Beranda » Berita » Kenali Berbagai Jenis File Tersembunyi yang Membuat Performa HP Jadi Lemot

Kenali Berbagai Jenis File Tersembunyi yang Membuat Performa HP Jadi Lemot

Banjoo.id – Sejumlah jenis file yang dapat menyebabkan handphone menjadi lemot akibat membebani penyimpanan dan sumber daya sistem.

Bahwa perlambatan perangkat tidak selalu disebabkan usia hardware, melainkan juga akumulasi file tertentu yang terus bertambah tanpa disadari pengguna.

Sistem operasi seperti Android maupun iOS mengandalkan ruang penyimpanan kosong untuk menjalankan proses sementara (temporary process), cache aplikasi, serta pembaruan sistem.

Ketika kapasitas penyimpanan hampir penuh, sistem kesulitan mengalokasikan ruang kerja sehingga performa melambat, aplikasi lebih lama dibuka, dan transisi antarmuka terasa tersendat.

Salah satu jenis file yang disebut paling sering menjadi penyebab adalah file cache aplikasi.

Cache merupakan data sementara yang disimpan aplikasi untuk mempercepat akses di penggunaan berikutnya.

Namun jika tidak pernah dibersihkan, ukuran cache dapat membengkak, terutama pada aplikasi media sosial, streaming video, dan perpesanan instan yang mengelola banyak gambar serta video.

Selain cache, file duplikat juga menjadi kontributor utama. Foto, video, atau dokumen yang tersimpan lebih dari satu kali baik akibat unduhan berulang atau sinkronisasi otomatis menghabiskan ruang penyimpanan tanpa memberikan manfaat tambahan.

File media beresolusi tinggi, termasuk video 4K, memiliki ukuran besar sehingga cepat mengisi memori internal.

Disebutkan, file instalasi atau APK yang tersisa setelah aplikasi terpasang pada Android.

File paket instalasi ini sering kali tidak terhapus otomatis dan tetap tersimpan di folder unduhan. Jika jumlahnya banyak, akumulasi ukuran file tersebut berdampak signifikan terhadap kapasitas penyimpanan.

File log sistem dan data aplikasi yang tidak lagi digunakan turut disebut sebagai faktor lain. Saat aplikasi dihapus, sebagian data residual kadang masih tertinggal dalam sistem.

Data ini dapat berupa konfigurasi lama atau folder kosong yang tetap memakan ruang. Dalam jangka panjang, akumulasi data residu dapat memengaruhi performa perangkat, terutama pada ponsel dengan kapasitas memori terbatas.

Pada perangkat yang digunakan untuk komunikasi intensif, file media dari aplikasi pesan instan juga menjadi penyumbang terbesar. Gambar, video, pesan suara, dan dokumen yang diunduh otomatis dapat tersimpan permanen di galeri atau folder internal jika tidak dikelola.

Beberapa aplikasi memang menyediakan fitur penghapusan otomatis, namun pengaturan ini sering kali tidak diaktifkan secara default.

Baca Juga:  LINK LIVE STREAMING Pantauan Hilal 1 Ramadhan 1447 H di Sejumlah Lokasi, Cek Hasil Sidang Isbat di Sini

Fenomena ini dengan perilaku penggunaan smartphone yang semakin tinggi. Berdasarkan laporan berbagai lembaga riset industri, durasi penggunaan ponsel meningkat setiap tahun, sehingga volume data yang tersimpan pun bertambah.

Tanpa manajemen penyimpanan yang rutin, beban sistem akan meningkat dan berdampak pada kecepatan respons perangkat.

Secara teknis, ketika ruang penyimpanan tersisa di bawah ambang tertentu, sistem operasi akan memperlambat proses baca-tulis data (read-write process).

Hal ini memengaruhi waktu buka aplikasi, pemrosesan foto, hingga pembaruan sistem. Beberapa perangkat bahkan secara otomatis membatasi kinerja latar belakang untuk menjaga stabilitas, yang dapat dirasakan sebagai penurunan performa.

Banjoo.id menyarankan pengguna untuk memanfaatkan fitur manajemen penyimpanan bawaan sistem, seperti menu Storage pada Android atau iPhone Storage pada iOS, guna mengidentifikasi aplikasi dan file berukuran besar. P

embersihan cache, penghapusan file duplikat, serta pemindahan data ke penyimpanan cloud atau kartu eksternal dapat membantu mengembalikan ruang kosong.

