Beranda » Bansos Kemensos » BLT Kesra 2026 Cair Lagi? Ini Kata Kemensos dan Cara Cek Statusnya

BLT Kesra 2026 Cair Lagi? Ini Kata Kemensos dan Cara Cek Statusnya

Masih berharap BLT Kesra Rp900 ribu cair lagi di awal 2026?

Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang bertanya-tanya soal kelanjutan program ini setelah pencairan terakhir di Desember 2025. Kabar yang beredar di media sosial pun simpang siur—ada yang bilang diperpanjang, ada juga yang mengklaim sudah dihentikan total.

Faktanya, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sudah menegaskan bahwa BLT Kesra merupakan bantuan stimulus sementara yang resmi berakhir pada 31 Desember 2025. Artinya, tidak ada pencairan BLT Kesra di tahun 2026.

Meski demikian, bukan berarti masyarakat kurang mampu kehilangan seluruh akses bantuan sosial. Pemerintah tetap menyediakan beberapa program alternatif seperti PKH, BPNT, dan BLT Dana Desa yang masih aktif sepanjang 2026.

Artikel ini akan mengulas konfirmasi resmi penghentian BLT Kesra, alasan di balik kebijakan tersebut, serta panduan lengkap bantuan pengganti yang masih bisa diakses.

Konfirmasi Resmi: BLT Kesra Berakhir 31 Desember 2025

BLT Kesra 2025 Kok Cuma Rp 900 Ribu? Begini Sistem Penyalurannya Menurut Pemerintah

Program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) senilai Rp900.000 telah resmi berakhir. Dilansir dari pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada akhir Desember 2025, program ini memang dirancang sebagai stimulus ekonomi sementara—bukan bantuan rutin tahunan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelumnya juga sudah mengingatkan agar seluruh KPM segera mencairkan dana sebelum batas akhir. Dana yang tidak dicairkan hingga 31 Desember 2025 berpotensi dikembalikan ke kas negara dan tidak dapat lagi diakses oleh penerima.

Nah, berikut ringkasan status resmi BLT Kesra:

Aspek Keterangan
Status Program Resmi Berakhir
Batas Akhir Pencairan 31 Desember 2025
Nominal Bantuan Rp900.000 (Rp300.000 x 3 bulan)
Periode Penyaluran Oktober – Desember 2025
Status 2026 Tidak Ada Pencairan Lanjutan

Jadi, informasi yang menyebutkan BLT Kesra masih cair di Januari 2026 atau seterusnya adalah tidak akurat. Masyarakat diimbau untuk selalu mengecek informasi melalui kanal resmi Kemensos agar tidak termakan hoax.

Alasan Pemerintah Tidak Melanjutkan BLT Kesra 2026

Keputusan menghentikan BLT Kesra bukan tanpa pertimbangan matang. Berdasarkan berbagai pernyataan resmi pejabat terkait, berikut beberapa alasan utamanya.

1. Program Bersifat Stimulus Sementara

BLT Kesra diluncurkan pada 17 Oktober 2025 sebagai bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi 2025. Program ini lahir dari efisiensi anggaran belanja pemerintah dan memang tidak didesain sebagai bantuan permanen.

Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa bantuan ini diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat dalam kondisi tertentu—bukan sebagai program rutin seperti PKH atau BPNT.

2. Fokus Dialihkan ke Program Reguler

Pemerintah memilih mengalokasikan anggaran ke program bantuan sosial yang sudah memiliki skema penyaluran lebih stabil. PKH dan BPNT dianggap lebih efektif karena sudah terintegrasi dengan sistem verifikasi data yang mapan.

Baca Juga:  4 Ciri KTP Penerima Bansos PKH-BPNT Tahap 4, Serta Penyebab Ditolak dan Solusinya

3. Keterbatasan Anggaran APBN

Anggaran perlindungan sosial tahun 2026 memang naik 8,6% menjadi Rp508,2 triliun. Namun, alokasi tersebut diprioritaskan untuk program-program utama yang menyasar sekitar 10 juta KPM secara berkelanjutan.

