Beranda » Finansial » Harga Emas 24 Karat pada 17 September 2026 Mengalami Penurunan Menjadi Rp2.202.000 per Gram

Harga Emas 24 Karat pada 17 September 2026 Mengalami Penurunan Menjadi Rp2.202.000 per Gram

Harga emas 24 karat hari ini, Kamis 17 September 2026, kembali mengalami penurunan. Di Lakuemas Indonesia, logam mulia ini dibanderol seharga Rp2.202.000 per gram. Penurunan ini menjadi bagian dari tren melemah yang sudah terjadi sejak pertengahan pekan ini.

Tren harga emas yang belum stabil memang perlu diperhatikan baik oleh investor maupun calon pembeli. Meski begitu, fluktuasi ini juga bisa menjadi peluang, terutama bagi mereka yang ingin menambah koleksi atau memulai investasi.

Update Harga Emas 24K Hari Ini

Pergerakan harga emas di sejumlah toko resmi menunjukkan perbedaan tipis. Di Raja Emas Indonesia, harga emas 24 karat dengan kadar kemurnian 99,9 persen masih bertahan di angka Rp2.215.000 per gram. Sementara itu, di Lakuemas, harga emas 24K turun menjadi Rp2.202.000 per gram.

Perbedaan harga antar gerai ini wajar terjadi karena adanya faktor margin, lokasi, dan kebijakan masing-masing toko. Namun, perubahan yang terjadi biasanya tidak terlalu signifikan dalam jangka waktu singkat.

1. Harga Emas 24 Karat di Raja Emas Indonesia

Raja Emas Indonesia menawarkan beberapa varian emas dengan kadar berbeda. Berikut rinciannya:

Kadar Emas Harga per Gram
24K (99,9%) Rp2.215.000
24K (99,5%) Rp2.120.000
23K Rp1.980.000
5K Rp430.000

2. Harga Emas 24 Karat di Lakuemas Indonesia

Di Lakuemas, harga emas juga mengalami penyesuaian. Penurunan terjadi pada emas 24K dan 23K. Berikut daftar lengkapnya:

Kadar Emas Harga per Gram
24K (99%) Rp2.202.000
23K Rp1.957.000

Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas September 2026

Pergerakan harga emas tidak hanya dipengaruhi oleh pasar lokal. Ada beberapa faktor makroekonomi yang turut berperan, terutama dalam skala global.

Baca Juga:  Harga Emas 24 Karat Terkini 15 Juli 2026 Mengalami Penurunan Menjadi Rp2,25 Juta per Gram

1. Kebijakan Suku Bunga Global

Kenaikan atau penurunan suku bunga di negara maju seperti Amerika Serikat sering kali memicu perubahan harga emas. Investor cenderung berpindah ke aset aman ketika suku bunga rendah.

2. Inflasi dan Nilai Tukar Rupiah

Inflasi yang tinggi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga berdampak langsung pada harga emas di pasar domestik. Kondisi ini membuat harga emas cenderung naik.

3. Sentimen Pasar dan Geopolitik

Ketidakpastian global, seperti konflik regional atau krisis politik, membuat investor mencari aset yang dianggap aman. Emas menjadi salah satu pilihan utama.

Tips Investasi Emas untuk Pemula

Investasi emas tetap menjadi pilihan menarik meski harganya fluktuatif. Bagi pemula, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjebak risiko.

1. Pahami Jenis Investasi Emas

Ada dua jenis investasi emas yang umum: emas fisik dan reksa dana emas. Emas fisik bisa berupa batangan atau perhiasan, sedangkan reksa dana emas lebih fleksibel dan likuid.

2. Cek Harga secara Berkala

Pantau harga emas secara rutin melalui situs resmi toko emas atau platform investasi terpercaya. Ini membantu menentukan waktu terbaik untuk membeli atau menjual.

3. Hindari Emosi Saat Transaksi

Jangan terburu-buru membeli atau menjual hanya karena harga naik atau turun drastis dalam waktu singkat. Gunakan strategi jangka panjang agar hasil investasi lebih optimal.

Perbandingan Harga Emas di Beberapa Toko Resmi

Selain Raja Emas dan Lakuemas, ada beberapa toko resmi lain yang juga menawarkan harga kompetitif. Berikut perbandingan harga emas 24K di beberapa gerai ternama.

Baca Juga:  Harga Emas 24 Karat Naik Jadi Rp2.525.000 per Gram pada 9 April 2026, Perhiasan Makin Mahal
Toko Emas Harga 24K per Gram
Raja Emas Rp2.215.000
Lakuemas Rp2.202.000
Antam (Lacak Harga Terkini) Rp2.205.000
Pegadaian Rp2.210.000

Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Strategi Menarik Saat Harga Emas Turun

Momen penurunan harga emas bisa dimanfaatkan dengan baik jika tahu cara yang tepat. Bukan berarti harus langsung beli dalam jumlah besar, tapi cukup memperhatikan pola dan tren.

1. Menabung Emas Secara Berkala

Sistem tabungan emas memungkinkan seseorang membeli emas dalam jumlah kecil secara rutin. Ini mengurangi risiko membeli saat harga sedang tinggi.

2. Gunakan Aplikasi Investasi Emas

Platform digital seperti ReksaEmas, Pegadaian Digital, atau Logam Mulia Antam memudahkan pembelian emas hanya dengan smartphone. Prosesnya cepat dan transparan.

3. Jangan Panik Saat Harga Naik

Kenaikan harga bukan berarti waktu yang tepat untuk menjual. Justru bisa menjadi peluang untuk menimbun lebih banyak jika dana memungkinkan.

Disclaimer

Harga emas sangat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal. Data yang disajikan bersifat terkini per 17 September 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu. Sebaiknya selalu cek langsung ke sumber resmi sebelum melakukan transaksi.

Investasi emas tetap menjadi salah satu pilihan yang relatif aman, terutama dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu. Yang penting adalah memahami cara kerjanya dan tidak terjebak pada keputusan impulsif.

Ardan Adhi Chandra, Engagement Editor/Reporter/Penulis detik.com & banjoo.id. Jurnalis digital expert dalam investigative reporting & viral content.
Jurnalis

Agung Budianto adalah profesional media multitalenta yang saat ini berperan sebagai Engagement Editor, Reporter, dan Penulis. Dengan kemampuan yang komprehensif dalam jurnalistik digital dan content engagement, Ardan membawa perspektif unik dalam setiap konten yang dihasilkannya.