Harga emas perhiasan 24 karat pada akhir Agustus 2026 sempat turun drastis, mencatatkan angka terendah di level Rp2,2 juta per gram. Penurunan ini cukup mencolok jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya, yang masih berada di atas Rp2,5 juta per gram. Fluktuasi harga emas memang sudah menjadi hal biasa, namun lonjakan atau penurunan tajam seperti ini patut diperhatikan oleh siapa pun yang memiliki minat investasi atau koleksi.
Investor maupun calon pembeli emas perlu waspada terhadap tren pasar karena harga yang sedang murah bisa menjadi peluang langka. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika nilai tukar rupiah, membeli emas saat harga sedang turun bisa menjadi langkah cerdas untuk menambah portofolio investasi.
Update Harga Emas Perhiasan di Beberapa Toko Terkemuka
Saat ini, beberapa toko besar seperti Raja Emas Indonesia dan Lakuemas Indonesia mencatatkan harga emas perhiasan 24 karat di kisaran Rp2,2 juta per gram. Angka ini merupakan hasil dari penyesuaian pasar yang dipengaruhi berbagai faktor makroekonomi, termasuk inflasi global dan kebijakan Bank Indonesia.
Namun, perlu dicatat bahwa harga bisa berbeda-beda di setiap lokasi dan platform. Oleh karena itu, selalu pastikan informasi harga yang digunakan adalah yang paling terkini sebelum melakukan transaksi.
1. Harga Emas di Raja Emas Indonesia
Raja Emas Indonesia menawarkan berbagai jenis produk emas perhiasan dengan kadar berbeda. Berikut adalah rincian harga emas per gram berdasarkan kadar:
| Kadar Emas | Harga per Gram (Rp) |
|---|---|
| 24 Karat (99,9%) | 2.200.000 |
| 24 Karat (99,5%) | 2.120.000 |
| 23 Karat | 1.968.000 |
| 5 Karat | 427.000 |
2. Harga Emas di Lakuemas Indonesia
Lakuemas Indonesia juga mencatatkan penurunan harga serupa. Meskipun demikian, variasi harga antarkadar tetap konsisten dengan standar industri. Untuk emas 24 karat, harganya berada di kisaran Rp2,2 juta per gram, sedangkan untuk kadar yang lebih rendah, harganya menyesuaikan kualitas dan permintaan pasar.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas Perhiasan
Harga emas tidak hanya ditentukan oleh kadar logam mulia tersebut. Ada banyak variabel lain yang ikut berperan dalam menentukan harga jual di pasaran.
1. Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS
Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang global dominan seperti dolar Amerika Serikat sangat memengaruhi harga emas lokal. Saat rupiah melemah, harga emas cenderung naik karena biaya impor meningkat.
2. Inflasi dan Kebijakan Moneter Global
Inflasi yang tinggi secara global maupun domestik membuat investor beralih ke aset aman seperti emas. Namun, jika suku bunga dunia naik, investor bisa lebih memilih instrumen berbunga tinggi daripada emas.
3. Permintaan Pasar Domestik
Musim liburan, perayaan hari besar, atau tren fashion juga bisa memengaruhi permintaan emas. Saat permintaan tinggi, harga bisa naik meski tidak diimbangi kenaikan harga dasar logam mulia internasional.
Tips Membeli Emas Perhiasan saat Harga Turun
Momen penurunan harga seperti ini bisa menjadi kesempatan langka bagi calon pembeli. Namun, penting untuk tetap bijak dalam mengambil keputusan.
1. Cek Keaslian dan Sertifikasi Produk
Pastikan emas yang dibeli memiliki sertifikat keaslian dari toko terpercaya. Hal ini penting untuk mencegah pembelian produk palsu atau kadar yang tidak sesuai.
2. Bandingkan Harga di Beberapa Toko
Setiap toko bisa memiliki harga yang sedikit berbeda. Lakukan riset singkat untuk mendapatkan penawaran terbaik tanpa mengorbankan kualitas produk.
3. Pertimbangkan Tujuan Pembelian
Apakah membeli emas sebagai investasi jangka panjang atau sekadar koleksi? Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan jenis emas yang sebaiknya dipilih, baik itu batangan, perhiasan, atau unit reksa dana emas.
Disclaimer
Harga emas sangat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar. Data yang disajikan dalam artikel ini berlaku per 31 Agustus 2026 dan dapat berbeda dengan harga aktual di waktu pembacaan. Selalu verifikasi informasi terbaru sebelum melakukan transaksi apa pun.
Investasi emas tetap memiliki risiko, terutama jika dilakukan secara emosional atau tanpa analisis terlebih dahulu. Penting untuk memahami tujuan investasi dan kapasitas risiko sebelum memutuskan untuk membeli.
Rosatyani Puspita adalah jurnalis berpengalaman yang saat ini berkarier sebagai Editor, Reporter, dan Penulis di dua platform media digital terkemuka Indonesiadi banjoo.id. Dengan dedikasi tinggi terhadap jurnalisme berkualitas dan integritas editorial, Rosatyani konsisten menghadirkan konten yang akurat, berimbang, dan berdampak bagi masyarakat.
