Penanaman 5.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Kota Serang, Banten, baru saja dilakukan oleh PT Link Net Tbk (Linknet). Kegiatan ini menjadi bagian dari program keberlanjutan New Homepass, New Tree yang diinisiasi perusahaan sejak tahun 2025. Penanaman ini dilakukan menjelang Hari Mangrove Sedunia yang jatuh setiap 26 Juli, dengan mengusung tema "Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang".
Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari warga pesisir, pelajar sekolah dasar, mahasiswa, hingga komunitas lingkungan setempat. Tujuannya tidak hanya soal pelestarian alam, tapi juga memperkuat ketahanan kawasan pesisir terhadap abrasi dan perubahan iklim. Mangrove dikenal sebagai pelindung alami yang efektif menahan gelombang, rob, serta memberikan habitat bagi berbagai biota laut.
Program New Homepass, New Tree: Langkah Nyata Linknet untuk Lingkungan
Program New Homepass, New Tree merupakan inisiatif Linknet yang mengaitkan setiap ekspansi jaringan homepass dengan penanaman pohon. Setiap kali perusahaan memperluas infrastruktur digitalnya, sejumlah pohon ditanam sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian lingkungan.
Sejak diluncurkan pada 2025, program ini telah menanam 22.500 pohon. Rinciannya mencakup 13.500 pohon mangrove dan 9.000 pohon terestrial. Target yang diusung Linknet sepanjang 2026 adalah penanaman hingga 50.000 pohon di berbagai wilayah Indonesia.
1. Perluasan Jaringan Homepass
Setiap kali Linknet melakukan perluasan jaringan homepass, pohon ditanam di lokasi atau wilayah sekitarnya. Langkah ini menciptakan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur digital dan pelestarian lingkungan.
2. Kolaborasi dengan Stakeholder Lokal
Linknet tidak bekerja sendiri. Perusahaan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, komunitas lokal, akademisi, dan organisasi lingkungan. Ini memastikan program tidak hanya berjalan lancar, tapi juga berkelanjutan.
3. Penanaman Mangrove di Serang
Penanaman 5.000 bibit mangrove di Serang menjadi salah satu pencapaian penting program ini. Lokasi dipilih karena merupakan kawasan pesisir yang rawan abrasi dan membutuhkan perlindungan ekosistem.
Peran Mangrove dalam Ketahanan Wilayah Pesisir
Mangrove bukan sekadar pohon yang tumbuh di tepi laut. Ia adalah garda terdepan dalam melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi, gelombang tinggi, dan rob. Selain itu, mangrove juga memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap karbon, hingga empat hingga lima kali lebih banyak dibandingkan hutan tropis biasa.
1. Menahan Abrasi dan Gelombang
Mangrove berfungsi sebagai penghalang alami bagi gelombang laut yang dapat merusak pemukiman warga di sekitar pantai. Akar-akarnya yang kuat menahan laju erosi tanah.
2. Habitat Biota Laut
Hutan mangrove menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan, kepiting, udang, dan biota laut lainnya. Ini mendukung keberlanjutan mata pencaharian nelayan lokal.
3. Penyerap Karbon yang Efektif
Satu hektare mangrove mampu menyerap karbon dalam jumlah besar. Ini menjadikannya salah satu solusi alami untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi Pentahelix
Pemerintah Kota Serang menyambut baik program yang digelar Linknet. Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyebut bahwa mangrove adalah penjaga alami yang sangat penting bagi masa depan kota.
1. Kebijakan Daerah yang Mendukung
Pemkot Serang memberikan dukungan kebijakan untuk program pelestarian mangrove. Ini mencakup pengaturan penggunaan lahan dan perlindungan kawasan pesisir.
2. Partisipasi Masyarakat dan Pelajar
Warga lokal, pelajar, dan mahasiswa dilibatkan langsung dalam penanaman dan pemeliharaan mangrove. Ini tidak hanya membantu program, tapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan.
3. Peran Komunitas dan Media
Komunitas lingkungan menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan program. Sementara itu, media membantu menyebarkan pesan pentingnya kolaborasi dan pelestarian mangrove.
Peran Pertamina Foundation dalam Program
Untuk memperkuat pelaksanaan program, Linknet menggandeng Pertamina Foundation sebagai mitra pelaksana. Gusman Adiwardhana, Operation Director Pertamina Foundation, menyebut bahwa keberhasilan program bergantung pada kolaborasi pentahelix.
1. Inisiasi Bersama
Pertamina Foundation dan Linknet menjadi inisiator utama dalam merancang dan menjalankan program penanaman mangrove.
2. Pendanaan dan Operasional
Pertamina Foundation turut membantu pendanaan serta operasional di lapangan, termasuk penyediaan bibit dan tenaga ahli.
3. Edukasi dan Pelibatan Masyarakat
Melalui kerja sama ini, program tidak hanya berfokus pada penanaman, tapi juga pada edukasi lingkungan kepada generasi muda dan masyarakat lokal.
Linknet dan Komitmen terhadap SDGs
Rininta Agustina, Chief Corporate Secretary & Corporate Affairs Linknet, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan PBB. Beberapa target SDGs yang didukung antara lain:
| No | SDGs | Fokus Program |
|---|---|---|
| 1 | SDGs 1 – Kemiskinan | Memperkuat mata pencaharian masyarakat pesisir |
| 2 | SDGs 13 – Iklim | Menyerap karbon untuk mengatasi perubahan iklim |
| 3 | SDGs 14 – Ekosistem Laut | Memulihkan habitat biota laut |
| 4 | SDGs 15 – Ekosistem Darat | Melestarikan keseimbangan ekosistem |
| 5 | SDGs 17 – Kemitraan | Membangun kolaborasi lintas sektor |
Program New Homepass, New Tree tidak hanya soal penanaman pohon. Ini adalah komitmen Linknet untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab lingkungan. Dengan menggandeng berbagai pihak, perusahaan berharap program ini bisa menjadi contoh nyata pembangunan berkelanjutan di era digital.
Disclaimer: Data dan target yang disebutkan dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi lapangan dan kebijakan perusahaan serta mitra terkait.
Haidar Adam adalah jurnalis profesional yang saat ini memegang posisi strategis sebagai Editor, Reporter, dan Penulis. Ignacio membawa perspektif internasional dalam peliputan berita lokal dan nasional.