Beranda » Nasional » Perusahaan SAKA Fokus Capai Target Produksi 24.000 BOEPD di Tahun 2026 Mendatang

Perusahaan SAKA Fokus Capai Target Produksi 24.000 BOEPD di Tahun 2026 Mendatang

PT Saka Energi Indonesia (SAKA) menetapkan target produksi minyak dan gas sebesar 24.000 barel setara minyak per hari (BOEPD) pada tahun 2026. Target ini naik sekitar 10,4% dibandingkan capaian produksi bersih di tahun 2025. Lonjakan produksi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menjaga konsistensi pasokan energi serta memperkuat kontribusi terhadap ketahanan energi nasional.

Langkah ini tidak hanya mencerminkan ambisi pertumbuhan operasional, tetapi juga komitmen terhadap pengelolaan aset migas secara efisien dan berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, SAKA mengandalkan kombinasi optimalisasi lapangan eksisting, pemboran sumur baru, hingga kegiatan workover untuk memperpanjang umur produksi sumur lama.

Strategi Produksi SAKA Menuju Target 2026

Untuk mencapai target produksi 24.000 BOEPD, SAKA mengupayakan sejumlah langkah strategis. Pendekatan ini dirancang agar tidak hanya mengejar peningkatan volume, tetapi juga menjaga efisiensi dan keandalan operasional secara menyeluruh.

1. Optimalisasi Lapangan Eksisting

Salah satu fokus utama adalah optimalisasi lapangan yang sudah beroperasi. Dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja sumur dan fasilitas pendukung, SAKA berusaha memperoleh output maksimal dari aset yang dimiliki.

2. Pemboran Sumur Pengembangan

Pada akhir 2025, SAKA berhasil menyelesaikan pemboran sumur pengembangan UPA-17ST di Wilayah Kerja (WK) Pangkah. Sumur ini langsung memberikan kontribusi sebesar 2.430 BOPD dan 2,3 MMSCFD. Hasil ini menjadi salah satu pendorong utama pencapaian target produksi di tahun-tahun mendatang.

3. Kegiatan Workover untuk Peningkatan Produksi

Workover atau rehabilitasi sumur eksisting juga menjadi bagian penting dari strategi SAKA. Melalui kegiatan ini, sumur yang mengalami penurunan produksi bisa kembali berkontribusi secara optimal. Di tahun 2025, dua kegiatan workover telah dilaksanakan dengan hasil memuaskan.

Baca Juga:  Transaksi QR Code Antar Negara ASEAN Diproyeksi Capai Rp12,24 Triliun pada 2025

4. Peningkatan Efisiensi Operasional

Selain fokus pada aset fisik, SAKA juga meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. Ini mencakup penggunaan teknologi terkini, manajemen risiko yang lebih baik, serta peningkatan kapasitas SDM lapangan.

Capaian Produksi SAKA di Tahun 2025

Tahun 2025 menjadi tahun penting bagi SAKA dalam mewujudkan target jangka panjang. Perusahaan berhasil merealisasikan tiga sumur pengembangan dan dua kegiatan workover, melampaui rencana awal yang ditetapkan.

Di WK Pangkah, pencapaian produksi minyak mencapai 113% dari target RKAP. Salah satu sumur yang memberikan kontribusi besar adalah SID-5, yang membuktikan bahwa pengembangan lapangan eksisting masih memiliki potensi besar.

Eksplorasi dan Pengembangan Jangka Panjang

Selain upaya peningkatan produksi jangka pendek, SAKA juga terus mengembangkan portofolio asetnya melalui kegiatan eksplorasi. Salah satunya adalah survei geofisika dan geoteknik di WK Pekawai, sebagai persiapan untuk pemboran eksplorasi di masa depan.

Langkah ini penting untuk memastikan ketersediaan cadangan migas jangka panjang. Dengan eksplorasi yang tepat sasaran, SAKA berharap dapat menemukan cadangan baru yang nantinya akan mendukung target produksi di luar 2026.

Tabel Capaian dan Target Produksi SAKA

Berikut adalah rincian produksi dan target SAKA dalam beberapa tahun terakhir hingga 2026:

Tahun Produksi Tercatat (BOEPD) Target (BOEPD) Keterangan
2024 20.500 20.000 Melebihi target
2025 21.730 21.500 Melebihi target
2026 24.000 Target tahunan

Catatan: Data produksi bersifat estimasi berdasarkan laporan internal perusahaan dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi operasional.

Dukungan terhadap Ketahanan Energi Nasional

Target produksi SAKA bukan hanya soal angka. Ini adalah bagian dari komitmen lebih luas untuk mendukung kemandirian energi nasional. Dengan memperkuat produksi minyak dan gas dari dalam negeri, beban impor energi dapat dikurangi.

Baca Juga:  Harga Minyak Dunia Tetap Tinggi di Tengah Ketidakpastian Pasar Global

Direktur Utama SAKA, Intan Fauzi, menegaskan bahwa optimalisasi produksi dan eksplorasi berkelanjutan merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan perusahaan. Ia juga menyebut bahwa pengelolaan aset secara efisien akan terus menjadi prioritas.

Potensi dan Tantangan ke Depan

Meski pencapaian hingga 2025 menunjukkan tren positif, tantangan tetap ada. Fluktuasi harga minyak global, regulasi lingkungan yang semakin ketat, dan kebutuhan investasi infrastruktur adalah beberapa faktor yang harus terus dikelola dengan baik.

Namun, dengan strategi yang terintegrasi dan dukungan teknologi, SAKA diyakini mampu menjaga momentum pertumbuhan hingga 2026 dan seterusnya. Target 24.000 BOEPD bukan sekadar angka, tetapi cerminan dari komitmen jangka panjang terhadap pengembangan energi nasional.

Disclaimer: Data produksi dan target yang disebutkan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi terkini dari PT Saka Energi Indonesia per Maret 2026. Angka-angka dapat berubah seiring dengan perkembangan operasional dan kondisi pasar.

Ardan Adhi Chandra, Engagement Editor/Reporter/Penulis detik.com & banjoo.id. Jurnalis digital expert dalam investigative reporting & viral content.
Jurnalis

Agung Budianto adalah profesional media multitalenta yang saat ini berperan sebagai Engagement Editor, Reporter, dan Penulis. Dengan kemampuan yang komprehensif dalam jurnalistik digital dan content engagement, Ardan membawa perspektif unik dalam setiap konten yang dihasilkannya.