Beranda » Nasional » Transaksi QR Code Antar Negara ASEAN Diproyeksi Capai Rp12,24 Triliun pada 2025

Transaksi QR Code Antar Negara ASEAN Diproyeksi Capai Rp12,24 Triliun pada 2025

Transaksi QR code lintas negara di kawasan ASEAN terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada tahun 2025, total nilai transaksi berhasil mencatatkan angka sebesar Rp12,24 triliun. Lonjakan ini menjadi cerminan semakin tingginya adopsi teknologi pembayaran digital di berbagai negara anggota ASEAN.

Peningkatan ini tidak terjadi begitu saja. Ada sejumlah faktor yang mendorong percepatan integrasi sistem pembayaran QR code antarnegara, termasuk kolaborasi regulator, inisiatif pemerintah, serta kesiapan infrastruktur digital di masing-masing negara.

Pertumbuhan Transaksi QR Code Lintas Negara ASEAN

1. Perkembangan Transaksi QR Code ASEAN Tahun ke Tahun

Sejak diperkenalkan pada 2021, sistem pembayaran QR code lintas negara ASEAN mulai menunjukkan potensi besar. Pada tahun 2022, volume transaksi baru mencapai Rp2,3 triliun. Tahun 2023 melonjak menjadi Rp5,8 triliun, dan pada 2024 sudah menyentuh angka Rp9,1 triliun.

Tahun 2025 menjadi tahun krusial. Nilai transaksi berhasil melonjak hingga Rp12,24 triliun. Artinya, pertumbuhan tahunan mencapai sekitar 35% dibandingkan 2024.

2. Negara dengan Transaksi Tertinggi

Indonesia menjadi negara dengan volume transaksi QR code lintas negara terbesar di ASEAN pada 2025. Disusul oleh Singapura dan Thailand yang juga menunjukkan peningkatan transaksi yang konsisten.

Negara-negara lain seperti Malaysia, Filipina, dan Vietnam mulai mengejar ketertinggalan dengan mempercepat adopsi sistem pembayaran digital.

3. Faktor Pendorong Peningkatan Transaksi

Beberapa faktor utama yang mendorong lonjakan transaksi QR code lintas negara adalah:

  • Kolaborasi antar bank sentral di ASEAN
  • Kesepakatan interoperabilitas sistem pembayaran
  • Peningkatan jumlah wisatawan yang menggunakan pembayaran digital
  • Pengembangan infrastruktur digital yang lebih baik
Baca Juga:  Layanan Pindar Didukung oleh Lebih dari 30 Juta Pengguna, Dorong Pertumbuhan UMKM yang Kian Kuat

Inisiatif dan Kebijakan yang Mendukung

1. Program QRIS dan Pengembangan Infrastruktur

Indonesia melalui Bank Indonesia telah mengembangkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang memungkinkan integrasi dengan sistem QR code negara lain. Pada tahun 2025, QRIS telah terhubung dengan sistem pembayaran dari 7 negara ASEAN.

2. Harmonisasi Regulasi di ASEAN

Negara-negara ASEAN mulai menyelaraskan regulasi terkait pembayaran digital. Hal ini mempermudah proses transaksi lintas negara tanpa hambatan teknis maupun hukum.

3. Peran Bank Sentral dan Lembaga Keuangan

Bank sentral di setiap negara memainkan peran penting dalam pengembangan sistem pembayaran lintas negara. Mereka tidak hanya menjadi regulator, tetapi juga inisiator dalam pengembangan teknologi dan standarisasi.

Tantangan yang Masih Dihadapi

1. Perbedaan Infrastruktur Teknologi

Meskipun sebagian besar negara sudah memiliki sistem pembayaran digital, masih ada perbedaan dalam hal kapasitas infrastruktur. Negara dengan infrastruktur yang kurang siap masih menghadapi kendala dalam integrasi sistem.

2. Literasi Keuangan dan Kesadaran Masyarakat

Tidak semua masyarakat ASEAN memiliki literasi keuangan yang cukup untuk menggunakan sistem pembayaran digital. Edukasi dan pelatihan tetap menjadi kebutuhan penting.

3. Keamanan Data dan Privasi

Peningkatan transaksi digital berarti semakin banyak data pribadi yang beredar. Perlindungan data dan privasi menjadi tantangan yang harus terus diperhatikan oleh setiap negara peserta.

Proyeksi dan Potensi di Tahun 2026

1. Perkiraan Volume Transaksi

Dengan pertumbuhan rata-rata 30% per tahun, diperkirakan transaksi QR code lintas negara ASEAN pada 2026 akan mencapai Rp16 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa potensi pasar masih sangat besar.

Baca Juga:  Rencana Ekspor Sawit Satu Pintu Dipertanyakan SPKS pada Pemerintah

2. Ekspansi ke Negara Baru

Negara seperti Myanmar dan Laos mulai menunjukkan minat untuk bergabung dalam sistem pembayaran QR code lintas negara. Integrasi dengan negara-negara ini akan memperluas jangkauan transaksi.

3. Pengembangan Fitur Tambahan

Selain pembayaran dasar, QR code lintas negara mulai dikembangkan untuk fitur lain seperti pembayaran tagihan, transfer antar negara, dan layanan keuangan mikro.

Perbandingan Volume Transaksi QR Code ASEAN 2021–2025

Tahun Volume Transaksi (Rp Triliun) Pertumbuhan Tahunan (%)
2021 1,2
2022 2,3 91,7
2023 5,8 152,2
2024 9,1 56,9
2025 12,24 34,5

Disclaimer: Data di atas bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung perkembangan kebijakan dan teknologi di masing-masing negara.

Kesimpulan

Transaksi QR code lintas negara di ASEAN terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan kolaborasi antar negara, sistem pembayaran digital ini memiliki potensi untuk menjadi tulang punggung ekosistem keuangan digital di kawasan. Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun yang menarik dengan semakin banyaknya inovasi dan ekspansi ke negara-negara baru.

Agung Budianto

Agung Budianto adalah seorang jurnalis senior yang Lahir di Jakarta pada tahun 1992, Ardhi telah mengabdikan hampir dua dekade hidupnya dalam dunia jurnalistik digital Indonesia.