Beranda » Nasional » Indeks Harga Saham Gabungan Anjlok ke Level 6.130 Sebelum Libur Iduladha Tiba

Indeks Harga Saham Gabungan Anjlok ke Level 6.130 Sebelum Libur Iduladha Tiba

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke level 6.130 jelang libur Iduladha 1447 H. Pergerakan indeks ini mencerminkan sentimen pasar yang mulai waspada terhadap potensi koreksi menjelang momentum libur keuangan dan religius yang biasanya memengaruhi likuiditas pasar. Meskipun sempat menunjukkan tekanan positif di awal sesi, IHSG akhirnya ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa, 26 Mei 2026.

Penurunan IHSG mencatatkan angka 76,159 poin atau sekitar 1,23 persen, membawa indeks ke level 6.130,190. Sebelumnya, indeks sempat mencatat level tertinggi di angka 6.286 dan terendah di 6.124. Volume perdagangan yang tercatat mencapai 24,608 miliar saham senilai Rp17,916 triliun. Kapitalisasi pasar saat itu berada di kisaran Rp10.640 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.962.958 kali. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 241 saham yang menguat, sementara 447 saham melemah dan 133 saham lainnya stagnan.

IHSG Melemah di Tengah Sentimen Global yang Campur Aduk

Pergerakan IHSG tidak lepas dari pengaruh dinamika pasar global. Investor lokal tampak mulai mengurangi eksposur menjelang libur Iduladha, yang berpotensi menyebabkan penurunan volume perdagangan dan likuiditas pasar. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memperkirakan bahwa IHSG berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan ini. Dia menyebut bahwa support IHSG berada di kisaran 6.060 hingga 6.170, sementara resisten berada di 6.250 hingga 6.270.

Pada perdagangan sebelumnya, Senin (25/5/2026), IHSG ditutup menguat 0,72 persen. Namun, penguatan tersebut tidak diimbangi oleh minat beli investor asing. Justru terjadi net sell sebesar Rp2,09 triliun. Saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing antara lain AMMN, BMRI, AMRT, ANTM, dan TPIA.

1. Pergerakan Indeks Saham Global yang Membantu Sentimen Pasar

Indeks saham global menunjukkan performa yang cukup positif menjelang akhir pekan. Di Amerika Serikat, Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026. Penguatan ini dipicu oleh meredanya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Indeks Dow Jones naik 0,58 persen, S&P 500 naik 0,37 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 0,19 persen.

Baca Juga:  Indeks Harga Saham Gabungan Anjlok 157 Poin Sampai ke Level 7.026

2. Pasar Asia Tampilkan Performa Positif

Selain pasar AS, beberapa indeks saham Asia juga menunjukkan performa positif. Taiex Taiwan melonjak hingga 3,26 persen, CSI 300 China naik 1,58 persen, dan ASX 200 Australia menguat 0,40 persen. Namun, tidak semua pasar Asia mengalami penguatan. Straits Times Singapura hanya naik tipis 0,05 persen, sementara FTSE Malaysia justru terkoreksi 0,24 persen.

Perbandingan Pergerakan IHSG dan Indeks Global (22-26 Mei 2026)

Indeks Tanggal Perubahan (%)
IHSG 26 Mei 2026 -1,23%
Dow Jones 22 Mei 2026 +0,58%
S&P 500 22 Mei 2026 +0,37%
Nasdaq Composite 22 Mei 2026 +0,19%
Taiex Taiwan 22 Mei 2026 +3,26%
CSI 300 China 22 Mei 2026 +1,58%
ASX 200 Australia 22 Mei 2026 +0,40%
Straits Times 22 Mei 2026 +0,05%
FTSE Malaysia 22 Mei 2026 -0,24%

3. Faktor-Faktor yang Memicu Pelemahan IHSG

Pelemahan IHSG tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang turut memengaruhi pergerakan indeks ini menjelang libur Iduladha. Pertama, sentimen investor lokal yang mulai konservatif. Kedua, tekanan dari investor asing yang masih melakukan net sell. Ketiga, potensi koreksi teknis setelah beberapa hari penguatan.

4. Saham-Saham yang Paling Banyak Dijual Asing

Investor asing tercatat masih melakukan penjualan bersih (net sell) pada perdagangan Senin, 25 Mei 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual antara lain:

  • AMMN (Aneka Tambang)
  • BMRI (Bank Mandiri)
  • AMRT (Indomaret)
  • ANTM (Antam)
  • TPIA (TPI Asset)

Kelima saham ini merupakan saham-saham blue-chip yang biasanya menjadi pilihan utama investor asing. Namun, menjelang libur Iduladha, investor cenderung mengurangi eksposur mereka di pasar saham.

5. Strategi Investasi Menjelang Libur Iduladha

Investor jangka pendek mungkin perlu lebih waspada menjelang libur Iduladha. Volatilitas pasar bisa meningkat akibat rendahnya volume perdagangan. Sementara itu, investor jangka panjang bisa memanfaatkan koreksi ini sebagai peluang akumulasi saham-saham fundamental kuat.

Baca Juga:  Pembaruan Data DTSEN Catat 470 Ribu KPM Baru Penerima Bansos Secara Resmi

6. Level Support dan Resistensi IHSG

Fanny Suherman dari BNI Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG saat ini berada dalam kisaran support 6.060 hingga 6.170. Jika indeks mampu mempertahankan level ini, potensi rebound masih terbuka. Namun, jika terjadi pelanggaran ke bawah, level 6.000 bisa menjadi target selanjutnya. Di sisi resisten, IHSG akan menghadapi tekanan di kisaran 6.250 hingga 6.270.

7. Rekomendasi Saham Defensive Menjelang Libur

Menjelang libur Iduladha, beberapa sektor defensif seperti konsumsi, farmasi, dan properti bisa menjadi pilihan. Saham-saham di sektor ini biasanya memiliki ketahanan yang lebih baik saat pasar mengalami volatilitas tinggi. Beberapa saham yang bisa dipertimbangkan antara lain:

  • INDF (Indofood)
  • KLBF (Kalbe Farma)
  • BSDE (BSDE)
  • TLKM (Telkom Indonesia)

8. Prediksi IHSG di Awal Pekan Iduladha

Setelah libur Iduladha, pasar diperkirakan akan kembali aktif pada awal Juni 2026. Namun, sentimen global dan data makro ekonomi domestik akan menjadi penentu arah pergerakan IHSG. Investor perlu memperhatikan rilis data inflasi, suku bunga acuan BI, serta sentimen pasar global.

Penutup

Pergerakan IHSG yang turun ke level 6.130 menjelang libur Iduladha mencerminkan konsolidasi pasar yang sedang terjadi. Investor lokal dan asing tampak berhati-hati dalam mengambil posisi, terutama menjelang momentum libur keuangan. Meski demikian, peluang tetap terbuka bagi investor yang memahami dinamika teknis dan fundamental pasar.

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat terkini per Mei 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar. Keputusan investasi sebaiknya selalu didasarkan pada analisis mandiri atau konsultasi dengan profesional terpercaya.

Andrea Hirata
Jurnalis

Andrea Hirata Seman Said Harun atau lebih dikenal sebagai Andrea Hirata adalah novelis dan jurnalis yang berasal dari Pulau Belitung, provinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah Laskar Pelangi yang menghasilkan tiga sekuel.