4. Evaluasi Efektivitas Program

Beberapa pejabat menyebutkan bahwa BLT Kesra telah dievaluasi sebagai bantuan yang berhasil mencapai tujuannya pada periode tertentu. Dengan kondisi ekonomi yang mulai stabil, pemerintah menilai tidak perlu melanjutkan program ini.

5 Bantuan Sosial Pengganti yang Masih Aktif 2026

Meski BLT Kesra berakhir, pemerintah tetap menyediakan berbagai program bantuan sosial untuk masyarakat kurang mampu. Berikut daftar lengkapnya beserta nominal dan cara mengaksesnya.

PKH (Program Keluarga Harapan)

PKH merupakan bantuan tunai bersyarat yang menjadi program andalan Kemensos. Program ini dipastikan tetap berjalan di 2026 dengan nominal yang bervariasi sesuai kategori penerima.

Kategori Penerima Bantuan per Tahun
Ibu Hamil Rp3.000.000
Anak Usia Dini (0-6 tahun) Rp3.000.000
Anak SD/Sederajat Rp900.000
Anak SMP/Sederajat Rp1.500.000
Anak SMA/Sederajat Rp2.000.000
Lansia (60+ tahun) Rp2.400.000
Disabilitas Berat Rp2.400.000

PKH dicairkan 4 kali dalam setahun (per triwulan) melalui bank penyalur Himbara atau kantor pos. Satu keluarga bisa menerima bantuan dari beberapa kategori sekaligus secara kumulatif.

Jika mengalami kendala pencairan, KPM bisa menghubungi pendamping PKH di wilayah setempat untuk mendapatkan bantuan penyelesaian masalah.

BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai)

BPNT atau Program Bantuan Pangan tetap dilanjutkan dengan nominal Rp200.000 per bulan per KPM. Bantuan ini disalurkan dalam bentuk saldo elektronik untuk membeli bahan pangan pokok seperti beras, telur, dan kebutuhan lainnya.

Pencairan dilakukan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di e-Warong atau agen bank mitra. Per tahap (3 bulan), total bantuan yang diterima mencapai Rp600.000.

Perlu diketahui, BPNT berbeda dengan BLT Kesra meski sama-sama menyasar keluarga kurang mampu. Informasi lengkap mengenai perbedaan BPNT, PKH, dan jenis bansos lainnya bisa dipelajari untuk memahami hak bantuan yang bisa diterima.

BLT Dana Desa

BLT Dana Desa menjadi alternatif menarik bagi warga yang belum tersentuh PKH atau BPNT. Program ini bersumber dari Anggaran Dana Desa, bukan APBN pusat.

Besaran bantuan mencapai Rp300.000 per bulan atau Rp900.000 jika dirapel per triwulan—nominal yang sama dengan BLT Kesra. Perbedaannya terletak pada sumber dana dan mekanisme pendaftaran.

Untuk mendaftar, warga bisa mengajukan diri melalui musyawarah desa dengan membawa dokumen:

  • KTP dan Kartu Keluarga
  • Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari RT/RW
  • Bukti kondisi ekonomi keluarga

Prioritas diberikan kepada keluarga miskin ekstrem yang belum terdata di program bantuan sosial lainnya.

PIP (Program Indonesia Pintar)

PIP adalah bantuan pendidikan untuk siswa dari keluarga kurang mampu yang dikelola Kemendikbudristek. Program ini tetap aktif di 2026 dengan pencairan melalui Bank BRI (jenjang SD/SMP) dan Bank BNI (jenjang SMA/SMK).

Jenjang Pendidikan Bantuan per Tahun
SD/MI/Sederajat Rp450.000
SMP/MTs/Sederajat Rp750.000
SMA/SMK/MA/Sederajat Rp1.000.000
Baca Juga:  Bansos Gagal Cair Karena Data Salah? Ini Cara Memperbaikinya

Status penerima PIP bisa dicek melalui laman resmi pip.kemdikbud.go.id dengan memasukkan NISN siswa.

