Informasi mengenai jadwal Maghrib di Cikarang ini diharapkan mampu mempermudah koordinasi kegiatan keagamaan dan sosial bagi para pekerja serta warga lokal. Ketepatan waktu dalam beribadah mencerminkan kedisiplinan yang menjadi nilai utama dalam menjalankan syariat secara tertib.
Andrea Hirata Seman Said Harun atau lebih dikenal sebagai Andrea Hirata adalah novelis dan jurnalis yang berasal dari Pulau Belitung, provinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah Laskar Pelangi yang menghasilkan tiga sekuel.