Langkah preventif lain yang disebut adalah mengaktifkan pembatasan unduhan otomatis media pada aplikasi pesan, serta rutin meninjau folder unduhan.

Dengan manajemen penyimpanan yang lebih disiplin, performa perangkat dapat tetap stabil meski usia pemakaian bertambah.

Baca Juga:Adobe Acrobat Kini Bisa Edit File Pakai Prompt AI

Bahwa optimalisasi kinerja handphone tidak selalu membutuhkan perangkat baru, melainkan juga pengelolaan data yang tepat agar sistem operasi memiliki ruang kerja memadai untuk menjalankan proses secara efisien.

Sejumlah jenis file tertentu diidentifikasi dapat membebani penyimpanan dan sumber daya sistem sehingga menyebabkan performa telepon seluler menjadi lamban. Penurunan kinerja perangkat ini tidak selalu disebabkan oleh faktor usia perangkat keras, melainkan akibat akumulasi file digital yang terus bertambah tanpa disadari oleh pengguna.

Sistem operasi baik Android maupun iOS memerlukan ruang penyimpanan kosong untuk menjalankan proses sementara, cache aplikasi, serta pembaruan sistem. Ketika kapasitas memori hampir penuh, sistem akan mengalami kesulitan dalam mengalokasikan ruang kerja. Kondisi tersebut memicu penurunan performa, durasi pembukaan aplikasi yang lebih lama, hingga transisi antarmuka yang terasa tersendat.

Baca Juga:  Jadwal Libur Bursa Efek Indonesia (BEI) Nataru 2025/2026, Kalender Lengkap dan Dampaknya

File cache aplikasi menjadi salah satu penyebab utama melambatnya ponsel. Meskipun cache berfungsi mempercepat akses data, ukurannya dapat membengkak secara signifikan jika jarang dibersihkan, terutama pada aplikasi media sosial, layanan streaming video, dan perpesanan instan. Selain cache, file duplikat seperti foto atau dokumen yang terunduh berulang kali juga menghabiskan ruang tanpa memberikan manfaat tambahan bagi pengguna.

Pada perangkat Android, sisa file instalasi atau APK yang berada di folder unduhan sering kali menjadi beban tambahan karena tidak terhapus secara otomatis setelah aplikasi terpasang. Selain itu, data residu dari aplikasi yang sudah dihapus, seperti konfigurasi lama atau folder kosong, tetap dapat memakan ruang dalam jangka panjang. Pengelolaannya menjadi krusial, terutama pada ponsel dengan kapasitas memori terbatas.

Di sisi lain, media dari aplikasi pesan instan yang terunduh secara otomatis seperti gambar, video, dan pesan suara turut memberikan kontribusi besar pada kepenuhan memori. Banyak pengguna tidak mengaktifkan fitur penghapusan otomatis sehingga file tersimpan secara permanen. Secara teknis, saat ruang penyimpanan berada di bawah ambang batas tertentu, sistem operasi akan memperlambat proses baca dan tulis data yang berdampak pada seluruh aktivitas perangkat.

Guna mengatasinya, pengguna disarankan untuk memanfaatkan fitur manajemen penyimpanan bawaan pada sistem operasi untuk mengidentifikasi file berukuran besar. Langkah pembersihan cache secara rutin, penghapusan file duplikat, serta pemindahan data ke penyimpanan awan atau kartu eksternal dinilai efektif untuk mengembalikan kinerja ponsel. Pengaturan pembatasan unduhan otomatis pada aplikasi pesan juga disebut sebagai langkah preventif yang penting guna menjaga stabilitas performa perangkat.

Disclaimer: Informasi mengenai manajemen penyimpanan dan pengaruh file terhadap sistem operasi dapat berubah sewaktu waktu mengikuti pembaruan perangkat lunak dari masing masing vendor. Hasil efektivitas pembersihan file terhadap performa perangkat dapat berbeda bagi setiap pengguna tergantung pada spesifikasi teknis hardware dan versi sistem operasi yang digunakan.

Ignacio Geordi Oswaldo, Editor/Reporter/Penulis detik.com & banjoo.id. Jurnalis investigatif expert dalam cross-platform storytelling & data journalism.
Jurnalis

Haidar Adam adalah jurnalis profesional yang saat ini memegang posisi strategis sebagai Editor, Reporter, dan Penulis. Ignacio membawa perspektif internasional dalam peliputan berita lokal dan nasional.