Beranda » Finansial » Emas Antam Anjlok Tajam ke Rp2.645.000 per Gram pada 19 Agustus 2026, Peluang Beli Sekarang?

Emas Antam Anjlok Tajam ke Rp2.645.000 per Gram pada 19 Agustus 2026, Peluang Beli Sekarang?

Harga emas Antam hari ini, Rabu 19 Agustus 2026, mengalami penurunan cukup signifikan. Setelah sebelumnya berada di level Rp2.695.000 per gram, kini harga emas batangan ukuran 1 gram turun menjadi Rp2.645.000. Penurunan sebesar Rp50.000 ini cukup mencuri perhatian, terutama bagi para investor atau kolektor emas yang selalu memantau fluktuasi harga.

Penurunan ini juga berimbas pada harga buyback emas Antam. Dari sebelumnya Rp2.555.000 per gram, kini harga pembelian kembali dari Antam turun menjadi Rp2.505.000. Bagi yang memiliki emas batangan dan ingin menjualnya kembali, ini bisa menjadi pertimbangan penting. Terlebih, dengan adanya pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,25 persen, harga beli emas secara nyata pun sedikit lebih tinggi dari harga dasar.

Harga Emas Antam Hari Ini Secara Lengkap

Pergerakan harga emas Antam hari ini mencerminkan dinamika pasar logam mulia yang cukup fluktuatif. Penurunan harga bisa menjadi peluang, tergantung dari posisi investor. Apakah ingin membeli sebagai investasi jangka panjang, atau justru menjual untuk menutup posisi sebelum harga turun lebih dalam?

Berikut ini adalah rincian harga emas Antam hari ini, Rabu 19 Agustus 2026, baik harga dasar maupun harga setelah dikenakan PPh.

Harga Dasar Emas Antam per Ukuran

Ukuran Harga Dasar (Rp)
0,5 gram 1.372.500
1 gram 2.645.000
2 gram 5.230.000
3 gram 7.820.000
5 gram 13.000.000
10 gram 25.945.000
25 gram 64.737.000
50 gram 129.395.000
100 gram 258.712.000
250 gram 646.515.000
500 gram 1.292.820.000
1.000 gram 2.585.600.000

Harga Emas Antam Setelah PPh 0,25 Persen

Ukuran Harga Setelah PPh (Rp)
0,5 gram 1.375.931
1 gram 2.651.613
2 gram 5.243.075
3 gram 7.839.550
5 gram 13.032.500
10 gram 26.009.863
25 gram 64.898.843
50 gram 129.718.488
100 gram 259.358.780
250 gram 648.131.288
500 gram 1.296.052.050
1.000 gram 2.592.064.000
Baca Juga:  bank bjb Gandeng Institusi Pendidikan untuk Tingkatkan Program Dana Pensiun Berkelanjutan Tahun Ini

Faktor-Faktor yang Memicu Penurunan Harga Emas

Penurunan harga emas hari ini bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor makroekonomi dan pasar yang turut memengaruhi pergerakan harga logam mulia.

1. Penguatan Dolar AS

Salah satu faktor utama adalah penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat. Ketika dolar menguat, harga emas yang diperdagangkan dalam dolar cenderung turun karena investor lebih memilih aset berbunga tinggi.

2. Optimisme Pasar Saham Global

Sentimen positif di pasar saham global juga membuat investor beralih dari aset aman seperti emas ke instrumen berisiko yang menawarkan return lebih tinggi.

3. Kebijakan Bank Sentral

Kebijakan moneter dari bank sentral, terutama The Fed, juga turut memengaruhi arah harga emas. Jika suku bunga naik, emas yang tidak memberikan yield bisa kehilangan daya tarik.

Tips Investasi Emas Saat Harga Turun

Menurunnya harga emas bisa menjadi peluang emas (punya celah) bagi investor jangka panjang. Namun, tetap perlu pertimbangan matang agar tidak terjebak dalam timing yang salah.

1. Beli Secara Bertahap

Alih-alih membeli dalam jumlah besar sekaligus, lebih baik memanfaatkan sistem rata-rata harga (dollar cost averaging). Ini mengurangi risiko jika harga terus turun.

2. Pilih Ukuran yang Tepat

Investor pemula bisa mulai dengan ukuran kecil seperti 1 gram atau 2 gram. Ini lebih fleksibel dan mudah dikelola.

3. Simpan dengan Aman

Emas batangan harus disimpan di tempat yang aman. Bisa di rumah dengan brankas pribadi atau di bank dengan fasilitas safety deposit box.

Baca Juga:  Harga Emas 24 Karat Hari Ini Turun Jadi Rp2,550 Juta per Gram pada 13 Mei 2026

4. Cek Sertifikat Keaslian

Pastikan emas Antam yang dibeli memiliki sertifikat resmi. Ini penting untuk menjaga nilai investasi dan mempermudah proses buyback di masa depan.

Kapan Waktu Terbaik untuk Membeli Emas?

Menentukan timing yang tepat untuk membeli emas bukan perkara mudah. Namun, beberapa indikator bisa menjadi panduan.

1. Saat Inflasi Tinggi

Emas dikenal sebagai lindung nilai saat inflasi tinggi. Jika angka inflasi mulai naik, bisa jadi saat yang tepat untuk menimbun emas.

2. Saat Ketidakpastian Ekonomi Global

Krisis geopolitik, ketegangan dagang, atau kebijakan pemerintah yang tidak pasti sering kali mendorong investor mencari amunisi di aset safe haven seperti emas.

3. Saat Harga Emas Sedang Turun

Ya, terdengar kontra-intuitif. Tapi harga yang turun bisa menjadi peluang untuk membeli emas dengan harga lebih murah, terutama jika sudah percaya bahwa emas akan kembali menguat.

Disclaimer

Harga emas sangat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar global dan kebijakan moneter. Data harga di atas adalah berdasarkan informasi resmi dari Logam Mulia Antam per tanggal 19 Agustus 2026. Pembaca disarankan untuk selalu memverifikasi harga terbaru langsung dari sumber resmi sebelum melakukan transaksi.

Investasi emas juga melibatkan risiko, termasuk risiko likuiditas dan volatilitas harga. Sebaiknya konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum membuat keputusan investasi yang signifikan.

Agung Budianto

Agung Budianto adalah seorang jurnalis senior yang Lahir di Jakarta pada tahun 1992, Ardhi telah mengabdikan hampir dua dekade hidupnya dalam dunia jurnalistik digital Indonesia.