PBI JKN BPJS Kesehatan

PBI JKN (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional) adalah program di mana iuran BPJS Kesehatan masyarakat miskin ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Nominal iuran yang dibayarkan mencapai Rp42.000 per orang per bulan.

Menariknya, PBI JKN termasuk bantuan yang bisa diakses meski tidak terdaftar di DTKS—selama memenuhi kriteria miskin dan tidak mampu berdasarkan verifikasi Dinas Sosial setempat.

Fasilitas yang didapat meliputi rawat jalan dan rawat inap di kelas III sesuai ketentuan BPJS Kesehatan.

Perbandingan Bantuan Sosial Aktif 2026

Untuk memudahkan pemahaman, berikut tabel perbandingan seluruh program bantuan sosial yang masih aktif di tahun 2026:

Program Nominal Periode Cair Penyalur
PKH Rp900.000 – Rp3.000.000/tahun Triwulan (4x/tahun) Bank Himbara, Pos
BPNT Rp200.000/bulan Bulanan/Triwulan KKS, e-Warong
BLT Dana Desa Rp300.000/bulan Bulanan/Triwulan Pemerintah Desa
PIP Rp450.000 – Rp1.000.000/tahun Per Semester Bank BRI, BNI
PBI JKN Rp42.000/bulan (iuran) Otomatis BPJS Kesehatan
BLT Kesra Rp900.000 BERAKHIR 2025

Tabel di atas menunjukkan bahwa meski BLT Kesra berakhir, masih ada beberapa program dengan nominal bantuan yang cukup signifikan untuk membantu kebutuhan keluarga kurang mampu.

Cara Cek Status Penerima Bansos 2026

Untuk memastikan masih terdaftar sebagai penerima bantuan sosial di tahun 2026, ada beberapa cara pengecekan yang bisa dilakukan.

1. Melalui Website Cek Bansos Kemensos

Langkah ini paling praktis karena bisa diakses langsung tanpa perlu menginstal aplikasi:

  1. Buka browser dan akses cekbansos.kemensos.go.id
  2. Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa sesuai KTP
  3. Masukkan nama lengkap persis seperti tertera di KTP
  4. Isi kode captcha yang muncul
  5. Klik “Cari Data” dan tunggu hasil pencarian

Jika terdaftar, sistem akan menampilkan jenis bantuan beserta status penyaluran terbaru.

2. Melalui Aplikasi Cek Bansos

Aplikasi resmi Kemensos ini tersedia gratis di Play Store dan App Store dengan fitur yang lebih lengkap:

  1. Download dan install aplikasi “Cek Bansos”
  2. Buat akun baru dengan data lengkap sesuai KTP
  3. Login dan pilih menu “Cek Penerima Bansos”
  4. Masukkan NIK dan data wilayah
  5. Lihat status kepesertaan dan peringkat desil

Kelebihan aplikasi adalah adanya notifikasi real-time saat ada update status pencairan.

3. Konfirmasi Langsung ke Instansi Terkait

Jika hasil pengecekan online tidak memuaskan, bisa datang langsung ke:

  • Kantor Desa/Kelurahan setempat
  • Dinas Sosial Kabupaten/Kota
  • Pendamping PKH di wilayah domisili

Bawa dokumen pendukung seperti KTP, KK, dan bukti penerimaan bantuan sebelumnya untuk mempermudah proses verifikasi.

Kontak Layanan dan Pengaduan Bansos

Kemensos Itu Lembaga Apa? Simak Fungsi, Tujuan, dan Program Bantuan Sosial yang Mereka Kelola

Jika mengalami kendala terkait bantuan sosial, berikut kanal pengaduan resmi yang bisa dihubungi:

Kanal Kontak Keterangan
Call Center Kemensos 1500 566 Senin-Jumat, 08.00-16.00 WIB
WhatsApp Kemensos 0811-1500-566 Chat pengaduan
Email Resmi [email protected] Respon 1-3 hari kerja
Website Pengaduan lapor.go.id Pengaduan online nasional
Dinas Sosial Sesuai wilayah Datang langsung

Saat melaporkan masalah, siapkan data lengkap seperti NIK, nomor KK, dan kronologi kendala yang dialami agar proses penanganan lebih cepat.

