Ilustrasi uang baru. Foto: MI/Ramdani.
Pemerintah Kota Solo menetapkan dua titik lokasi resmi untuk penjual jasa penukaran uang baru jelang Idulfitri 1447 H. Penataan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap keluhan warga yang merasa terganggu oleh aktivitas pedagang di jalanan utama, khususnya di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Dengan memusatkan aktivitas penukaran uang pada lokasi tertentu, diharapkan ketertiban dan kenyamanan lalu lintas tetap terjaga.
Kedua lokasi yang disediakan berada di area strategis, yaitu kawasan Telkom Solo di Jalan Mayor Kusmanto dan kawasan Benteng Vastenburg di Jalan Kapten Mulyadi. Lokasi ini dipilih karena dinilai lebih representatif serta memiliki aksesibilitas yang baik bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang baru.
Penataan Lokasi Penukaran Uang Baru
Penataan ini dilakukan setelah Satuan Polisi Pamong Praja mencatat sejumlah keluhan dari warga. Aktivitas para pedagang uang baru ternyata cukup mengganggu, terutama dalam hal penggunaan ruang jalan dan pemasangan standing banner yang tidak teratur. Sebagai respons, sekitar sepuluh pedagang telah dialihkan ke lokasi yang telah ditetapkan.
1. Kawasan Telkom Solo – Jalan Mayor Kusmanto
Lokasi pertama yang ditetapkan adalah kawasan Telkom Solo di Jalan Mayor Kusmanto. Tempat ini memiliki daya tarik tersendiri karena letaknya yang mudah dijangkau dan dekat dengan pusat bisnis. Selain itu, kawasan ini juga memiliki lahan yang cukup luas sehingga memungkinkan aktivitas jual beli uang berlangsung lebih tertib dan aman.
2. Kawasan Benteng Vastenburg – Jalan Kapten Mulyadi
Lokasi kedua berada di kawasan Benteng Vastenburg, yang bersebelahan dengan beberapa fasilitas umum penting. Jalan Kapten Mulyadi merupakan salah satu jalur utama di Kota Solo, menjadikan lokasi ini sangat strategis bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang baru sebelum Lebaran.
Pengawasan Terhadap Pedagang Uang Baru
Langkah penataan ini tidak hanya sekadar pemindahan, tetapi juga disertai dengan pengawasan ketat dari pihak kepolisian dan Satpol PP. Tujuannya untuk memastikan bahwa aktivitas perdagangan uang baru tidak kembali mengganggu ketertiban umum.
1. Identifikasi Pedagang Liar
Sebelum penataan dilakukan, tim gabungan melakukan identifikasi terhadap pedagang liar yang beroperasi di jalanan utama. Mereka yang menggunakan kendaraan roda empat sebagai tempat usaha diminta untuk tidak memarkir kendaraan secara permanen di trotoar atau badan jalan.
2. Edukasi dan Pembinaan
Selanjutnya, para pedagang diberikan pembinaan terkait pentingnya menjalankan usaha di tempat yang telah disediakan. Mereka juga diingatkan agar tidak memasang spanduk atau atribut promosi sembarangan yang dapat mengurangi kenyamanan pengguna jalan.
3. Monitoring Rutin
Setelah penataan selesai, monitoring rutin dilakukan guna memastikan tidak ada lagi pedagang yang kembali berjualan di lokasi ilegal. Tim gabungan dari Satpol PP dan Dishub terus berkeliling untuk menjaga kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan.
Imbauan Wali Kota Terkait Keamanan Transaksi
Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih tempat menukarkan uang baru. Ia menyarankan agar transaksi dilakukan melalui bank atau lembaga keuangan resmi yang bekerja sama dengan Bank Indonesia.
Langkah ini penting untuk mencegah peredaran uang palsu jelang Hari Raya Idulfitri. Menurutnya, masyarakat perlu waspada dan memverifikasi keaslian uang yang diterima, terutama jika proses penukaran dilakukan di luar kanal resmi.
Tips Aman Menukarkan Uang Baru
Agar transaksi penukaran uang baru berjalan aman dan nyaman, ada beberapa langkah yang bisa diikuti:
1. Gunakan Kanal Resmi
Prioritaskan penukaran uang baru melalui bank atau lembaga keuangan yang telah terdaftar secara resmi. Ini akan meminimalkan risiko menerima uang palsu.
2. Verifikasi Keaslian Uang
Perhatikan ciri-ciri fisik uang baru seperti watermark, security thread, dan tekstur permukaan. Bila ragu, konfirmasi langsung ke petugas bank.
3. Hindari Pedagang Liar
Pedagang uang baru di pinggir jalan rentan terhadap praktik ilegal. Lebih baik memilih lokasi resmi yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Perbandingan Lokasi Resmi vs Lokasi Liar
| Aspek | Lokasi Resmi | Lokasi Liar |
|---|---|---|
| Keamanan | Tinggi | Rendah |
| Kenyamanan | Terjamin | Tidak nyaman |
| Risiko Uang Palsu | Sangat rendah | Tinggi |
| Aksesibilitas | Mudah dijangkau | Tergantung lokasi |
| Legalitas Operasional | Disetujui Pemkot | Tidak resmi |
Data Lokasi Resmi Penukaran Uang Baru di Solo 2026
| Nama Lokasi | Alamat | Jam Operasional |
|---|---|---|
| Telkom Solo | Jl. Mayor Kusmanto No. 109 | 08.00 – 17.00 WIB |
| Benteng Vastenburg | Jl. Kapten Mulyadi No. 15 | 08.00 – 17.00 WIB |
Disclaimer
Informasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat valid hingga Maret 2026. Lokasi, jam operasional, dan kebijakan terkait penukaran uang baru dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan keputusan pemerintah daerah. Untuk informasi terbaru, disarankan untuk menghubungi instansi terkait atau memantau pengumuman resmi dari Pemkot Solo.
Andrea Hirata Seman Said Harun atau lebih dikenal sebagai Andrea Hirata adalah novelis dan jurnalis yang berasal dari Pulau Belitung, provinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah Laskar Pelangi yang menghasilkan tiga sekuel.