Beranda » Nasional » Pertamina Patra Niaga Gandeng Mitra Distribusi untuk Tingkatkan Suplai BBM Non-PSO di Wilayah NTT hingga 25 Persen

Pertamina Patra Niaga Gandeng Mitra Distribusi untuk Tingkatkan Suplai BBM Non-PSO di Wilayah NTT hingga 25 Persen

Kapal MT Musi berhasil bersandar di dermaga Fuel Terminal (FT) Reo, Nusa Tenggara Timur pada Senin, 24 Agustus 2026. Kedatangan kapal ini membawa pasokan 200 ribu liter BBM jenis Pertalite sebagai bagian dari upaya pemulihan distribusi energi pasca-gempa yang melanda wilayah tersebut pada 15 Agustus lalu.

Fuel Terminal Reo menjadi salah satu garda depan dalam menjaga ketahanan energi di wilayah Manggarai Raya. Sejak gempa terjadi, terminal ini telah menerima empat kapal pengangkut BBM, termasuk MT Musi. Pasokan terbaru ini menambah cadangan yang tersisa di terminal, yang saat ini menyimpan sekitar 300 ribu liter dari total kapasitas 500 ribu liter.

Distribusi BBM Pasca-Gempa di Wilayah Terpencil

Wilayah Manggarai dan sekitarnya sempat mengalami gangguan distribusi akibat rusaknya infrastruktur jalan akibat gempa. Namun, langkah-langkah strategis mulai menunjukkan hasil positif. Distribusi BBM kini mulai pulih berkat sinergi antara jalur laut dan darat yang dioptimalkan oleh Pertamina Patra Niaga.

1. Kedatangan Kapal MT Musi dengan Muatan Pertalite

Kapal MT Musi tiba di FT Reo membawa 200 ribu liter Pertalite. Muatan ini langsung dibongkar ke tangki penyimpanan sesuai kapasitas aman terminal. Pembongkaran dilakukan setelah pengecekan keselamatan dan kesiapan fasilitas terminal.

2. Pendistribusian ke Wilayah Manggarai Raya

Setelah dibongkar, BBM jenis Pertalite dialokasikan untuk mendukung kebutuhan di wilayah operasional Reo. Area yang menjadi prioritas distribusi meliputi:

  • Kabupaten Manggarai
  • Kabupaten Manggarai Barat
  • Sebagian wilayah Manggarai Timur

3. Penggunaan Jalur Alternatif untuk Distribusi Darat

Akses jalan ke SPBU Borong dan sekitarnya sempat terputus. Untuk mengatasi hal ini, Pertamina Patra Niaga menerapkan metode langsir darat. BBM dialihkan ke drum terlebih dahulu, kemudian dibawa melewati jalur alternatif sebelum ditransfer kembali ke mobil tangki.

Baca Juga:  Lokasi SPBU Pertamina di Sepanjang Tol Trans-Jawa yang Bisa Jadi Referensi Mudik Lebaran 2024

4. Pengiriman Langsung ke SPBU Borong

Seiring pemulihan kondisi jalan, distribusi kembali menggunakan mobil tangki kapasitas besar. Pengiriman dilakukan secara langsung ke SPBU Borong dengan kapasitas angkut hingga 8.000 liter per trip.

Pasokan Avtur untuk Mendukung Aktivitas Pascabencana

Selain BBM untuk kendaraan umum, kebutuhan avtur juga meningkat tajam di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Wilayah tersebut mengalami lonjakan kunjungan wisatawan pasca-bencana sekaligus memasuki peak season pariwisata.

1. Kedatangan Kapal MT Kilian dengan Avtur 500 Ribu Liter

MT Kilian direncanakan bersandar di FT Reo pada hari yang sama dengan MT Musi. Kapal ini membawa sekitar 500 ribu liter avtur untuk memenuhi kebutuhan operasional bandara.

2. Pengiriman Langsung ke DPPU Bandara Komodo

AvTur yang diterima langsung dikirim ke Depo Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Komodo. Hal ini memastikan ketersediaan bahan bakar untuk pesawat yang aktif mendukung logistik dan evakuasi pasca-bencana.

3. Antisipasi Lonjakan Permintaan Selama Peak Season

Musim puncak kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo membuat permintaan avtur meningkat. Dengan pasokan yang stabil, Pertamina Patra Niaga memastikan kelancaran operasional penerbangan.

Data Pasokan BBM Melalui FT Reo Sejak Gempa

Sejak gempa bumi melanda wilayah NTT pada 15 Agustus 2026, total pasokan BBM yang masuk melalui FT Reo telah mencapai sekitar 2 juta liter. Jenis BBM yang disalurkan meliputi:

Jenis BBM Volume Disalurkan
Pertamax 500.000 liter
Pertalite 700.000 liter
Biosolar 600.000 liter
Avtur 200.000 liter
Baca Juga:  Percepatan Transformasi Layanan Perbankan Melalui Inovasi dan Efisiensi Operasional Modern 2025

Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah sesuai kondisi lapangan.

Imbauan kepada Masyarakat

Meskipun distribusi BBM telah pulih, masyarakat tetap diimbau untuk tidak melakukan panic buying. Stok BBM di terminal dan SPBU saat ini dalam kondisi normal dan terjaga.

Langkah-langkah antisipasi gempa susulan juga terus dilakukan. Kerumunan di SPBU berpotensi mengganggu evakuasi jika terjadi kejadian darurat. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan menghindari pembelian berlebihan.

Kondisi Operasional Saat Ini

Fuel Terminal Reo kini beroperasi normal. Pasokan BBM terus mengalir dari pelabuhan ke SPBU melalui jalur darat yang telah diperbaiki. Keberlanjutan distribusi ini menjadi kunci untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat pasca-bencana.

Status Distribusi BBM

  • ✅ BBM tersedia di SPBU penerima
  • ✅ Jalur distribusi darat kembali normal
  • ✅ Jalur laut tetap aktif menerima pasokan
  • ⚠️ Potensi gempa susulan masih dipantau

Kesimpulan

Upaya Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat pasokan BBM ke wilayah terdampak gempa di NTT telah memberikan dampak positif. Dengan dukungan armada laut dan strategi distribusi adaptif, ketersediaan energi di wilayah Manggarai Raya kini kembali stabil. Meskipun demikian, situasi masih dinamis dan potensi risiko tetap diwaspadai.

Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan di lapangan.

Eduardo Simorangkir, Editor/Reporter/Penulis detik.com & banjoo.id. Jurnalis profesional dengan keahlian editorial, investigative reporting & digital media.
Jurnalis

Khusnul Ain adalah jurnalis yang saat ini menjabat sebagai Editor, Reporter, dan Penulis. Dengan pengalaman luas dalam dunia jurnalistik digital, Eduardo menggabungkan kemampuan editorial yang tajam dengan kepekaan terhadap berita aktual dan tren pasar digital.