Penutup

BLT Kesra Rp900.000 memang sudah resmi berakhir pada 31 Desember 2025 dan tidak ada perpanjangan di tahun 2026. Keputusan ini sudah dikonfirmasi langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Baca Juga:  Panduan Cek Penerima Bantuan Sosial (Bansos) Akhir November 2025, Modal HP dan KTP Saja!

Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen menjaga kesejahteraan masyarakat melalui program bantuan sosial reguler seperti PKH, BPNT, BLT Dana Desa, PIP, dan PBI JKN. Bagi mantan penerima BLT Kesra yang memenuhi kriteria penerima bansos 2026, peluang untuk tetap mendapatkan bantuan masih terbuka lebar.

Pastikan data di DTKS/DTSEN selalu terupdate dan rutin cek status melalui cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos. Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan pernyataan resmi pejabat pemerintah per Januari 2026 dan dapat berubah sesuai kebijakan terbaru. Untuk kepastian, selalu verifikasi ke kanal resmi Kemensos atau Dinas Sosial setempat.

Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu mendapatkan hak bantuan sosial yang sesuai. Tetap semangat dan semoga selalu diberi kemudahan rezeki! 🙏

Sumber Artikel: https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/hoaks-tautan-pendaftaran-dan-cek-blt-kesra-desember


FAQ

Tidak. BLT Kesra Rp900.000 sudah resmi berakhir pada 31 Desember 2025 dan tidak ada pencairan lanjutan di tahun 2026. Program ini bersifat stimulus sementara, bukan bantuan rutin tahunan.

Pemerintah menyediakan beberapa alternatif yaitu PKH (Rp900.000-Rp3.000.000/tahun), BPNT (Rp200.000/bulan), BLT Dana Desa (Rp300.000/bulan), PIP untuk siswa, dan PBI JKN untuk iuran BPJS Kesehatan gratis.

Cek melalui website cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos di Play Store/App Store. Masukkan data wilayah dan nama sesuai KTP untuk melihat status kepesertaan dan jenis bantuan yang bisa diterima.

Tidak otomatis. Setiap program memiliki kriteria dan verifikasi tersendiri. Namun jika masih terdaftar di DTKS/DTSEN dengan desil 1-4, peluang untuk menerima PKH atau BPNT tetap terbuka.

Ajukan diri melalui musyawarah desa dengan membawa KTP, KK, dan SKTM dari RT/RW. Prioritas diberikan kepada keluarga miskin ekstrem yang belum terdata di PKH atau BPNT.

Hubungi Call Center Kemensos di 1500 566, WhatsApp 0811-1500-566, atau datang langsung ke Dinas Sosial setempat. Bisa juga melalui website lapor.go.id untuk pengaduan online.

PKH dicairkan 4 kali setahun (triwulan), biasanya tahap 1 mulai Januari-Maret. BPNT dicairkan bulanan atau per triwulan tergantung kebijakan daerah. Pantau informasi resmi Kemensos untuk jadwal pasti.

Ya, satu keluarga bisa menerima PKH dan BPNT secara bersamaan selama memenuhi kriteria masing-masing program dan terdaftar di DTKS dengan desil yang sesuai.

Eduardo Simorangkir, Editor/Reporter/Penulis detik.com & banjoo.id. Jurnalis profesional dengan keahlian editorial, investigative reporting & digital media.
Jurnalis

Khusnul Ain adalah jurnalis yang saat ini menjabat sebagai Editor, Reporter, dan Penulis. Dengan pengalaman luas dalam dunia jurnalistik digital, Eduardo menggabungkan kemampuan editorial yang tajam dengan kepekaan terhadap berita aktual dan tren pasar digital.